The Seventh Secretary (Sekertaris Ke Tujuh)

The Seventh Secretary (Sekertaris Ke Tujuh)
Terpisah


__ADS_3

"Tuan, jadwal 2 meeting berikutnya waktunya bentrok karena perusahaan terakhir yang meminta dimajukan jadwal. Alasannya sore ini harus segera berangkat ke Amerika dan kembali 3 bulan lagi"


David menatap daftar perusahaan beserta isi bahasan meeting dengan seksama.


"Ya sudah, biar saya yang handle. Kamu handle perusahaan yang sesuai jadwal. Kalau nunggu 3 bulan gak mungkin karena kita butuh investor tambahan secepatnya"


"Baik, tuan"


David terpaksa memecah konsentrasi dan mempercayakan pertemuan penting dengan klien yang membahas tentang akuisisi perusahaan itu pada Stella.


David percaya Stella mampu menghandle nya karena dia sudah sangat menguasai tentang perusahaan Wiliam Corp dalam waktu singkat.


Bahkan selama meeting diadakan, Stella yang selalu berbicara untuk memberikan penawaran atau menyanggah penawaran yang merugikan perusahaan. Sedangkan David lebih banyak diam dan menyimak jalannya pertemuan.


Stella menyiapkan 2 dokumen secara terpisah karena mereka akan berpisah untuk melakukan 2 meeting penting di 2 tempat yang berbeda.


"Tuan, saya sudah susun dokumennya, dan saya sudah siapkan ponsel lain untuk mengawasi dan memonitor jalannya meeting. Saya sudah aktifkan dalam mode merekam secara live. Ini perangkat bluetooth anda" Stella memasangkan perangkat itu pada telinga sebelah kiri David dengan telaten.


"Berhati hatilah. Perwakilan perusahaan itu sedikit berbahaya" David mengingatkan sambil menggenggam tangan Stella.


"Saya tahu" jawab Stella mantap. Dia sudah mempelajari profil personal perwakilan perusahaan yang akan di akuisisi oleh Wiliam Corp.


Mata mereka kembali bertemu dan saling mengunci. David merasa tak rela jika harus terpisah dari Stella.


"Gak usah lebay deh" ungkap Stella yang mengartikan tatapan itu.


David terkekeh dan melaju lebih dulu.

__ADS_1


Stella masuk ke mobil di belakangnya.


"Jalan, pak"


Mobil yang dinaiki Stella pun melaju dengan arah berlawanan dengan mobil yang David tumpangi.


"Tuan, klien memindahkan lokasi meeting ke sebuah Resort di Ancol. Nanti saya share lokasi" lapor Stella melalui sambungan bluetooh.


"Hmm.. I love you" jawab David membuat aktifitas Stella terhenti.


Keheningan itu membuat David mengulum senyum membayangkan wajah Stella yang memerah karena malu.


"Love you too" balas Stella tenang.


Namun David lebih hening dari sebelumnya. Betapa tidak, David sedang menahan lonjakan jantungnya dengan ucapan balasan Stella yang justru membuatnya tak bisa berkata kata. Wajahnya terasa panas dan keringat bermunculan.


"Ah iya. Ekhem. Saya sudah sampai. Kamu berhati hatilah" ucap David pada sambungan bluetooth.


"Iya, sayaaang..." jawab Stella sedikit berbisik karena tak mau didengar sang supir.


"Sialan, kamu. Awas kalo ketemu" desisnya yang dibalas kekehan Stella diseberang telfon.


"Tuan, saya sudah share lokasi. Pastikan sambungan telfon tidak mati"


"Hmm.."


David dengan tenang memasuki ruangan VIP sebuah restoran jepang.

__ADS_1


"Ada yang aneh, tuan" Stella melapor pada David dengan nada serius.


David menghentikan langkahnya sebelum memasuki ruangan VIP.


"Silahkan tuan, anda sudah ditunggu" sambut pelayan pada David sambil membuka pintu geser.


David mengangkat tangan tanda tunggu pada sang pelayan namun netranya menangkap sosok orang yang dibencinya tengah duduk sambil menyeringai.


"Lusi? Sialan. Stella apa kamu masih disana? aku kesana sekarang" ucap David yang langsung berlari keluar dari restoran itu.


"Pa, ikutin map" titah David pada sang supir sambil menyalakan peta pada ponsel pintarnya menuju lokasi yang dikirimkan Stella padanya.


"Stella, apa kamu mendengarku?" David mencoba berbicara lagi pada sambungan telfon yang masih terhubung.


Namun tidak ada jawaban dari Stella dan hanya keheningan yang dia dengar.


"Dimana gadis itu?"


"Tadi dia masuk sini, aku yakin"


"Sialan. Bisa kena semprot c bos nih"


David tertegun mendengar percakapan dari orang orang yang sepertinya mengancam keselamatan Stella.


"Kurang ajar. Kenapa mereka mengincar Stella? mereka bahkan tidak mengenalnya" namun David seketika teringat dengan kemunculan Lusi yang tidak ada sangkut pautnya dengan lembaga keuangan yang akan menginvestasikan dananya di perusahaan David.


"Lusi, akan aku pastikan kamu membayar semua yang telah kamu lakukan"

__ADS_1


__ADS_2