
"Ngapain kamu disini" sentak Stella karena terkejut sekaligus kesal pada orang yang menyelinap masuk kedalam selimutnya.
"Elo yang ngapain di kamar laki gue. Dasar cewek kegatelan"
"Yeee siapa yang gatel nyosor nyosor sama tiap cowok cakep. Ngaku dah punya suami, tapi ngeladenin tiap cowok. Dasar gak punya harga diri"
"Ngelunjak ya lo, minta dibungkam tu mulut" Lusi lantas meraih rambut Stella lalu menjambaknya dengan kedua tangannya. Stella tak mau kalah, dia membalas perlakuan Lusi. Terjadilah aksi jambak menjambak disertai jeritan keduanya.
brakkk
"Stella.. apa yang-" David menggantung seruannya kala mendapati situasi diluar dugaannya.
Dobrakan David menghentikan aksi keduanya.
"Ngapain kamu ada dikamarku?" ketus David pada Lusi.
"Apa maksudmu bertanya padaku. Aku ini istrimu. Tanya sama ****** ini ngapain dia ada-"
plak
Mulut Lusi menganga, sebelah tangannya menyentuh pipi yang terasa panas karena tamparan Stella.
"Aku bukan wanita ****** kayak kamu" desis Stella.
plak
Lusi membalas tamparan Stella dan merekapun melanjutkan aksi jambak menjambak sambil saking berteriak melontarkan kata kata bukan mutiara.
David yang jengah dengan situasi pun menengahi dengan benar benar berada di tengah mereka untuk melerai dan sesekali dia terkena pukulan dan tamparan.
"Ekhem"
Suara deheman keras menghentikan kembali aktifitas mereka.
"Kakek?"
Seru ketiganya bersamaan.
__ADS_1
"Apa kalian akan membuatku stroke?"
Stella dan Lusi sontak merapikan rambutnya yang acak acakan. Sedangkan David yang berada di tengah tampak tak berdaya.
"David" seru kakek lantang.
"I iya kek"
"Apa kau memang menginginkan keduanya?" tanya Wiliam yang membuat ketiganya sontak membulatkan mata.
"Mana mungkin kek"
Ketiganya pun menjawab dengan argumen masing masing membuat Wiliam pusing mendengar kericuhan di tengah malam ini.
"Kakek, apa ku bilang, wanita murahan ini mengendap masuk ke kamar suamiku. Kakek gak bisa nyalahin aku karena aku adalah istrinya yang sah" lantang Lusi yang ingin membungkam argumen Stella dan David.
"Stella, apa benar itu?"
"Stella memang tidur disini, kek. Tapi itu juga karena kak David ketiduran di sofa kamar Stella abis bantuin Stella ngobatin kaki. Dari pada sekamar berdua ya udah Stella yang tidur di kamar kak David. Maafkan Stella, kek" Stella memberikan alasan jelas agar tidak salah paham dan meminta maaf lalu menunduk tanda menyesal karena membuat keributan.
"Apa benar itu, David?"
Wiliam tersenyum kearah Stella.
"Baiklah. Kakek senang kamu bisa menjaga dirimu, Stella. Ya sudah, kalian kembali ke kamar masing masing" Wiliam lantas kembali ke kamarnya juga dengan perasaan lega. Stella benar benar gadis yang baik. Jika saja Stella sama dengan wanita yang lain, sudah pasti mengambil kesempatan untuk sengaja khilaf.
Seperti hal nya Lusi yang dengan sengaja menjebaknya.
"Ngapain masih disini?" ketus David pada Lusi.
Stella tanpa diminta langsung mengambil selimut dan bantalnya asal. Lalu melangkah keluar kamar tanpa berkata apa apa.
Lusi yang melihat Stella inisiatif keluar pun ikut keluar. Setidaknya David tidak bersama siapapun jika dia tidak bisa bersamanya.
"Ck.. rencana 1 gagal" gumam Lusi kesal sambil mengayunkan langkahnya menaiki tangga.
brakk
__ADS_1
David membanting pintu dengan kencang.
Pun dengan Lusi. Dia meluapkan kekesalannya dengan membanting pintu.
Namun David kembali membuka pintunya dan memindai lantai atas memastikan Lusi sudah benar benar masuk ke kamar. Lantas mengendap ke kamar Stella yang tidak dikunci.
"Kakak, apa yang kakak lakukan? keluar ihh nanti dimarahin kakeeek" Stella berbisik menghardik David.
"Sssssttt.. jangan banyak tanya. Biarin kakak nemenin kamu disini"
"Whatt??"
"Kakak bakal jagain kamu biar gak diganggu setan cabul" David beralasan sambil masuk kedalam selimut yang ada di sofa.
"Kakak setan cabulnya tau gak" Stella bangkit dan menarik tangan David agar pindah kembali ke kamarnya.
Namun nahas, David malah menariknya kembali sehingga Stella terjatuh menimpa tubuh David yang langsung memeluknya.
David tersenyum sambil memejamkan matanya. Dia berhasil memeluk landak albinonya.
Stella yang terkejut langsung meronta dalam dekapan David yang sangat erat.
"Kak, lepasssin ihh.."
dugg
Tanpa sengaja gerakan me ronta Stella menyikut burung kesayangan David yang masih gress dengan lututnya.
🐦
🐦
🐦
Rasa sakit yang teramat sangat membuat dekapan itu melonggar dan Stella mengambil kesempatan untuk melepaskan diri.
"Sukurin"
__ADS_1
Stella lantas membuka pintu dan berkacak pinggang, memberikan jalan untuk David agar segera keluar.
David ang tadinya meringkuk pun terpaksa keluar sambil tertatih membawa selimutnya dengan masih memegang bagian intinya yang masih terasa linu.