Tunangan Galak

Tunangan Galak
Bab 112


__ADS_3

“Gue penasaran sebenarnya. Kenapa orangtua Shelina tiba-tiba tau ya gimana sikap gue ke Shelina dulu, padahal Shelina nggak cerita apa-apa ke mereka dan mereka sendiri juga bilang kalau Shelina nggak pernah cerita yang jelek-jelek tentang gue. Akhirnya hubungan gue sama irangtua Shelina sekarang ini agak dingin dikit, itu menurut gue sih,”


Argantara menekan keningnya. Tiba-tiba kepalanya pening. Karena Shelina mendadak tak diizinkan oleh orangtuanya untuk pergi bersamanya karena Shelina mau diajak pergi ke acara pernikahan teman mama Shelina. Walaupun orangtua Shelina punya alasan tak membiarkan Shelina pergi bersamanya siang ini tapi menurut Argantara aneh saja. Biasanya kalau Shelina mau pergi dengannya tak pernah dihalangi.


Kalaupun ada hal yang membuat Shelina tak jadi pergi biasanya disampaikan dari sebelumnya, tidak mendadak. Ia terkejut ketika tadi Ia menghubungi Shelina untuk memberitahu bahwa Ia akan berangkat ke rumah Shelina tiba-tiba Shelina mengatakan Ia diajak pergi oleh orangtuanya untuk menghadiri acara pernikahan anak dari teman orangtuanya. Tak hanya sekali ini saja, terhitung sudah tiga kali ketika Ia dan Shelina akan pergi, tiba-tiba Shelina berhalangan dan orangtua Shelina menyampaikan alasannya secara tiba-tiba. Entah itu cuma perasaan Argantara saja atau memang kenyataannya seperti itu.


Biasanya dalam seminggu ada waktu yang Ia habiskan bersama Shelina. Ini sudah dua minggu mereka hanya bertemu di kampus saja.


“Yang jelas bukan teman-teman lo yang ngadu, Ga walaupun kita tau,” ujar Denis yang langsung diangguki oleh Ardan dam Satria selaku teman dekat Argantara yang tahu kalau dulu itu Argantara sempat menolak habis-habisan rencana perjodohan dirinya dan Shelina. Bahkan bagaimana sikap Argantara kepada Shelina saja, mereka tahu persis. Mereka juga yang menasehati Argantara.


“Iya gue juga nggak nuduh kalian kok. Kalian juga kan nggak kenal sama orangtua Shelina. Gue cerita gini bukan karena nuduh lalian. Gue cuma lagi pengen cerita aja,”

__ADS_1


“Cie yang galau nggak jadi pergi nonton sama Shelina, padahal udah girang bener mau nonton berdua akhirnya jadi nyamperin kota di sini hahahaha,” ujar Satria seraya tertawa. Argantara tiba-tiba datang ke rmah Satria yang sedang menjadi tempat berkumpulnya Satria, Ardan, dan Denis.


“Tadi diajakin gabung sama kita nggak mau alasannya karena mau pergi sama Shelina eh nggak taunya—hahaha,”


“Njir diem lo! Banyak bacot banget,” omel Argantara karena Satria mengoloknya dan itu menyebalkan.


“Ya makanya jangan dombong dulu, Bos,”


“Lagian kok Shelina dadakan sih?”


“Ya gue juga nggak tau, tiba-tiba dia bilang maaf nggak jadi karena dia diajakin sama orangtuanya datang ke acara nikahan anak eman orangtuanya gitu, nggak tau juga kenapa mendadak banget ngasih taunya padahal gue udha mau berangkat ke rumah dia tadi,”

__ADS_1


“Untung aja lo belum jalan, Shelina udah ngasih tau. Coba kalau lo udah sampai sana, sia-sia deh lo udah datang,”


“Nggak gue anggap sia-sia kok, apapun yang berhubungan sama Shelina nggak sia-sia,”


“Dih bucin akur banget,”


“Najis lebay!”


“Alay lo ah!”


Argantara terkekeh, Ia beruntung memiliki tiga irang teman dekat yang bisa dibilang sdah seperti keluarga karena berinteraksi dengan mereka bisa mengusir sedih, pikiran negatif yang sedang melandanya, dan lain-lain.

__ADS_1


__ADS_2