
Nomor Yang anda tuju sedang tidak aktif
Argantara tak mampu lagi menyembunyikan rasa cemas kepada istrinya yang sudah berkali-kali ia hubungi tapi tak kunjung mendapat respon.
Lelaki itu menarik napas gusar. Matanya berputar memandang sekeliling lingkungan mall yang ia jejaki untuk mencari sosok wanita mungil yang sangat ia cintai itu.
Kaki Argantara tak henti berkeliling menghampiri toko satu menuju toko lainnya untuk menemukan Shelina yang tadi pergi meninggalkannya karena masalah beberapa menit lalu.
Keringat tak henti mengalir dikala mengingat keadaan istrinya yang kini tengah berbadan dua. Argantara sangat takut terjadi sesuatu yang dapat membahayakan kedua belahan jiwanya.
"Kamu dimana, Sayang,”
Lirih Argantara seraya mengusap wajahnya gusar. Tangannya mencengkram telepon genggamnya dengan kuat.
“Udah ngobrolnya?"
Argantara terlonjak kaget saat seseorang menepuk pundaknya. Ia menoleh dan mendapati Shelina sedang tersenyum tipis padanya. Kedatangan Shelina benar-benar membuat semua rasa cemas di hati Argantara menguap seketika.
Dengan sigap Argantara memeluk Shelina. Akhirnya usahanya untuk mencari Shelina berbuah manis setelah hampir satu jam ia berkeliling di pusat perbelanjaan itu.
“Kamu kemana sih? Aku panik nyariin kamu."
Argantara membingkai wajah Shelina dengan gemas. Mata Argantara menelisik tubuh Shelina dari atas hingga bawah. Ia sangat bersyukur di kala melihat istrinya baik-baik saja.
__ADS_1
“Tadi aku ke toko boneka,”
“Kamu nggak papa kan? Nggak ada yang luka kan? Nggak ada yang--"
Shelina membungkam mulut Argantara dengan telunjuknya.
“Sstt. Aku nggak apa-apa. Tenang aja,”
Argantara mengangguk lalu meletakan tangannya di atas perut sang istri.
“Mau makan? Kasian dedeknya lapar,”
Shelina menggeleng dengan menggemaskan.
“Serius kamu gak laper? "
“Aku mau pulang aja,”
*******
Malam Ini Argantara dan Shelina menghabiskan waktu mereka di balkon kamar yang mereka tempati. Saling mengungkap rindu, saling mendekap rasa mereka menikmati sinarnya bintang ditemani angin malam yang menyejukan.
Shelina bersandar dengan nyaman di dada Argantara yang tengah fokus mengusap kepala Argantara penuh kasih sayang.
__ADS_1
Keduanya tak tahu harus memulai perbincangan darimana. Semenjak kejadian di mall tadi siang, Argantara dan Shelina sama-sama canggung untuk memecahkan keheningan.
"Hmm. Gimana masalah kamu sama Lia mantan kamu? Udah selesai?"
Setelah sekian lama berperang dengan pikirannya, akhirnya Shelina berani untuk mengangkat suara.
Shelina menatap Argantara yang sedang menumpukan dagunya di atas kepala Shelina.
Argantara menghela nafas kasar sebentar lalu menatap istrinya dengan rasa bersalah.
Sebenarnya Argantara tidak memiliki nyali untuk bersanding dengan Shelina saat ini. Ia kembali membuat istrinya terluka. Rasa bersalah kembali membelenggu dirinya. Ketika menatap mata hazel milik istrinya, di saat itu juga Argantara merasa bahwa ia adalah laki-laki paling bodoh didunia ini.
"Udah, Aku udah minta sama dia untuk gak ganggu kita lagi,”
Shelina kembali mendongak memperhatikan bulan yang sedang bersanding bahagia dengan bintang.
Di setiap sujudnya Shelina selalu memanjatkan doa kepada sang pemilik cinta untuk menjaga kehidupan bahtera rumah tangganya bersama Argantara.
"Apa sebaiknya kita introspeksi masing-masing dulu sampai kamu bisa menyelesaikan masalah kamu sama Lia? "
"Maksud kamu?"
"Aku tau, sangat sulit melupakan orang yang pernah kita cintai. Mungkin bukan pernah tapi masih. Kalau memang kamu belum bisa membuka hati kamu untuk aku dan anak yang berada di dalam kandunganku dengan ikhlas, lebih baik kita berpisah."
__ADS_1
“Duh apa sih, Shel? Dia tiba-tiba aja datang, nggak ada masalah yang belum selesai. Emang dia aja yang nggak jelas datang-datang meluk aku mana kamu nya pergi bukan malah ada terus di samping aku supaya dia makin tau kalau aku udah punya kamu,”
******