
“Halo,”
“Lo kemana aja sih? Dari tadi gue liatin whatsapp lo online, tapi pas gue telepon lo lagi ada di panggilan lain. Mana lama banget lagi sampai lima belas menit gue tungguin online mulu,”
Shelina spontan menjauhkan ponselnya dari telinga karena begitu Ia terima panggilan dari Argantara, tunangannya itu langsung mengomeli dirinya.
“Iya maaf, aku habis telponan sama teman aku,”
“Masa lama banget? Ngobrolin apa aja? Ini gue sengaja telepon lo karena permintaan Mama ya. Mama mau ngomong sama lo,” ujar Argantara yang masih belum bisa menghilangkan rasa kesalnya karena Ia coba menghubungi Shelina sejak tadi akan tetapi Shelina selalu ada di panggilan lain.
Tina, mama Argantara tersenyum melihat Argantara kelihatan cemburunya. Dalam hati Tina bergumam “Dasar kamu, Ga. Cemburu ya bilang aja, jangan ngomel, atau uring-uringan begitu,”
__ADS_1
“Nih, Ma. Udah bisa Shelina ditelepon,” ujar Argantara seraya menyerahkan ponsel genggamnya kepada sang mama.
Argabtara melanjutkan makannya, sementara sang mama memang hanya menemani saja sejak tadi, karena sebelumnya sudah makan. Mereka mengobrol sambil Argantara mengisi perutnya. Dan Tina baru tahu kalau ternyata Shelina mengalami insiden yang tidak dipernah diinginkan oleh siapapun yaitu jatuh dari tangga. Tina sudah bisa membayangkan sesakit dan semalu apa Shelina tadi. Maka dari itu Tina ingin bicara dengan Shelina untuk menanyakan keadaan gadis itu sekarang.
“Halo Assalamualaikum, Shelina cantik,”
“Waalaikumsalam, Tante. Maaf aku baru bisa dihubungi soalnya tadi lagi ngobrol sama teman aku, Lifa, Tan,”
“Iya nggak apa-apa. Santai aja, Sayang. Tante sih nggak uring-urungan ya, tapi anehnya Arga malah sebaliknya,” sindir Tina seraya melirik anaknya itu.
“Iya aku habis jatuh dari tangga tapi aku baik-baik aja kok, Tan. Udah dibawa ke rumah sakit juga sama Arga, diperiksa semuanya kata dokter baik-baik aja. Cuma masih agak nyeri di kaki, tapi udah makin mendingan, Tan,”
__ADS_1
“Ya ampun, kamu kenapa nggak hati-hati gitu? Lagi ada yang dikejar ya? Diburu-buruin apa sih?”
“Niatnya mau nyamperin teman aku, dia meluncur gitu dari pegangan tangga supaya nggak capek turun tangga katanya, tapi tiba-tiba dia berhenti makanya aku samperin, aku takut dia kenapa-napa. Eh ternyata malah aku jatuh,” ujar Shelina seraya terkekeh. Ia menertawakan kebodohannya sendiri. Ingin memastikan temannya baik-baik saja tapi malah Ia yang terjatuh.
“Duh musibah emang nggak ketebak ya, pasti kamu dan teman kamu juga pada kaget nggak nyangka malah kamu jatuh,”
“Iya tapi bersyukurnya aku nggak kenapa-napa. Dibantuin sama Arga juga. Dia antar aku ke rumah sakit, terus pulangin aku ke rumah juga. Baik banget Arga, Tante. Makasih udah jadiin Arga anak laki-laki yang baik ya, Tante,”
Tina terkekeh mendengar ucapan Shelina yang memuji Argantara. Sedangkan yang dipuji asyik makan. Argantara dengar pembicaraan antara mama dan juga tunangannya itu tapi Ia memilih untuk sibuk dengan makanannya sendiri.
“Ya udah banyakin istirahat ya,”
__ADS_1
“Iya siap, Tante. Oh iya aku mau bilang makasih juga karena waktu aku sakit demam kemarin, Tante ngirimin makanan ya ke aku. Makasih banyak ya, Tante. Arga bilang itu titipan dari Tante,”
Kening Tina mengernyit tidak paham dengan ucapan Shelina. Ia tidak ingat telah menitipkan makanan untuk Shelina yang sedang sakit kepada Argantara. Tina langsung menatap ke arah Argantara yang sempat diam alias berhenti mengunyah ayam goreng tapi ketika ditatap oleh mamanya Ia kembali mengunyah.