The Seventh Secretary (Sekertaris Ke Tujuh)

The Seventh Secretary (Sekertaris Ke Tujuh)
Kunci Pintu


__ADS_3

"Dasar anak nakal" geram David yang langsung menancap gas dan segera membawanya kembali ke hotel.


"Kakak.. pelan pelan ih.. k kok marah lagi.. kurang ya ngerayunya" tukas Stella sambil berpegangan pada seat belt nya. Bukan tanpa sebab, karena David menjalankan mobil itu seperti orang kesetanan.


David bergeming dengan pertanyaan Stella. Dia hanya mengetatkan rahangnya.


"Akan kubuat kamu tak bisa berjalan anak landak" batinnya gemas dengan sifat Stella yang teramat polos.


Sesampainya di hotel, David segera turun dan membuka pintu bagi Stella lalu langsung membopongnya tanpa izin Stella.


Stella yang tak mau ribut pun hanya menurut.


Dia sedikit terkesiap saat kontak fisik itu terjadi. Saat David menelusupkan sebelah tangannya pada bawah paha dan sebelah tangannya lagi menahan punggung Stella.


brukk


David menutup pintu mobil dengan kakinya lalu menekan remot untuk mengunci mobil yang ada di tangan yang menopang punggung Stella.


Stella sontak mengalungkan kedua tangannya ke leher David karena takut terjatuh.

__ADS_1


Nafasnya kembali meniup niup leher kekar David membuat pertahanannya runtuh namun masih harus ia tahan karena lantai tempatnya menginap berada paling atas.


"Pacarnya kenapa mas?" tanya seorang wanita paruh baya saat di dalam lift.


"Dia bukan pacar saya, bu. Dia-"


"Ya ampun, anak jaman sekarang selingkuh terang terangan kayak gini. Gimana perasaan istrinya ya kalo tau suaminya-"


"Gak akan marah bu. Istri saya itu super baik dan pengertian. Dia selalu tau kemana saya pergi, dan pergi sama siapa. Dia selalu dukung saya. Jadi gak perlu alesan pulang terlambat karena lembur padahal ngelembur di kantor sama sekertarisnya. Pulang pulang langsung tidur soalnya udah dipuasin sama sekertarisnya" kilah David membungkam wanita itu.


"Kok kayak suami suami kita ya?" terdengar teman temannya saling berbisik.


"Neng ini sekertarisnya?" tanya wanita yang lain.


Stella mengangguk lemah karena malu.


"Kakak, turunin aku. Malu" bisiknya di telinga David yang justru membangkitkan sesuatu dalam celananya.


"Sialan. Mesti dikasih pelajaran tuh lakik. Pura pura baik pesenin tiket wisata barengan taunya kayaknya mereka lagi asik menikmati kebebasan di kantor" geram salah satunya yang lantas merangsek keluar dari lift mengajak yang lain dengan tergesa. Mereka bahkan lupa berpamitan pada David dan Stella.

__ADS_1


"Bakalan ada yang dihajar nih" batin David yang merasa jijik dengan kelakuan para hidung belang yang merusak citra pengusaha dan para pria sukses yang setia pada satu wanita.


"Kakak sejak kapan jadi provokator?" tanya Stella masih menghembus di seputar telinga dan lehernya. Dia bahkan sengaja meniupnya karena melihat jakun David yang turun naik saat Stella menghembuskan nafas hangatnya. Belum lagi mata David yang terpejam seolah menikmati sesuatu.


"Sejak ketemu kamu lagi" jawab David yang lantas menyambar bibir Stella saat pintu lift untuk mereka terbuka. David tak takut Stella merasa malu dilihat orang, karena David memesan kamar yang menempati 1 lantai paling atas. Sebuah penthouse.


Stella yang sudah sedikit mengetahui tentang malam pertama melalui tayangan yang perdana ia tonton tempo hari pun tahu dimana aksi mereka berakhir.


Jantung Stella berdetak kencang dan cepat kala bayangan tayangan itu direalisasikan olehnya bersama sang suami.


David kesulitan meraih kunci yang berupa kartu itu.


"Kakak simpen dimana kuncinya?" tanya Stella melepaskan pagutan sambil meraup oksigen sebanyak banyaknya.


"Saku depan" jawab singkat David yang tak kuasa menahan gejolak hasrat yang sudah berada di ubun ubun.


David kembali meraup bibir merah Stella membiarkan tangan Stella merayap di bagian bawah tubuhnya untuk mencari kunci.


Namun tangan Stella terjebak di gundukan celana David yang sudah mengembang. Dia merabanya naik turun untuk memastikan bentuk kunci.

__ADS_1


"Ennggghg.. Stella.. cepatlah.. itu bukan kunci pintu kamar, tapi kunci pintu kamu" ucap serak David menggeram karena provokasi tangan nakal Stella.


__ADS_2