
“Shel, gue cinta sama lo. Semoga kita bisa bareng-bareng terus ya. Sorry nih kalau mislanya menurut lo, gue nghak romantis karena sejujurnya gue emang bukan cowok yang bisa romantis, sorry banget ya,”
Shelina terkekeh setelah membeku beberapa detik mendnegar pengakuan Argantara yang tidak basa-basi langsung menyatakan perasaan sekaligus harapan untuk mereka bisa terus sama-sama.
“Iya aku tau kok, dari sikap aja udah ketauan,”
“Jadi lo jangan heran kalau misalnya gue keluatan cemburu, ngeliat lo dideketin sama yang lain. Sejujurnya emang itu yang gue rasain, Shel,”
Shelina tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Ia menghidu satu bucket bunga yang baru saja diberikan oleh Argantara. Ia gagal keluar dari mobil karena tiba-tiba Argantara menahan lengannya dan Argantara memberikan bunga untuknya.
“Makasih ya,”
“Sama-sama, lo tau ‘kan gue orangnya cemburuan, lo tau gue kayak gimana. Plis ngerti ya, jangan merasa kalau gue nggak sayang sama lo. Justru karena gue sayang, gue cinta, jadi gue nggak mau kehilangan lo, Shel. Gue mau sama lo terus, Shel,” ujar Argantara smabil menggenggam tangan tunangannya itu.
“Iya semoga ya,”
“Maafin semua kesalahan gue ya, Shel,”
“Duh kamu tuh kenapa minta maaf terus sih? Kamu nggak ada salah. Udahlah jangan minta maaf terus,”
“Salah gue tuh banyak sama lo. Siapa bilang gue nggak ada salah? Banyak!”
“Yang lalu jangan dibahas lagi,”
__ADS_1
“Gue pernah jadi orang jahat buat lo, Shel,”
“Iya tapi aku ‘kan udah maafin kamu. Sekarang kita udah baik-baik aja, kamu nggak jahat lagi, nggak suka bikin aku sedih lagi dan aku bersyukur banget,”
“Kamu nggak pernah benci sama aku ‘kan, Shel?”
“Nggak dong, masa iya aku benci sama kamu,” jawab Shelina sambil tersenyum hangat dan itu membuat Argantara tersenyum juga.
“Makasih ya, Shel,”
“Iya sama-sama,”
“I love you banget lho,”
Shelina terkekeh salah tingkah mendengar pengakuan dari tunangannya itu. Ia sudah tahu, tapi Argantara kembali menegaskan.
“Mau nikahin kamu, jangan kemana-mana ya, jangan lari ya,”
“Hahahaha emang aku mau lari kemana?”
“Ya kali aja lo mau lari sama cowok lain gitu,”
“Ih nggak! Kamu kok ngomongnya gitu sih? aku tuh nggak mau kemana-mana,”
__ADS_1
“Tapi—-lo udah bisa balas perasaan gue belum sih? Gue penasaran deh. Gue takutnya lo tuh cuma baik, terus bikin gue pede. Padahal ternyata lo nggak suka sama gue, boro-boro cinta ke gue,”
“Kata siapa?”
“Ya gue mau tau aja, itu praduga gue, tapi kebenarannya ‘kan gue nggak tau, yang tau tentang perasaan lo ya cuma lo sendiri, Shel”
“Ya emang, aku sebenarnya udah lama suka sama kamu,”
“Oh ya?”
“Iya lah,”
“Kenaoa nggak bilang?”
“Ya ngapain? Ntar kamu makin ilfeel sama aku, makin emosian ngeliat aku. Ya mending pendam aja,”
“Lah, nggak gitu, Shel,”
“Kamu ‘kan sempat benci sama aku, Ga. Jadi aku nggak mungkin lah punya nyali jujur tentang perasaan aku ke kamu. Bisa-bisa nih ya, kamu makin benci sama aku, makin emosian, bawaannya pengen marah-marah terus ke aku, dan aku nggak mau itu terjadi,”
“Shel, maaf,”
Ekspres Argantara mendadak berubah. Matanya penuh sorot bersalah dan Ia langsung meraih tangan sang tunangan.
__ADS_1
“Maaf ya, Shel,”
“Ih udah jangan minta maaf mulu ah. Aku nggak mau kamu minta maaf terus sama aku, udah cukup ya,”