Tunangan Galak

Tunangan Galak
Bab 72


__ADS_3

“Kayaknya cowoknya Shelina deh,”


“Nah ya udah berarti dia risih lo hubungin Shelina. Kalau gitu nggak usah deketin punya orang lagi, Beo. Mending cari yang lain,”


“Ah elah, diem lo! nggak usha ngatur gue deh,”


Noval memarahi temannya yang meminta Ia untuk berhenti mendekati Shelina padahal itu halnya selagi Shelina masih belum punya status menikah alias istri orang.


“Mending cari yang lain,”


“Dia temen gue,”


“Tapi lo nganggapnya udah beda ‘kan? Daripada makin kelewatan ya, mendingan lo cari yang lain aja, itu saran gue,”


“Ah elah lo tuh ngatur banget sih,”


“Astaga gue dibilang ngatur,”


“Gue suka sama dia dari zaman sekolah,” aku Noval seraya meletakkan ponselnya dnegan kasar di atas meja. Ia tidak bisa lagi menghubungi Shelina karena nomornya diblokir entah oleh Shelina sendkri atau justru dnegan kekasihnya.


“Lo lagian ya, bisa-bisanya clbk setelah ketemu sama Shelina di minimarket,”

__ADS_1


“Ya bisa aja lah, namanya juga udah pernah kenal dan dekat sebelumnya,”


******


Argantara buru-buru meletakkan ponsel Shelina di atas meja setelah Shelina kembalid ari kamar mandi.


“Udah? Ayo kita makan sekarang,”


“Iya udah lega, tadi pengen pipis banget,”


“Nah sekarang udah lega, waktunya kita isi perut,”


Shelina mraih ponselnya. Ia terbiasa suka makan sambil memegang ponsel. Nanti tau-tau makanannya habis karena Ia terlalu sibuk dengan ponsel.


Argantaraelirik was-was ke arah Shelina. Ia baru saja memblokir nomor telepon temannya Shelina, Noval yang katanya punya seuatu untuk Shelina. Argantara tidak lupa dengan sosok itu. Selain Ganta, sosok laku-laki yang membuat Argantara kesal, merasa cemburu dan ingin memaki adalah Noval.


Sudah lima menit Shelina makan sambil sibuk demgan ponsel genggamnya belum ada tanda-tanda Shelina tahu kalau Argantara alias tunangannya baru saja memblokir nomor telepon temannya yang dianggap sebagai pengganggu atau pengusik.


“Shel, kamu makan dulu dong yang fokus, jangan sambil main handphone dong,”


Shelina langsung menatapnya dna kemudian tersenyum. Shelina maish ingin menjelajah beranda instagram sebenarnya tapi karena tunangannya itu sudah mekinta Ia untuk fokus makans aja akhirnya terpaksa Ia lepaskan ponslenya itu kemudian Ia letakkan di atas meja.

__ADS_1


“Okay deh, ini aku nggak pehang handphone lagi deh,” kata Shelina.


“Nah gitu dong, masa lagi makan sambil sibuks ama handphone sih,”


“Aku emang suka gitu. Abisnya aku bingung mau ngapain, makan diam doang bosan, jadi aku cari kegiatan lain untuk temenin aku makan, ya itu scrol-scrol beranda instagram, soalnya banyak yang bikin aku terhibur,”


“Apaan? Gosip artis? Atau berita pejabat? Itu nggak memghibur sama sekali,”


Shelina tertawa dmabil memcubit pelan punggung tangam Argantara “Ya nggak lah. Kamu nggak tau ya kalau mislanya aku ini orang yang nggak ngikutin berita artis ataupun pejabat,”


“Kenapa?”


“Ya untuk apa juga?“


“Sama kalau gitu, mending main game online aja deh paling benar,”


“Nggak dong, paling benar itu ya belajar bukan maun, tapi bolehlah main sekali-kali, tapi jangan jadiin itu kegiatan utama yang kamu pentingkan, dan bisa juga buka sosial media, terserah deh mau ngapain. Intinya jangan senang-senang yang diutamain tapi belajar lah yang jadi utama,”


“Iya Ibu negara, Aku panggil kamu ibu negara lagi ya?”


“Yah ampun, kenapa Ibu negara?”

__ADS_1


__ADS_2