The Seventh Secretary (Sekertaris Ke Tujuh)

The Seventh Secretary (Sekertaris Ke Tujuh)
Kembali Ke Sekolah


__ADS_3

Tak terasa waktu berlalu, besok Stella dan David harus datang ke sekolah lamanya untuk memberikan motivasi pada adik adik angkatan mereka sebagai siswa dan siswi berprestasi dan kini menjadi orang orang yang sukses.


Sekarang Stella sudah lancar dalam menjalankan tugasnya sebagai sekertaris pribadi seorang presdir. Pekerjaan yang biasa dihandle Meyra pun bisa Stella selesaikan secara terstruktur.


Meyra bangga dengan kerja keras keponakannya itu. Dia tak salah memilihnya untuk menggantikannya.


Meyra bergabung di perusahaan ini sejak dia masih gadis. Kinerjanya sangat disukai Wiliam sehingga dia disayangi dengan diberikan fasilitas yang lebih dari seharusnya.


Loyalitasnya harus dihargai. Itulah yang menyebabkan Meyra berat meninggalkan perusahaan. Jika saja dia diberi umur dan tenaga yang selalu enerjik, dia akan mengabdikan hidupnya pada perusahaan.


"Bibi yakin mau resign?" tanya Stella sendu. Hari harinya selama di Inggris tanpa keluarga membuatnya kesepian. Namun saat Stella mulai bergabung di perusahaan dan hampir 24 jam bersama sang bibi satu satunya keluarga yang ia miliki saat ini dan kini kebersamaan mereka akan berkurang kembali karena kini dia yang harus pergi bekerja.


"Hey, bibi sudah tua untuk bekerja. Sekarang giliranmu yang mencari nafkah untuk bibi.. uhuk.. uhuk.." Stella tergelak dengan candaan bibi nya.


"Kamu yakin besok dateng ke sekolah?"


"Iya lah, bi. Bu Fani udah wanti wanti Stella buat dateng. Lagian Stella udah gak papa kok. Kan ada bibi yang dukung Stella"


"Ya udah. Bibi yakin kamu bisa ngatasin semua sekarang. Kamu udah jadi pribadi yang kuat"


Karena hari sabtu perkantoran libur, maka David mengajak Stella untuk berangkat bersama. David menjemput Stella di unitnya.


David terpana melihat penampilan semi santai Stella.



Dia tak percaya bisa melepaskan berlian seindah dirinya.


"Tuan, mingkem tuan" sindir Meyra yang melihat mulut David menganga karena terpana.


"Boleh saya bawa pulang, bi?"


"Boleh"


David menoleh.


"Sah in dulu"


Meyra berlalu ke dapur untuk mengambil minum dan camilan.


"Emang boleh dijadiin yang ke dua?" lirihnya sambil terus memperhatikan gerak gerik Stella yang tengah bersiap.


"Memang tuan gak niat lepasin yang itu?" tanya Meyra tiba tiba dibelakangnya.


"Ya ampun, kaget. Ya pasti di lepasin lah bi. Tapi gimana kalo yang ini keburu kecantol orang?"


"Resiko. Makanya cepetan beresin. Kan bahaya kalo sampe ponakan bibi yang super baik dan cantik dibilang pelakor"

__ADS_1


David tertegun. Benar juga yang dibilang Meyra. Ego nya bisa menyakiti Stella lagi. Mau tak mau dia harus cepat membereskan Lusi.


"Udah siap?" tanya David saat Stella mendekat dan meraih tas hitam mungil dengan tali yang panjang sesuai dengan outfit nya.


"Yuk" timpal Stella.


"Bi, Stella berangkat dulu ya. Bibi kalo mau jalan jalan bilang sama Stella. Nanti Stella nyusul. Ok" Stella berpamitan sambil mengecup pipi kiri dan kanan Meyra yang dibalas anggukan dan senyuman.


Meyra berharap ponakannya itu mendapatkan kebahagiaan. Sedikitnya dia berharap David yang menjadi pasangannya. Tapi dia tak mau gegabah dengan menjerumuskan Stella kedalam jurang tanpa dasar.


David berpakaian santai namun sopan hari ini.



Penampilan mereka sangat serasi membuat orang orang yang melihat mereka merasa iri.


Sebelum ke sekolah lama mereka, David melajukan mobilnya menyusuri jalan yang dulu biasa dia lalui kala menjemput dan mengantar Stella.


David sedikit meliriknya, mencari tahu reaksi Stella.


Tampak gurat kesedihan dalam mimiknya.


"Apa kamu mau ke suatu tempat dulu sebelum ke sekolah?" David menawarkan pilihan untuk memecah keheningan.


"Aku tak punya-"


Stella terkejut dan langsung menoleh pada David.


"Bibi Mey yang ngingetin. Kalau mau, mumpung belum kelewat jalurnya"


"Nanti saja pulangnya. Aku takut gak bisa nahan diri"


"Ya udah, kamu mau beli apa dulu biar ngerasa enakan?"


Stella kembali menggeleng.


"Kita lagi gak ada urusan kantor. Jangan sampai istri tuan melihat kita dan berpikiran macam macam" jawabnya membungkam David yang lupa jika dia telah beristri.


Mereka tiba di sekolah lama mereka. Tampak para orangtua menggandeng anak mereka untuk memasuki sekolah baru mereka. Kebanyakan mereka berasal dari kalangan atas terlihat dari kendaraan yang mengantarkan mereka. Stella tertegun melihat tempat yang memiliki kenangan indah sekaligus menyakitkan. Sudah banyak perubahan pada sisi depan sekolah ini.


David menghela nafas. Bayangan kenangan mereka terputar secara otomatis kala menyusuri lorong, lapangan basket, kantin dan perpustakaan.


Mereka sampai di aula dan bu Fani membimbing mereka untuk masuk dari pintu lain.


Acara dimulai, seorang guru yang bertindak sebagai moderator membuka acara. Tak lupa mempersilahkan kepala sekolah dan ketua yayasan untuk memberikan kata sambutan, juga perkenalan tentang fasilitas, visi dan misi sekolah bagi anak didik yang disampaikan oleh wakasek bidang kesiswaan.


Dan kini tibalah saat Stella dan David juga beberapa perwakilan para alumnus berprestasi untuk memberikan motivasi.

__ADS_1


David melihat ada yang janggal diantara para kumpulan orang tua. Dia sepertinya melihat orang yang tak asing.


"Deri, Lusi? untuk apa mereka kesini?" batin David.


Lusi tampak dekat dengan Deri, mereka mengapit seorang gadis remaja yang cantik.


Tibalah waktu untuk David memperkenalkan diri dan sedikit bercerita lalu memberikan beberapa motivasi untuk para calon siswa.


"Yak, Pak David ini adalah siswa terbaik lulusan tahun 2014"


Stella tertegun saat mendengar moderator menyampaikan biografi David.


"Lulusan 2014?"


Ditambah dengan keterangan lain yang menyebutkan tentang kemiripan biografi David yang dikenalnya dahulu dengan yang sekarang duduk disampingnya.


Stella bahkan tak mendengarkan penuturan David untuk memberikan motivasi pada adik angkatan mereka.


"Baiklah, sekarang kita juga kedatangan tamu istimewa. Dia adalah siswi terbaik sepanjang sejarah sekolah kita. Dia selalu mendapat nilai sempurna, bukan hanya dalam nilai sehari hari, tapi dia mendapat nilai sempurna dalam setiap lomba olimpiade sains yang diadakan setiap tahun dan berhasil membawa sekolah ini menjadi juara umum selama 3 tahun berturut turut. Inilah super star kita..


STELLA AUBREY"


Terdengar riuh tepuk tangan menyertai decak kagum para orang tua dan siswa.


Stella bangkit dan berdiri memberikan salam hangat.


Hanya 2 orang yang terlihat mematung melihat penampakan terbaru Stella yang tak mereka duga.


"Terima kasih kepada pihak sekolah yang dengan susah payah mencari saya dan membujuk saya untuk hadir disini"


trek


Proyektor menampilkan sebuah foto berukuran besar saat Stella memberikan kata sambutan.



Suara riuh kembali terdengar, namun bukan riuh kekaguman, namun ejekan keheranan karena dalam foto itu Stella mengenakan seragam sekolah itu.


"Apa yang anda sekalian lihat dalam tampilan proyektor?" tanya Stella.


Suara bisik bisik menghina dan merendahkan terdengar dari arah forum.


Stella tersenyum.


"Ya, itulah yang selalu saya dengar dan saya dapatkan dari teman teman saya selama 3 tahun"


Forum seketika hening.

__ADS_1


"Ini adalah saya 7 tahun yang lalu"


__ADS_2