
Stella keluar kamar mandi dengan bibir mengerucut, David menyusulnya keluar dari kamar mandi dengan senyum mengembang. Pasalnya David habis merayunya dan terus meyakinkannya bahwa semua akan baik baik saja.
David bahkan membujuknya dengan memberikan apa yang istrinya mau. Kepuasan sebanyak 3x bermain di dalam kamar mandi dipagi buta ini.
Berjauhan dengannya selama 2 hari terlalu lama baginya karena tak bisa menyentuh dan menatap istrinya setiap detik.
Yaelah mas gitu amat🤦🏻♀️ ngiri kan othor jadinya😗
"Udah dong manyun nya. Apa masih kurang, hn?" bisik David ditelinga Stella yang tengah duduk didepan cermin untuk mengeringkan rambutnya.
David mengambil alih handuk kecil yang Stella pegang untuk mengeringkan rambut. Dengan lembut David menggosok handuk kecil itu pada rambut sang istri hingga airnya terserap lalu mengganti handuk dengan hair dryer. Sesekali mengecupi pundak polos sang istri yang tubuhnya masih dibalut handuk sebatas dada. Pundak yang penuh dengan jejak kerinduan hingga ke lehernya. Jangan tanya dengan yang dibalik handuk. Sudah dipastikan tubuh Stella kini bagaikan jerapah.
"Nanti gimana kalo gak tumbuh lagi" masih dengan keluhan yang sama dan ekspresi yang sama membuat David gemas ingin lagi dan lagi melahap istri mungilnya ini.
"Pasti tumbuh lah, sayang. Rambut kamu juga selalu tumbuh lagi kalo udah dipotong, kan" bujuk David seraya meletakkan hairdryer dan menyapukan sisir di rambutnya yang sudah kering.
"Yang ini juga udah tumbuh lagi nih" lanjut David menelusupkan sebelah tangannya kebagian bawah handuknya.
__ADS_1
"Mas..." rengek Stella dengan nafas berbeda. Terdengar manja dan membangkitkan kembali sang jaguar.
"Ya sayang" jawab David serak ditelinga Stella.
"Udah mandi ini..." keluhnya namun kepalanya mendongak dan menggigit sebelah bibirnya menikmati setiap sentuhan sang suami. Memberikan akses pada David untuk menambah jejak kerinduan mengisi kulitnya yang belum sepenuhnya memerah.
"Tapi kamu basah lagi, sayang. Jaguarku juga belum mau tidur"
Tanpa mau menunda, David membopong Stella ke pembaringan dan menuntaskan keinginannya yang tak pernah padam jika bersentuhan dengan sang istri. Karena jika matahari mulai menampakkan diri, sudah dipastikan harinya akan didominasi sang anak yang tak mau lepas dari Stella.
David tak masalah jika harus bekerja dan mempekerjakan jaguarnya seorang diri.
Bagaikan anak lelakinya yang baru mendapatkan mainan baru, David memainkan dan menikmati setiap inchi tubuh Stella. Karena meski sang istri lelap tertidur, namun lenguhannya tak pernah absen dalam setiap gerakan David.
"I love you honey. Always" ucap David di telinga mengakhiri permainannya sambil mengecup dalam dan sayang pelipis Stella. Barulah dia ikut membaringkan tubuh lelahnya di sebelah sang istri dengan senyuman dan pelukan posesif. Tempat ternyaman baginya.
tok
__ADS_1
tok
tok
"Maaa..."
tok
tok
tok
"Mamaa..."
Yoda menggedor pintu kokoh itu diiringi isak tangis. Stella yang baru satu jam memejamkan mata kembali memaksa matanya membuka karena panggilan sang anak yang tak henti hentinya memukul pintu seakan ingin mendobrak pintu itu dengan tubuh mungilnya.
Stella bergegas mengenakan baju yang belum sempat ia pakai dengan cepat. Tak lupa memakaikan piyama pada sang suami karena jika Yoda sudah masuk kamar, tak jarang ikut masuk kedalam selimut atau menyibak selimut untuk menarik paksa sang papa agar mengajaknya jalan jalan.
__ADS_1