The Seventh Secretary (Sekertaris Ke Tujuh)

The Seventh Secretary (Sekertaris Ke Tujuh)
Janji Deri


__ADS_3

"Stella, kamu masih disini ternyata?" tanya seseorang yang tengah mereka bicarakan. Stella membulatkan matanya namun rahangnya mengeras, begitu pula Meyra dan Rudolph. Namun Rudolph langsung berjenggit kaget karena rasa panas di tangannya.


Yep.


Stella tengah mencubitnya dengan gemas karena lagi lagi harus bertemu dengan model dumy dari sang suami.


Stella memalingkan wajah, dia takut tak bisa menahan diri dan melahap orang yang bukan seharusnya ia lahap.


"Kamu.." ucap Meyra menggantung karena tak percaya jika apa yang Stella ceritakan benar adanya.


"Iya, ini David kawe. Fuhhh... gara gara mami aku jadi kejebak wajah sobatku. Maaf ya, Stell. Gua gak maksud buat nipu kamu atau siapapun. Gua nyesel, seandainya waktu itu kalian yang nemenin gua operasi, pasti muka gua gak akan diukir kek suami kamu" Deri berucap sembari tertunduk. Dia terlihat benar benar menyesal.


Stella masih bergeming memalingkan wajah. Dia tak bisa berkomentar apa apa.


"Tapi.. sori nih ya, tadi kamu bilang David gak pulang pulang, maksudnya dia kabur?" Deri penasaran dengan kabar sohibnya.


Stella menggeleng. Meyra dan Rudolph pun diam. Mereka merasa tak berhak untuk menceritakan perihal masalah majikan plus keponakannya itu. Terlebih mereka tahu tentang persekongkolan Deri dan Lusi. Meskipun Deri sudah meminta maaf, tapi kemudian muncul dengan wajah seperti ini bukanlah sesuatu yang bisa mereka pegang untuk mengungkapkan penyesalannya telah berbuat jahat pada David.


"Bibi, pak Rud. Aku pulang duluan ya" Stella bangkit dan pamit, menyalami keduanya lalu melangkah pergi tanpa berpamitan pada Deri.


"Stella.." seruan Deri ditahan oleh Rudolph.


"Jangan ganggu dia" ucapnya dingin. Deri kembali mundur.

__ADS_1


Sedari dulu Deri memang takut dengan tangan kanan Wiliam ini, selain auranya yang menyeramkan, juga dia bukan orang yang berbelas hati. Dia tak akan segan melukai orang yang sudah melukai atau mengganggu keluarga majikannya.


Deri menunduk dalam.


"emm.. Sebenarnya apa yang terjadi pada mereka?" tanya nya takut takut.


"Bukan urusanmu" ketus Rudolph.


Deri menghela nafas berat. Dia tau dia kembali membuat kesalahan dengan menjiplak wajah sang sahabat. Tapi itu bukan keinginannya ataupun rencananya. Dia bahkan tak terfikir kearah situ. Dia hanya ingin wajahnya kembali mulus dan tak membuat takut orang orang yang melihatnya. Dia juga butuh berkeluarga.


Hanya saja sang mami yang entah punya pikiran apa tiba tiba dia meminta secara sembunyi sembunyi pada dokter bedah itu untuk mengubah wajahnya persis seperti yang ada di foto. Dia bahkan bercerita dengan sangat menyedihkan bahwa dia


telah kehilangan anaknya yang lain yang ada di foto. Untuk itulah, demi mengenangnya dia minta wajah saudaranya dibuat persis seperti dalam foto.


Saudara dari hongkong😒


Meyra sedikit menyimpan rasa iba padanya. Secara, dia yang pernah menghalau cairan mematikan yang ditujukan Weli pada ponakannya pada hari pernikahan mereka tempo hari. Mungkin tak ada salahnya memberinya kesempatan untuk membuktikan diri jika dia sudah benar benar bertobat. Sekaligus memberi semacam tes kesungguhan akan ucapannya. Apa dia benar benar mempertanggung jawabkan ucapannya, atau memang ada udang dibalik dim sum.


"Bagaimana kamu bisa membantunya, jika Stella saja tak mau bertemu kamu karena wajahmu" ucap Meyra lembut yang sebenarnya memberikannya kode untuk memberikan kesempatan.


Rudolph sedikit tak suka dengan keputusan sepihak kekasihnya.


Deri tersenyum sumringah dengan kode yang dilontarkan bibi dari Stella. Tanpa menggubris tatapan mematikan milik Rudolph, dia meraih kedua tangan Meyra dan menggenggamnya untuk mengucap janji.

__ADS_1


"Deri bakal tutup sebagian wajah Deri saat deket sama Stella, bi. Deri janji bakal bantu David dan Stella semampu Deri. Terima kasih.. terimakasih karena Deri diberi kesempatan"


EKHEM


Deheman kencang Rudolph menyadarkan Deri yang hendak mengecup tangan Meyra.


"Hehe.. maaf om. Abis mulus banget" Deri langsung lari menghindari lemparan pisau donat yang tengah Rudolph genggam.


"Sayang, apa yang kamu lakukan?" tanya Rudolph mengintimidasi.


"Apa yang aku lakukan?" Meyra malah bertanya balik.


"Ck.. kamu itu. Apa kamu gak sadar sedang memberikan daging pada singa yang kelaparan?"


"Kamu yakin kalau Deri adalah singa yang kelaparan. Justru aku memberikan daging segar untuk singa betinaku" ucap tenang Meyra.


"Maksudmu?"


"Udah lah. Percaya sama aku. Stella justru ada yang menemani selama kita tinggal. Kamu ingat kalau Stella selalu mencari suaminya dengan perut buncit itu sendirian?"


"Kamu benar. Kita orang orang payah yang tak bisa membantunya. Tapi.. apa kamu yakin Stella bisa menghadapi musang itu?"


"Tentu saja. Dia itu gadis yang kuat. Jangan lihat posturnya yang mungil. Apa kamu lupa kalau Deri pernah di banting Stella di kantor?"

__ADS_1


Rudolph sontak meliriknya teringat akan berita viral di perusahaan Wiliam semenjak Stella bergabung di perusahaan.


Meyra tersenyum lalu menggandeng lengan kekasihnya dan menariknya ke pintu keberangkatan, karena waktu keberangkatannya sudah tiba.


__ADS_2