
“Arga, lo dengerin gue! Lo cuma bikin masalah kalau masuk ke dalam. Gue nggak yakin kalau lo cuma pengen mastiin kalau itu beberan Alya. Nanti lo bakal buat keributan di dalam. Mendingan ya, lo perhatiin aja dari dalam mobil lo, nanti ‘kan pasti dia keluar dari kafe lo bisa tau dia beneran Alya atau bukan, dan dia bener sama cowok atau nggak,” ujar Satria.
“Nah bener kata Satria, Ga. Udah mendingan lo perhatiin dari dalam mobil aja yok. Jangan samperin, yang ada lo malah ribut ntar,”
Ardan langsung merangkul bahu Argantara dan membukakan pintu mobil Argantara supaya Argantara bisa langsung masuk.
“Kita di mobil lo juga biar liat langsung, dan bebar-benar buktiin kalau omongan gue tuh bener,” ujar Denis yang tak mau juga dituduh berbohong atau dibilang salah lihat. Jelas-jelas yang Ia lihat barusan masuk ke kafe itu adalah Alya.
__ADS_1
“Ya elah mau sampai kapan gue nunggu kayak gini? Hah? Gue butuh penjelasan Alya juga, kenapa dia ninggalin gue tanpa alasan,”
“Tuh ‘kan lo bakal ngomong panjang lebar ama dia terus nanti berantem deh akhirnya ditambah lahi dia nggak sendiri. Udah mending kata gue mah lo di sini aja. Nanti kalau seandainya itu emang beneran Alya dan dia sama cowok lain. Serius, lo harus move on! Karena apa? Dia udah bahagia sama yang baru,” ujar Satria sambil menepuk bahu temannya itu sekali.
Argantara berdecak dan menyentak tangan Satria agar menjauh dari bahunya. Ia menatap Satria dengan sinis. “Gue nggak akan segampang itu percaya. Gue mesti nanya ke dia langsung, nggak bisa lah kalau cuma diliat pakai mata dia sama cowok lain terus gue harus move on. Bisa jadi itu teman atau saudaranya, bukan siapa-siapa dia,”
“Lo tuh bego banget ya. Giliran sama calon istri sendiri garang, keliatan keras banget, eh giliran soal Alya, ya ampun melehoy banget. Masih aja letoy dibegoin sama cinta,”
__ADS_1
“Nggak usah bacot deh, Sat. Gue nggak minta pendapat lo. Shelina sama Alya itu jelas-jelas beda! Lo nggak bisa samain mereka,”
“Ya emang siapa juga yang samain, gue tau mereka beda. Nah nedanya adalah, Shelina baik, kalau Alya lo jawab aja deh sendiri. Kalau gue yang jawab, gue takut salah,”
Argantara langsung menatap Satria dengan sinis dan langsung menjawab dengan nadanya yang meninggi “Sok tau! Shelina nggak sebaik yang lo pikir!”
“Udah eh! Lo segitunya amat belain Alya, dan jatuhin Shelina. Ntar juga bakal ketauan siapa yang jahat sebenarnya, tanpa lo koar-koar Shelina jahat,” Denis meninggikan suaranya juga. Jujur Ia muak karena Argantara masih juga dibutakan oleh cinta. Sudah ditunggal pergi, bukannya melupakan malah makin cinta. Dimana seharusnya cinta itu untuk calon istrinya. Alih-alih memberikan cinta, Argantara justru memberikan luka untuk Shelina.
__ADS_1