The Seventh Secretary (Sekertaris Ke Tujuh)

The Seventh Secretary (Sekertaris Ke Tujuh)
Mencari


__ADS_3

Meyra terus terisak sembari memijat telapak tangan dan kaki Stella dengan menyapukan minyak kayu putih.


"Sayang... hik.. kamu harus kuat..hik.. demi anak kalian... hik.." ucap Meyra disela isakannya.


"Bibi.. "


"Ya sayang.."


"Cari dia bi.. Stella mau cari kak David.." lirih Stella terisak.


"Iya, sayang. orang orang tuan Wiliam sedang mencarinya. Kamu fokus jaga kandunganmu ya sayang. Kata dokter, kamu gak boleh stress"


"Buat apa? buat apa ada anak ini kalo gak ada ayahnya. Dia akan hidup menderita tanpa seorang ayah" ucapnya sembari meremas perutnya. Meyra meraih tangan itu dan mengecupnya.


"Kamu gak boleh bilang gitu, sayang. David pasti ketemu. Apa nanti kata David kalo tau kamu bilang kek gitu. Lagian, kamu masih punya bibi, dan tuan Wiliam. Kamu gak sendiri sayang. Tolong kuatlah. Demi cinta kalian" bujuk Meyra perlahan.


"Kakek.."


"Iya, sayang. Kamu perlu apa?" tanya Wiliam yang lagi lagi menyeka matanya yang basah.


"Bagaimana perkembangan pencariannya kek, apa sudah menemukan titik terang?"


"Apa kamu yakin mau membahas ini?"


"Stella yakin, kek. Tolong jangan cegah Stella untuk ikut mencari. Stella janji akan menjaga calon cicit kakek. Asalkan Stella juga diikut sertakan dalam mencari kak David, kek. Tolong izinkan Stella ikut mencari" Stella terus memohon pada Wiliam, membuatnya menghembuskan nafas kasar dan akhirnya menyetujuinya.


"Dengan catatan, kamu gak boleh susah makan dan rutin periksa. Kakek gak mau nanti disalahkan David karena tak bisa menjaga kalian" izin Wiliam memberikan syarat mutlak.

__ADS_1


Stella mengangguk mantap. Dia lantas melahap makanan yang ada di piring diatas nakas hingga tandas tak bersisa 1 remah nasi pun.


"Udah habis. Sekarang ayo kita pergi cari" ucap Stella bersemangat meski pipinya menggembung karena makanan itu belum sepenuhnya ia kunyah dan telan.


"Besok, sayang. Sekarang udah hampir gelap. Besok pagi pagi sekali kita mulai menyebar mencarinya. Sekarang kamu istirahat ya. Siapkan tenaga untuk besok" bujuk Wiliam yang tak habis pikir dengan kelakuan cucu menantunya.


"Kelamaan, kakek. Kak David udah ilang 6 hari. Orang kakek baru nyari hari ini. Kasian kak David pasti kedinginan"


"Tapi gelap, sayang. Mau nyari gimana? lagi pula medannya terjal karena itu adalah... jurang" tukas Wiliam yang sedikit tercekat membayangkan kemungkinan David selamat sangatlah tipis.


"Hadiah.."


"Hah?"


"Hadiah kakek untuk Stella. Apa kakek ingat?


Wiliam langsung membulatkan mata dan mulutnya kala Stella mengingatkannya pada hadiah pernikahan Wiliam untuk cucu menantunya.



Helikopter.


Kenapa dia tak berfikiran sampai situ ya. Batin Wiliam.


Dia lantas menendang orang suruhannya karena kesal.


"Kenapa kalian gak berfikir untuk mencarinya dengan helikopter, dasar bodoh" sarkasnya memarahi orang orangnya yang tengah tertunduk.

__ADS_1


"Ayo, kek. Jangan buang waktu. Setiap detik sangat berharga. Stella gak mau menyiakan waktu sedikitpun untuk mencarinya" tukas Stella yang langsung bersiap mengganti baju di kamar mandi dan mengenakan jaket yang tebal karena hari mulai gelap.


Tanpa membantah, Wiliam segera memerintahkan orang orangnya untuk bersiap mengambil helikopter yang terparkir di mansion milik David dan menjemput mereka di kediaman Wiliam dimana halaman belakangnya terdapat heli pad.


30 menit menunggu membuat Stella benar benar kehilangan kesabaran. Setiap 5 menit dia terus bertanya apa heli nya sudah datang. Meski tak dijawab dan pasti tahu jika sebuah heli mendarat karena suaranya, namun Stella tetap bertanya membuat Wiliam jengah mendengar pertanyaan yang sama.


"Apa heli nya sudah datang? kenapa lama sekali? apa yang sedang mereka lakukan?"


wup


wup


wup


Sayup sayup terdengar suara baling baling memecah udara malam.


Meski suara mesin pesawat canggih itu nyaris tak terdengar, namun tak bisa membungkam suara baling baling yang berputar membelah angin malam.


"Heli datang, heli datang..." seru nya antusias kala mendengar suara yang ia nantikan.


Wiliam seketika tersenyum melihat tingkah menggemaskan Stella. Bak anak kecil yang membuat permintaan kala mendengar suara pesawat terbang.


"Kapaaaal... minta duiiiiit...." 🤦🏻‍♀️


YOK MVOT NYA BUANG SINI YAK.


DENGAN SENANG HATI OTOR MENAMPUNG VOTE KALIAN😘💞

__ADS_1


__ADS_2