
"Mas David?"
"Papaaa...."
Stella terkejut dengan kemunculan David yang tiba tiba setelah baru saja mengabarkan padanya bahwa kepulangannya ditunda.
Pun dengan Yoda yang juga terkejut namun girang kala mengetahui jika sang papa datang menyusul mereka.
Yoda segera melompat pada gendongan David lantas menghujani pipi nya dengan ciuman basah.
David tergelak dengan tingkah jagoannya.
"Deri? kamu ngapain sama anak istri gue?" ketus David yang tak suka jika kembaran abal abalnya membersamai dua kesayangannya.
Kesayangan?
Bukankah tadi di telfon Stella bilang bersenang senang dengan kesayangan?
Apa maksudnya adalah Deri?
__ADS_1
gumam David dalam hati.
Awan hitam disertai petir yang menyambar bergemuruh menyelimuti isi kepalanya. Bersiap membuat badai yang sangat dahsyat dan memporak porandakan kehidupan orang yang berani mendekati dua kesayangannya.
"Tenang bro. Taman ini milik gue sekarang, jadi wajar kalo gue ada disini. Tadi anak lo keknya nyasar, bro. Ya gue bawa kesini buat bikin pengumuman"
"Papa, bilang sama om itu buat buka topeng nya pa. Yoda gak suka muka papa dipake orang lain. Nanti kalo mama salah peluk gimana pa, papa rela ga mama Yoda peluk orang lain yang mirip papa" ocehan polos Yoda membuat Deri berkeringat juga membuat rahang David mengetat. Tapi tidak dengan Stella. Dia hanya bersikap acuh masa bodoh lalu melengos pergi kearah stand es krim.
"Yoda, sayang. Kamu mau es krim?" teriaknya mengajak Yoda. Dia malas berlama lama berada dalam situasi membagongkan seperti ini.
"Mauuuu..." Yoda langsung turun dari gendongan David dan berlari mengejar sang mama dengan lincahnya.
"Putra. Dia seorang putra" David menghela nafas kasar.
Tak salah orang orang menganggap jagoannya itu seorang perempuan karena Stella mendandaninya seperti anak perempuan. Juga karena paras sang anak yang terlewat cantik dengan rambut curly nya.
"Serius?" Deri benar benar terkejut.
"Dah lah. Jangan coba coba bahas hal itu atau kamu bakalan kena hantam istriku. By the way, thanks ya, lagi lagi lo nyelametin keluarga gue meski gue tetep ga nyaman lo pake muka gue. Well, seperti yang Yoda bilang. Ingat, jangan sampe gue kecewa lagi sama lo gara gara muka gue" pesan David setelah berterima kasih. Mereka lalu melakukan salam perpisahan ala sahabat dan David langsung mendekati untuk bergabung dengan para kesayangannya.
__ADS_1
Deri menggelengkan kepala seraya tersenyum dan melipat kedua tangannya di dada memperhatikan kebahagiaan keluarga kecil sahabatnya.
"Dari dulu lo memang hebat, Vid. Seandainya istri lo bisa goyah setitik aja, gue bakal rebut dia dari lo" gumam Deri yang berharap bisa memiliki Stella.
Deri bahkan memutuskan pertunangannya karena merasa bersalah pada tunangannya. Bukan karena apa, tapi karena dia memiliki harapan yang besar bisa merebut Stella dengan wajahnya yang mirip sang sahabat. Meski dia tahu jika Stella tak mungkin berpaling meski wajah mereka sama, tetap saja dia memilih peruntungan suatu saat Stella khilaf dan mereka bisa bersama pada akhirnya.
Tapi dia tak mau menggunakan cara kotor. Cukup harapan dan wajahnya juga keberuntungan yang suatu saat mungkin berpihak padanya.
Dia tak masalah jika harus menyendiri seumur hidup, asalkan bisa terus menaruh harapan pada Stella seumur hidupnya. Karena itu adalah pilihannya.
MON MAAP UP NYA BOLONG BOLONG YA
BTW, YANG GASUKA SAMA CERITANYA MOHON LANGSUNG TINGGALIN AJA YA, MOHON JANGAN TINGGALIN JEJAK BURUK KARENA BERKARYA GA SEMUDAH MENJENTIKKAN JARI BEIBZ
🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
INSHA ALLAH SETELAH INI AUTHOR MO BIKIN SEQUEL NYA CHELSEA SI MONTIR
DO'A KAN MOGA WANGSITNYA LANCAR YA BEIBZ😘😘😘
__ADS_1