The Seventh Secretary (Sekertaris Ke Tujuh)

The Seventh Secretary (Sekertaris Ke Tujuh)
Caraku Mencintaimu (END)


__ADS_3

Stella akhirnya tenang setelah menggenggam tangan sang suami setelah tadi merasakan sakit sekaligus emosi karena kehadiran orang yang tak ia harapkan untuk mendampinginya.


Bukan membencinya, hanya tak mau memberikan celah sedikitpun padanya sehingga sedikit celah itu menjadi harapan dan kesempatan baginya dalam merusak rumah tangganya.


Hanya ada petugas medis dan sang suami yang ada didalam ruangan itu.


Pihak medis memutuskan tak membawanya ke rumah sakit karena khawatir sebelum sampai di mobil ambulan, pasien mengejan dan menyebabkan sang bayi keluar sebelum sampai di mobil.


Karena tampaknya bukaannya telah sempurna hanya saja Stella terus menahannya demi didampingi sang suami.


Benar saja.


Baru saja David meraih dan menggenggam tangan Stella lalu mengecupnya dan berlutut untuk mengimbangi tinggi sofa tempat Stella berbaring, Stella langsung mengejan dalam sekali tarikan nafas tanpa diberi aba aba, lalu keluarlah sosok mungil nan rapuh yang langsung ditangani perawat.


"Sayang... terima kasih... aku sangat mencintaimu.. terima kasih telah menungguku.." ucap David tergugu haru karena sang istri rela menahan rasa sakitnya demi menunggu dirinya.


David terus mengecupi wajah dan tangan milik sang istri yang tengah tersenyum dan menitikan air mata bahagia, mengedipkan matanya tanda menerima rasa cintanya yang begitu dalam. Stella juga mati matian tengah mempertahankan kesadarannya demi sang suami tanpa David ketahui.


Stella tahu jika David sempat frustasi dan tak perduli pada anak mereka kala Stella melahirkan Yoda dan tiba tiba dia koma selama seminggu.


Kali ini dia berharap diberi kekuatan lebih agar tidak membuat suaminya khawatir.


"Mana Yoda, mas?" tanyanya lirih.


"Aku sengaja tak memberitahunya karena dia pasti akan berteriak histeris" Stella tersenyum mendengar penuturan David tentang sikap sang anak yang sangat protektif padanya.


"Apa kamu ingat waktu tak sengaja tertancap duri mawar di kebun? betapa anak itu menggegerkan seluruh rumah dengan teriakan dan tangisannya yang begitu kencang. Bahkan kakek sampai melupakan kursi rodanya dan mendadak bisa berlari demi melihat kondisi Yoda yang kakek pikir kena musibah"


Stella terkekeh kala diingatkan pada memori 2 tahun lalu.


"Lalu waktu kita semua berhamburan mendekati arah belakang kebun.. heheh.. anak itu.. umur 7 tahun tapi masih menangis kencang seperti bayi. Hanya menunjukkan telunjukmu yang tampak setitik darah karena duri dia bisa sehisteris itu, apalagi melihatmu yang mempertaruhkan nyawa seperti ini, sayang. Bisa bisa aku gak kebagian" ucap sendu David sambil menggosokkan telapak tangan Stella di pipinya.


Stella menarik pipi David dan ingin menciumnya.


David mengerti lalu mendekatkan kepalanya dan membiarkan sang istri menikmati bibirnya. Tanpa mempedulikan perawat yang tengah menangani Stella setelah mengeluarkan ari ari bayinya.


Aku sangat mencintai mu, mas. Aku mencintai kalian. Terima kasih sudah hadir dan melengkapi hidupku"

__ADS_1


Stella langsung tak sadarkan diri setelah mengucapkan itu. Membuat David panik dan menangis meraung sambil memeluknya erat.


"Sayang.. jangan lagi.. sadarlah sayang.. aku gak mau hidup tanpa kamu.. bukalah matamu.. kamu belum lihat anak perempuan kita yang cantik... bukalah matamu sayang..." David tergugu dan menyerahkan bayinya pada Bibi Mey setelah meng-adzani nya.


Dia lantas membopong Stella ke mobil ambulan dipandu paramedis yang sudah menyiapkan brankar yang tak terpakai lalu memasangkan infus saat berada di mobil ambulan.


David tak mau meletakkannya di brankar selama perjalanan menuju rumah sakit.


Dia terus memeluk sang istri sambil berderai air mata, membuat paramedis yang melihat merasa terenyuh.


Meskipun telah dijelaskan menurut pemeriksaan jika Stella hanya pingsan karena kelelahan, tetap saja David tak bisa tenang sebelum istrinya membuka mata.


Dia tak mau kecolongan.


Bibi Mey menangis tersedu selama perjalanan. Satu mobil dengan Deri yang juga tak hentinya menitikan air mata dan terus merapalkan do'a keselamatan wanita idamannya.


Stella sudah siuman. Kondisinya stabil dan David sangat bersyukur atas keselamatan sang istri.


Dia berjanji tak mau membuat istrinya kesakitan dan kesusahan lagi. Cukup dihadiahi 2 anak saja dan dia tak ingin melihat penderitaan sang istri untuk ke tiga kalinya.


"Aku hanya ingin menegaskan padanya, mas. Kalo sampe kapanpun aku gak akan berpaling padanya" ucap Stella meyakinkan.


David menghela nafas dan beranjak memanggil kembaran abal abalnya.


"Hai, Stell.. apa kamu baik baik saja? apa masih sakit? apa kamu butuh sesuatu?" cerocos Deri saat baru masuk kamar rawat Stella menampilkan wajah khawatir.


"Aku sudah punya segalanya, Deri. Berhentilah menghawatirkanku. Atau kamu akan menghadapi 2 jagoanku" sergah Stella yang menolak perhatiannya.


"Aku.. aku gak bermaksud apa apa. Aku hanya benar benar menghawatirkanmu" jawabnya sesekali menunduk.


"Menikahlah, Deri. Carilah wanita yang tulus mencintaimu, dan kamu harus mencintainya" pinta Stella tak ingin berlama lama ber-basa basi.


Deri menggelengkan kepala.


"Aku gak bisa, dan gak mau. Tolong jangan paksa aku. Biarkan aku mencintaimu dengan caraku. Aku gak peduli kamu menolak perhatianku. Bisa melihatmu dari jauh saja sudah cukup bagiku.


Tidak adil rasanya jika aku menerima wanita yang tulus mencintaiku, tapi pikiranku selalu tertuju padamu.

__ADS_1


Tolong, jangan minta aku membuang rasa ini.


Semakin aku mencoba, semakin aku ingin memilikimu.


Dan merebutmu dari sahabatku bukanlah tujuanku, karena itu akan menyakiti hatimu.


Tolong biarkan aku menjadi bayangan kalian saja. Biarkan aku selalu ada dimanapun kalian berada. Agar aku selalu waras dan tak menyakiti kalian"


Panjang lebar Deri mengungkapkan keinginannya yang akhirnya membuat Stella menyerah.


Stella menghela nafas berat. Biarlah dia dengan perasaannya selama tak merusak hubungannya dengan David.


Stella pulih dan pulang ke rumah. Disambut dengan raungan Yoda yang membuat seisi rumah menggelangkan kepala.


Deri tak tinggal di rumah itu, dia juga tak setiap hari datang. Bahkan seringnya tak pernah datang untuk sekedar minum kopi atau bermain bersama anak anak David seperti sebelumnya.


Namun dia selalu mengawasi mereka diluar pagar. Bertanya pada sekuriti tentang kondisi mereka. Dan sesekali tersenyum kala melihat Stella bermain di taman atau sekedar mengurus tanaman.


Dia sudah meyakinkan diri dan memutuskan hidup seperti itu. Dia merasa nyaman hanya dengan mengetahui keadaan Stella baik baik saja.


TAMAT


😭😭😭😭😭😭


MAKASIH BUAT YANG SETIA MENGIKUTI CERITA STELLA DAN DAVID HINGGA SELESAI.


MAAF KALAU ADA PART YANG KURANG BERKENAN DAN KURANG MEMUASKAN


IKUTI DAN DUKUNG CERITAKU SELANJUTNYA YA


LOVE YOU ALL😘😘



SYUDAH UP BEIIIIBZ😆


CEK PROFILE YAK😘

__ADS_1


__ADS_2