Tunangan Galak

Tunangan Galak
Bab 101


__ADS_3

"Hai juga, Ga,”


Shelina membalas sapaan Argantara sembari tersenyum lebar.


"Ya udah berangkat yuk,”


Ajak Shelina padaku. Tapi Shelina menahan lengan Argantara. Dan sepertinya dia menatap Shelina bingung .


"Kayaknya aku lupa sesuatu,”


Ucap Shelina dan langsung kembali mendapat tatapan bingung dari Argantara.


"Ya udah ambil dulu sana, kalau ada yang ketinggalan."


Ucap Argantara pada Shelina.


"Cieee yang semalam gendong aku. cieee sweet banget sih pacar aku,”


Kini Shelina menggoda Argantara sembari menjawil pipinya disertai dengan suara layaknya anak kecil.


"Apaan si kamu? Kok suaranya gitu?"


Ucap Argantara menahan senyumnya.


"Cieeee. Perhatian banget sih cama aku. Sampe di gendong segala,”

__ADS_1


Shelina masih menggoda Argantara dan tak berhenti menjawil pipi nya. Kini Argantara membawa Shelina ke dalam pelukannya. Shelina bisa merasakan pelukan erat dari Argantara.


"Aku sayang banget sama kamu. Jangankan gendong kamu dari sini ke kamar kamu, dari Bogor ke Jakarta juga aku jabanin,”


Ucap Argantara sembari tertawa kecil pada Shelina. Shelina mendongakkan wajah Shelina agar bisa menatap Argantara. Tak berapa lama, Shelina menggenggam tangannya erat dengan satu tanganku dan sembari mengelus pipinya dengan satu tangan Shelina lagi.


"Makasih ya untuk semua yang udah kamu kasih buat aku. Aku sangat bersyukur, Tuhan menitipkan satu ciptaan nya yang sangat sempurna untuk aku. Aku sangat bahagia milikin kamu. Aku gak nyangka, kalau aku akan miliki pangeran hidup yang sangat luar biasa baik sama aku. Sekali lagi makasih ya, Ga."


Ucap Shelina tulus sembari masih mengelus pipi nya dan menggenggam tangannya erat.


"Sama-sama, Shel. Apapun akan aku kasih buat kamu. Asalkan kamu bahagia. Kalaupun aku harus mengorbankan nyawa aku, untuk bahagia in kamu. Aku akan lakukan itu dengan tulus dan ikhlas. Demi perempuan yang sudah menjadi bagian terpenting dalam hidup aku yaitu kamu."


Ucap Argantara tak kalah tulus. Mataku tampak berkaca mendengar ucapan tulus dari Argantara.


"Jangan nangis. Masa cewek keren cengeng."


"Biarin. Aku kan bukan anak motor. Karena kamu nggak izin in aku buat jadi anak motor. Bawa motor nggak dibolehin, nyebelin!"


Ucap Shelina pada Argantara sembari melipat kedua tanganku di depan dada. Argantara terkekeh melihat tingkah Shelina.


"Iya lah, Aku nggak bakal izinin kamu buat jadi anak motor lagi. Aku sayang banget sama kamu Jadi Aku nggak mau terjadi sesuatu sama kamu, sayang. Eh ngomong-ngomong kamu tau dari siapa? Kalau aku gendong kamu?semalam kamu kan tidur. kok bisa tau, kalau aku gendong kamu? Atau kamu pura-pura tidur yaa biar aku gendong?"


Argantara bertanya pada Shelina sembari menjawil pipiku. Shelina langsung memukul lengannya dan mencubit pinggang nya. Argantara terlihat meringis kesakitan dengan cubitan Shelina.


"Enak aja. Siapa juga yang mau kamu gendong? Yeee geer. Aku tuh tau dari bik imah."

__ADS_1


Ucap Shelina pada Argantara dan dibalas oleh dengan anggukan paham.


"Eh kita kenapa belum berangkat? Nanti telat lagi. Ayuk kamu naik ke motor aku. Biar kita berangkat ke kampus. Sebelum telat"


Ucap Argantara yang berhasil membuat Shelina panik.


******


"Makasih udah mau nganter aku ke kampus kang supir,”


Ucap Shelina mengejek Argantara ketika menuruni motornya.


"Tapi kang supirnya ganteng kan?"


Balas Argantara menggoda Shelina.


"Enggak. biasa aja,”


Ucap Shelina yang sedang menahan senyumnya karena pipiku diusap Argantara.


"Halah bohong. Kalau gak ganteng kenapa mau jadi pacarnya kang supir ini?"


Lagi-lagi Argantara menggoda Shelina. Sembari belum berhenti mengusap pipi Shelina. Dan kini ia beralih mencubit pelan hidung mancung milik Shelina. Dan rona di pipi Shelina hadir setelah terasa panas. Setiap kali di goda Argantara, pasti seperti gini kelakuan pipi Shelina.


"Eeaaa pagi-pagi udah mesra aja nih,”

__ADS_1


Ucap seseorang yang telah berhasil membuat canda kami terhenti. Sepertinya suara itu berasal dari arah belakang tubuhku. Shelina langsung menoleh ke belakang. Dan mendapati seseorang yang telah mengeluarkan ucapannya tadi.


__ADS_2