The Seventh Secretary (Sekertaris Ke Tujuh)

The Seventh Secretary (Sekertaris Ke Tujuh)
Meeting Mengejutkan


__ADS_3

"Sejak kapan mas memundurkan jadwal? apa mas diam diam berkomunikasi dengannya?" ketus Stella saat mengetahui jika pertemuan itu telah dimundurkan selama 2 jam dari jadwal. Pantas saja suaminya ini bermain dengan santai tadi dan berhasil membuatnya berteriak meminta lebih.


Namun kenyataan jika informasi penundaan jadwal itu bukan melaluinya membuatnya berfikiran negatif. Pasalnya sebentar lagi dia akan melahirkan dan tak bisa melayaninya selama beberapa waktu meski ada alternatif lain. Tetap saja kenyataan akan kehadiran sosok lain yang nota bene seorang janda yaitu lawan meetingnya kali ini merupakan wanita yang agresif.


"Apa kamu cemburu?" bukannya menjawab, David malah balik bertanya menggodanya.


"Apa seharusnya enggak? bagaimana jika kondisinya dibalik, aku yang punya komunikasi diam diam dengan-"


cupp


"Gak ada hal seperti itu dalam kamusku. Kamu tahu itu, sayang" jawabnya meyakinkan sang istri.


"Itu kan sebelum kamu tau enaknya... mmm..."


"Apa yang enak, hn?"


"......"


"Mau yang enak lagi?"


" Udah ah, telat nih. Jangan sampe kena penalti. Jangan sampe perusahaan apalagi kamu bayar denda sama orang serakah kek gitu" ketus Stella yang langsung berlalu meninggalkan David yang tengah tertawa ringan karena tingkah cemburu Stella.


"Iya, sayang. Semua uang perusahaan sama uangku kan milik kamu. Mana mungkin aku bisa ngasih gitu aja ke orang lain. Ya kan?" jawab David sambil berjalan mengikuti langkahnya yang pendek pendek.

__ADS_1


Kini mood Stella yang tiba tiba buruk kala membayangkan bagaimana cara wanita itu akan membujuk suaminya.


Entahlah, kehamilannya yang menginjak bulan ke 8 ini membuatnya over thinking.


Tiba di restoran Eropa, mereka langsung menuju ruang VIP yang sudah dipesan.


"Silahkan, anda sudah ditunggu" sapa seorang waitress cantik yang lantas membukakan pintu. David masuk terlebih dahulu, namun kemudian pintu langsung ditutup oleh sang waitress membuat Stella sedikit memundurkan langkah karena terkejut.


Lalu pintu itu dikunci dari luar dan waitress yang bernama Siti itu langsung membungkukan badan meminta maaf.


"Maaf, nyonya. Hanya tuan yang diizinkan masuk. Silahkan anda menunggu di sebelah sini" tangannya mempersilahkannya untuk duduk di sebelah kiri ruangan dimana terdapat kursi dan meja untuk single.


Stella melipat kedua tangannya di dada.


"Maaf, tapi ini perintah customer VIP kami" waitress kembali membungkuk meminta maaf.


"Jadi.. karena kami bukan customer VIP, bisa seenaknya diperlakukan seperti ini dan seolah tak punya hak untuk memilih dan menentukan, begitu. Aku mau bertemu pemilik tempat ini" Stella beranjak kearah pintu bertuliskan 'Staff Only'.


"Maaf, tapi customer VIP yang berada di dalam itu adalah pemiliknya"


"Heh, jangan bercanda kamu"


Sang waitress bergeming masih dengan posisinya.

__ADS_1


"Baiklah. Aku tahu kamu hanya menjalankan tugas. Bersiaplah mencari pekerjaan lain"


"Maaf, tapi saya rasa itu tidak per-"


"Pak Andi, tolong ratakan Restoran Eropa di jalan Budi sekarang juga"


Sang waitress sedikit panik, namun melihat gelagat customernya yang tenang membuatnya ikut tenang, karena pasti dia hanya menggertak. Tidak mungkin tempat ini diratakan sementara mereka sendiri masih berada didalamnya, bukan.


10 menit berlalu namun masih tidak ada tanda apapun yang mengancam kondisi restoran ini. Sang waitress tersenyum miring, dalam hatinya mencebik.


Stella yang merasa bosan dan sedikit khawatir akan keselamatan sang suami mulai menghitung waktu.


Dia lantas bangkit dan berdiri di depan pintu VIP itu.


"Nak, bantu momy menyelamatkan dady mu lagi" ajaknya pada calon bayinya. Stella menarik nafas dalam lalu menghembuskannya.


Saat ia mengangkat kakinya hendak mendobrak pintu.


"Nyonya, biar saya saja" Pak Andi datang bersama beberapa pria bertubuh kekar.


Sang waitress mulai panik. dia hendak memanggil sekuriti namun ternyata sudah diamankan orang orang pak Andi. Dan para tamu sudah seluruhnya keluar dari restoran.


brakk

__ADS_1


Pintu VIP terbuka dengan sekali tendangan mengejutkan penghuni ruangan yang menampilkan pemandangan yang tak kalah mengejutkan.


__ADS_2