Tunangan Galak

Tunangan Galak
Bab 41


__ADS_3

“Eh ada Arga. Ternyata lo diundang juga sama Angelin ya?”


Argantara menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Tita yang baru saja kembali dari kamar mandi beraama Lifa usai buang air kecil.


”Tuh ‘kan, gue bilang harusnya lo ngajak Arga tapi loalah nggak mau. Eh taunya Arga diundang juga ‘kan. Lo aneh di, Shel. Lo ‘kan udah tunangan masa nggak mau ajak tunangan sih?”


“Ya daripada kena semprot amarahnya dia, lebih baik nggak usah deh. Aku juga nggak tau kalau dia ternyata diundang,” batin Shelina sambil menyeruput minuman.


“Arga, temen-temen lo diundang juga?”


“Tuh liat sendiri,”


Argantara menggerakkan dagunya ke arah meja dimana tiga temannya sedang mengobrol.


“Oh ternyata diundang segerombolan juga ya,”


“Ya nggak segerombolan juga lah, orang cuma berempat udah sama gue,”


“Guys, pesta dansa yuk,”

__ADS_1


Pembaca acara meminta para tamu undangan untuk bersiap. Shelina dan dua temannya panik. Mereka tak ada pasangan, jadi yang harus mereka lakukan sekarang adalah pergi meninggalkan tempat acara. Mereka juga sudah bicara pada Angelin sebelumnya kalau mereka tidak ikut dansa.


“Eh eh pulang yuk,” ajak Lifa yang langsung mengambil sling bagnya begitupun Tita dan Shelina.


“Kenapa pulang sih?” Tanya Argantara pada mereka bertiga yang hendak melangkah pergi meninggalkan tempat acara.


“Ya karena nggak bawa pasangan,”


“Woy, Lif. Sebenarnya ya kalau dipikir-pikir Shelina tuh ada pasangan. Kenapa dia kita ajakin pulang juga?” Tita baru sadar dengan kenyataan bahwa Shelina punya tunangan dan sekarang tunangannya juga ada di depan mata mereka. Seharusnya mereka tidak mengajak Shelina pulang juga.


“Nggak-nggak, aku pulang,”


“Den, Sat, sini deh!” Kata Argantara pada mereka yang langsung beranjak menghampiri.


“Mau dansa ‘kan?”


“Maulah, anjir. Cuma lagi jomblo aja sekarang,”


“Nah ya udah, nih dansa sama Tita, Lifa,”

__ADS_1


Denis dan Satria terkekeh dan saling menatap satu sama lain. “Seriusan nih? Emang kalian pada mau?” Tanya Denis yang langsung diangguki oleh Lifa dan Tita.


“Sebenarnya mau sih cuma ‘kan nggak bawa partner dansanya,”


“Ya udah, gue sama lo, Ta,” ujar Denis seraya mendekati Tita.


“Gue dansa sama lo ya, Lif,”


Satria mendekati Lifa. Terbentuklah dua pasang manusia yang sudah siap untuk melakukan dansa.


Shelina langsung kepihatan murung. Sebelumnya Ia bersama dua sahabatnya itu sudah sepakat untuk pulang ketika pesta dansa tapi ternyata mereka punya teman dansa. Lalu bagaimana dengannya? Shelina menyimpulkan Ia harus pulang sendiri.


“Ih kok kalian gitu sih? Masa aku sen—“


“Kata siapa lo pulang? Lo ikut dansa sama gue,” ujar Argantara dengan lugas sambil menatap Shelina dengan sorot mata yang dalam.


“Hmm? Emang kamu nggak apa-apa dansa sama aku?”


“Ya nggak apa-apa lah, emang salahnya dimana coba?”

__ADS_1


“Iya ih, Shelina. Punya tunangan berasa jomblo mulu lo. Udah jangan malu-malu, ‘kan udah tunangan,” kaga Tita menggoda Shelina yang benar-benar tidak menyangka kalau akan diajak berdansa oleh Argantara. Tidak terbesit di benaknya untuk menjadikan Argantara sebagai partner berdansanya. Karena apa? Lagi-lagi takut dikecewakan dengan penolakan Argantara.


__ADS_2