Tunangan Galak

Tunangan Galak
Bab 79


__ADS_3

“Kamu nggak makan bekal yang titipan Mama aku, Shel?”


Ketika dosen sudah pergi dan Shelina berniat untuk ke kantin, tiba-tiba Ganta datang ke mejanya sambil tersenyum.


“Nggak,”


“Lho, emang kenapa? Masakan mama aku enak kok. Kamu bukannya udah pernah cobain masalan mama aku ya?”


“Iya aku tau masakan mama kamu enak banget”,


“Terus kenapa nggak kamu makan dong?”


“Hmm Ganta sebelumnya maaf banget. Aku menghargai amsakannya Mama kamu. Aku juga tau masakan Mama kamu tuh luar biasa enak karena ‘kan bukan sekali dua kali aja Mama kamu bagi makanan ke orang di rumah rumah aku ataupun ke aku sendiri. Tapi pagi tadi Arga belum sarapan, terus aku kasih makanan dari kamu ke Arga. Bukan karena aku nggak menghargai ya, tapi aku nggak tega soalnya dia lapar dan jam nya ‘kan udah mepet sama dosen yang mau datang. Makanya aku kasih itu ke dia. Sekali lahi aku minta maaf ya, Ganta,”


Shelina menatap Ganta dengan sorot mata permintaan maaf. Shelina tidak menyesal sedikitpun memberikan makanan kepada Argantara. Tapi sekarang Ia merasa tidak enak pada Ganta. Ia khawatir Ganta berpikir kalau Ia tidak menghargai pemberian mamanya.

__ADS_1


Ganta menggertakkan giginya kesal. Tapi Ia berusaha untuk tersenyum. Entah kenapa Ganta ragu Argantara itu belum sarapan.


“Jangan-jangan Arga udah sarapan tapi ngaku belum sarapan karena dia sengaja mah ngambil makanan dari gue buat Shelina. Itu harusnya untuk Shelina! Bukan untuk dia! Benar-benar nggak tau malu itu orang ya. Maunya apa sih?!” Batin Ganta yang sangat kesal dengan perbuatan Argantara. Ia yakin Argantara memang sengaja mengambil makanannya dari tangan Shelina tapi dnegan menggunakan caranyang halus supaya Shelina tidak tahu. Karena kelihatannya Shelina benar-benar tulus memberikan makanan itu, tidak bisa menebak kalau tunangannya sudha punya tujuan tersendiri dengan mengaku belum sarapan.


“Ganta, sekali lagi aku minta maaf ya. Kamu mau maafin aku ‘kan?” Tanya Shelina pada Ganta yang langsung tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


“Iya aku maafin kamu kok, tenang aja. ‘Kan kita emang harus saling peduli satus ama lain. Kalau ada yang lapar masa iya kita biarin aja, apalagi dia orang terdejat kita, eh apalagi dia tunangan kamu. Jadi aku paham kok hehehe,”


“Okay makasih ya, Ganta,”


“Iya, aku udah lapar pengen ngunyah nih,”


“Ya udah ayo aku temenin,”


“Eh nggak usah aku sendiri aja bisa kok. Nggak perlu kamu temenin, Ganta,”

__ADS_1


Bisa gawat kalau Argantara tahu Ganta menemaninya ke kantin. Argantara itu sensitif pada Ganta. Argantara bahkan tidak ragu-ragu lagi mengatakan bahwa dirinya cemburu dan Shelina harus menghargai itu sebagai tunangan Argantara.


Ini yang sempat Ia inginkan waktu itu. Argantara yang cemburu tandanya peduli kepadanya. Sekarang Argantara sudah bisa beradaptasi dengannya, sudah cemburu, ini yang Ia harapkan sejak awal mereka bertunangan. Walaupun ternyata Argantara itu suka menyebalkan kalau lagi cemburu tapi inilah yang Ia harapkan jadi Ia tidak masalah sama sekali karena sejauh ini cemburunya Argantara masih wajar.


*****


Argantara diam kebingungan melihat dari depan pintu kelas Shelina. Ia tidak melihat keberadaan Shelina yang entah kemana.


“Lah ini Shelina udah keluar dari kelas ya? Kok nggak ada di bangkunya sih?”


Ri kelas Shelina hanya ada beberapa orang saja. Argantara akhirnya menghampiri salah satu teman Shelina yang sedang menikmati makanan.


“Sorry gue mau tanya sebentar. Shelina kemana ya?”


“Shelina udah keluar barusan sama Ganta,”

__ADS_1


__ADS_2