
Argantara baru saja tiba di depan kelas Shelina, tujuan Ia datang tentunya untuk mengajak Shelina pulang bersama tapi ketika mendapati kelas Shelina yang kosong Ia merasa bingung dna bertanya-tanya.
Biasanya Shelina akan memghampiri kela skalau memang Shelina sudha pulang lebih dulu. Akan tetapi kali ini Shelina tidka melakukannya oleh sebab itu Argantara simpulkan bahwa Shelina belum keluar dari kelas. Tapi kenyataannya Shelina sufah tidak berada lagi di kelasnya. Itu berarti Shelina sudha pulang.
Argantara langsung meraih ponsel nya yang berada di dalam saku celana nya kemudian Ia menghubungi tunangannya itu untuk menanyakan di mana keberadaannya sebab ia merasa khawatir tidak biasanya Shelina pulang lebih dulu.
“Kok telepon nya nggak aktif sih gumam are Gantarang yang merasa bingung karena ponsel Shelina tidak aktif ketika iya hubungi kemudian iya memeriksa riwayat panggilan. Ia pikir Shelina menghubunginya tadi.
Tapi kenyataannya Shelina tidak melakukan itu. Tidak hanya memeriksa riwayat panggilan, Ardan T-ara juga memeriksa pesan barangkali Salina mengirimkan pesan kepada nya tapi ia tidak juga menemukan pesan dari sel inang sehingga rasa khawatir ada Gantara menjadi bertambah iya bingung ke mana perginya Selina dan kenapa Selina tidak memberitahu nya terlebih dahulu biasanya kalau Selina memang ada keperluan mendadak yang mengharuskan Ia untuk pulang terlebih dahulu maka Selina akan memberitahunya.
“Aduh saya Shelina ke mana sih kok dia nggak telepon gue dan nggak chat gue terus tahu tahunya udah nggak ada di dalam kelasnya,” Argantara menggerutu sendirian di depan kelas Shelina yang kosong tidak ada satu orang pun.
Argantaraakhirnya memutuskan untuk bergegas ke area parkir kampusnya kemudian dia masuk ke dalam mobil dan di dalam mobil iya masih berusaha untuk menghubungi Selina yang entah pergi kemana.
Harga antara kembali menghubungi Shelina tak lupa Ia juga mengirimkan pesan yang menanyakan keberadaan Selina. Akan tetapi tidak ada satupun yang mendapatkan tanggapan dari Selina baik itu telepon maupun pesannya.
Harga antara Berdecak kesal lalu memukul kemudi mobilnya kalau iya sudah merasa khawatir maka rasa kesal pun otomatis akan datang.
“Oh atau gue telepon ke nyokapnya C5 aja ya barangkali Selina udah pulang kalau dia udah di rumah sih gua nggak apa apa gua nggak khawatir lagi tapi masalahnya Shelina ke mana belum tentu dia ke rumahnya,”
******
“Ibu ini ayamnya digoreng semua ya Bu tanya didik pada Shefia yang sedang memggoreng tahu dan tempe.
Baby ragu mengeluarkan semua bersedia An ayam yang sudah dibumbui dari dalam lemari es oleh sebab itu ia bertanya pada majikannya yang sedang sibuk menggoreng.
Selvia langsung menoleh dan tersenyum menatap bibi sambil menjawab “Iya keluar in aja semua yang udah dibumbui itu Bi biar saya goreng sekarang semuanya,”
“Oke siap, Ibu,”
Baby segera mengeluarkan semua ayam yang sudah dibumbui oleh Selvia sebelumnya kemudian iya berikan kepada Selvia yang sudah siap untuk menggoreng ayam Sherina sangat menyukai ayam goreng dan kebetulan tadi pagi Selina punya permintaan untuk Bimasakti ayam goreng oleh mamanya ketika iya pulang dari kampus dan menurut perhitungan Shefia biasanya sang putri pulang di jam jam seperti ini oleh sebab itu iya sudah sudah berada di dapur untuk memasak sesuai dengan permintaan putrinya.
Di saat Ia sibuk menggoreng ayam tiba tiba ponsel nya bergetar dan ada panggilan masuk dari kontak bernama Argantara.
Dahi Selvia langsung berkerut bingung iya merasa bingung karena tidak biasanya Argantara calon calon menantunya itu menghubunginya.
Tanpa menunggu waktu lama Shefia langsung menerima panggilan dari Argantara. Iya membersikan tangannya terlebih dahulu supaya lebih mudah memegang ponsel. Lalu iya duduk di meja makan sebelumnya iya sudah berpesan kepada bibi untuk melihat ayam supaya tidak terlalu matang alias gosong.
“Halo Arga kenapa, Nak?” Tanya Shefia pada Argantara.
“Maaf tante ganggu aku cuma mau tanya apa Selina udah sampai di rumah ya tanya harga antara kepada Shefia selaku mamanya Selina. Selvia tentu bingung karena biasanya Selina pulang dan pergi bersama tunangannya itu tapi sekarang tidak biasanya Argantara menanyakan keberadaan Sherina itu artinya Argantara tidak bersama putrinya.
“Loh emang Shelina nggak sama kamu ya, Ga?”
“Nggak tante makanya aku tanya sama tante soalnya tadi setelah aku selesai kuliah aku langsung datang ke kelasnya Selina tapi ternyata Selina udah nggak ada di kelasnya jadi di kelas itu benar benar kosong keadaannya aku nggak ketemu sama Selina makanya aku hubungi tante karena aku merasa khawatir,”
“Duh nggak biasanya dia begitu Selina belum pulang, Ga,”
Mendengar jawaban Selvia harga antara langsung membelalakkan kedua matanya terkejut padahal Ia sangat berharap Sherina sudah sampai di rumah karena dengan begitu dia akan tenang tapi ternyata kata mamanya Shelina belum sampai di rumah.
“Beneran belum pulang ya tante di kamarnya benar benar nggak ada?”
“Nggak kok dari tadi tante ada di bawah tapi coba tante cek dulu ya di kamarnya barangkali benar kata kamu dia ada di kamarnya sambungan telepon masih berlangsung dan Sofia meninggalkan meja makan kemudian iya berjalan menuju kamar putri semata wayang nya itu untuk memastikan bahwa jawabannya itu benar sejak tadi Ia berada di lantai dasar dan ia tidak menemukan Shelina yang sudah sampai di rumah.
Save ia langsung membuka pintu kamar Selina yang tidak dikunci keadaan kamar yang kosong langsung Shefia beri tahu kepada Argantara.
“Beneran nggak ada kok nggak ini tante udah di kamarnya Shelina, dan kamarnya benar-benar kosong. Shelina nggak ada di sini. Dia generan belum pulang. Duh amak itu kemana dih. Bikin orang khawatir aja. Nggak biasnaya kayak begitu,”
Selvia benar benar merasa khawatir karena ia tidak tahu di mana keberadaan putri semata wayang nya itu sama halnya dengan Argantara.
“Tante apa aku boleh minta tolong cek juga di kamar mandi dan juga Balkon kamar nya barangkali Selina ada di sana,”
“Udah kok udah tanda cek di kamar mandi dan balkon tapi Shelina emang gak ada,”
Harga antara menghembuskan Apas kasar iya benar benar cemas sekarang memikirkan di mana keberadaan Sherina yang pergi tidak pamit kepada mamanya dan juga dirinya.
“Ya udah tante kalau begitu aku bakal berusaha cari Selina dulu ya aku berharap semoga Selina bisa ketemu atau paling nggak ngasih kabar ke kita ujar Argantara yang tidak ingin Shefia merasa cemas berlebih kepada anaknya.
“Iya semoga aja dia lagi pergi sama temannya terus handphone nya kehabisan baterai makanya dia nggak bisa kabarin kita tante berharap kayak juga iya aamiin tante semoga aja ya Selina cuma lagi pergi sama temannya untuk shopping atau mengerjakan tugas bareng dan handphone nya habis baterai atau mungkin Sherina lupa aja kasih kabar ke kita,”
******
Argantara berdecak kemudian memukul kemudi mobilnya lagi iya akan sangat tenang kalau tadi iya mendapat jawaban dari soffiya bahwa Selina sudah tiba di rumah tapi kenyataannya Selina memang belum pulang ke rumah otomatis skrg iya harus mencari keberadaan selain hal pertama yang harga antara lakukan adalah menghubungi dua orang teman yang paling dekat dengan Shelina yaitu Lifa dan Tita.
Yang pertama kali are Gantara hubungi adalah Liva Beruntungnya lipat tidak menghabiskan banyak waktu untuk menerima panggilan Argantara.
“Halo Lifa maaf gue ganggu gue cuma pengen tanya lo lagi sama Shelina nggak?”
“Nggak, gue nggak lagi sama Shelina nih, Ga,”
Argantara langsung memijat pangkal hidungnya tiba tiba saja kepalanya menjadi pening orang pertama yang ya hubungi tidak bersama Sherina itu artinya iya harus menghubungi satu teman dekat Selina lagi yaitu Tita.
“Serius lo nggak sama Selina tanya harga antara sebelum benar benar mengakhiri sambungan telepon nya bersama Lifa.
“Enggak kok gua nggak gue lagi nggak sama Shelina serius gue,”
“Ya udah kalo gitu makasih ya Lit sori udah ganggu waktu lo,”
“Eh tapi sebentar lo kenapa tanya kayak gini tiba tiba ke gue tanya Diva kepada Argantara sebab tidak biasanya Argantara menanyakan keberadaan Shelina. Tapi memang tadi ketika keluar kelas, Shelina bersama Ganta. Ia semoat bertanya Shelina ingin pulang dnegan siapa dan Shelina menjawba serrti biasa dengan Argantara. Maka dari itu lumayan kaget ketika Argantara menghubunginya dan menanyakan soal Shelina.
“Gua baru aja keluar kelas dan pas gua datang ke kelasnya Shelina gua nggak ketemu dia bahkan kelasnya tuh kosong emang Shelina sama lo tuh pulangnya udah dari tadi apa?”
“Iya lumayan si udah dari tadi,”
“Terus lo tahu nggak kira kira sehingga pergi ke mana ya barangkali lo tadi sempat nanya ke dia tujuan dia setelah ngampus itu mau ke mana gitu,”
“Tadi sih gue sempat tanya Ima dia mau pulang sama siapa terus dia bilang iya biasa sama lo makanya gue kaget sih kok tiba tiba lo nanya gitu ke gue padahal yang gue tahu Shelina bakal pulang sama lo,”
“Beneran dia ngomong kayak gitu ke lo, Lif? Amsalahnya dia tuh belum pulang, barusan gue juga udah tanya ke nyokapnya,”
“Iyalah benar tadi sebelum pulang gue sempat tanya kayak gitu ke Selina terus Selina jawab dia bakal pulang sama lo ya udah akhirnya buat pulang duluan lagian kan gue pikir emang biasanya bisa pulang sama lo,”
__ADS_1
“Terus lo melihat nggak Selina kira kira mau pergi ke mana gitu,”
“Nggak sih gue nggak melihat tanda-tanda dia bakal mau pergi ke mana-mana. Eh tapi tadi kelima tuh keluar barang Ganta terus baru deh gue sama Tita nyusulin sebelum ada gue sama Tita gue nggak tahu ya apa ada obrolan antara Shelina sama Ganta yang mungkin itu jadi penyebab kelima belum pulang sampai sekarang,”
Mendengar nama gampang, harga antara langsung mengetik tapi kan rahangnya kedua mata Argantara menajam dan kedua tangannya mengepal menahan emosi.
“Jadi dia tadi sempat sama Ganta?” tanya harga antara pada Lifa.
“Iya tadi sebelum gue sama Tita nyamperin C5 itu Shelina sama Ganta udah jalan duluan keluar dari kelas mungkin pas itu mereka punya rencana mau ke mana dulu gitu tapi gue juga nggak tahu sih,”
“Ya udah deh kalo gitu makasih ya leave sori udah ganggu waktu lo sekarang gue mau telepon di pak barangkali dia tahu,”
“Oke sip,”
Argantara baru tahu sepenggal informais saja dari Lifa. Ia harus menghubungi Tita. Barangkali Shelina atau Ganta cerita pada Tita mereka mau pergi kemana.
“Halo Ta,”
“Iya halo, Ga. Tumben nih lo nelpon gue. Kenapa emangnya?”
Beta yakin adalah suatu hal yang ingin dibahas oleh ada antara makanya Argantara menghubungi nya karena ini tidak biasanya.
“Maaf gue ganggu waktunya sebentar tak gue cuma pengen tanya soal Selina kira kira lo tahu nggak Selina pergi ke mana tanya Argantara,”
“Hah lo nanya Selina sama gue bukannya lo yang pulang bareng Selina?”
“Aduh Tita kalau gue pulang sama Selimas sekarang gue nggak bakal menelepon lo untuk tanya keberadaan dia,”
“Oh iya juga sih untuk pertanyaan lo itu gue jawab ya jujur gue nggak tahu ke mana Shelina tadi terakhir ketemu Shelina tuh pas mau pulang aja dan dia juga bilang mau pulang sama lo kok,”
“Iya tapi kenyataannya dia nggak sama gue, Tita. Gue sekarang bingung banget harus nyari dia kemana. Gue udah tanya sama mamanya. Gue pikir ‘kan dia udah oulang duluan. Kalau meng begitu gue nggak keberatan sama sekali, tapi ternyata setelah gue tanya langsung ke mamanya, Shelina tuh belum ada di rumah bahkan mamanya udah cek sendiri di kamar dia,”
“Aduh ke mana tuh si Selina tapi sumpah gue nggak tahu di mana Selina sekarang dia nggak sama gue kok, Ga,”
“Iya gue percaya kok. Lagian apa sih tujuan lo ngumpetin Shepina. Lo ‘kan sahabatnya dia. Entah kenapa gue malah mikir ke Ganta,”
Mendengar nama Danta tidak langsung membelalakkan kedua matanya dan cepat cepat memberitahu harga antara informasi yang serupa dengan yang dikatakan oleh Liva barusan.
“Eh iya dia tuh tadi sempat ngobrol sama senapas mau pulang mungkin mereka mau mampir dulu kali, Ga. Coba aja lo hubungin di Ganta tuh. Kalau hubungin Shelina udah lo coba?”
“Udah lah kita malah yang pertama gua hubungin ya Selina tapi telepon gue dan chat gue itu nggak ada yang dibalas nggak ada yang di respon sama dia,”
“Nah ya udah coba lu tanya tuh ke si Ganta. Barangkali aja Selina pergi sama dia coba lo tanya langsung deh ke dia,”
“Ya masalahnya gue nggak nyimpan nomor itu orang,” Jawab Argantara dengan kesal. Entah kenapa harga antara langsung punya dugaan kalau Selina sedang bersama dengan Ganta sekarang mengingat Ganta itu menyimpan perasaan yang lebih untuk Sherina ada kemungkinan besar memang ganteng sehingga sel ingat tidak pulang bersamanya itu merupakan bentuk dari strategi Ganta supaya punya waktu yang lebih banyak dengan Shelina.
“Tenang gue punya nomornya sekarang juga gue kirim ya,”
Mendengar perkataan Tita harga antara langsung Secepat kilat mengiyakan ucapan Tita.
“Iya- iya boleh lah kirim sekarang ya nomor dia mau gue langsung telepon itu orang kayaknya benar deh Sherina lagi sama dia,”
Beberapa detik kemudian akhirnya harga antara mendapatkan nomor Ganta dari Tita iya langsung mengucapkan terima kasih kepada Vita yang sudah memberikan informasi baik itu tentang kemungkinan Selina pergi dengan Ganta dan juga nomor telepon Ganta.
“Okay, sama-sama semoga aja ya Shelina beneran sama Ganta,”
Argantara segera memghubungi teman dari tunangannya itu. Kalau sampai Shelina benar-benar sedang bersama Ganta, maka bisa dipastikan Argantara akan sangat kesal. Selain karena cemburu, Argantara kesal sebab Shelina sudah membuatnya cemas. Tidak hanya dirinya, tapi Shefia sebagai mamanya dan juga kedua teman dekatnya tadi, pasti juga merasa sangat khawatir. Sebab tidak biasanya Shelina hilang kabar seperti ini.
Setelah Argantara menghubungi Ganta satu kali Argantara tidak mendapatkan respon dari Ganta akan tetapi Argantara tidak akan menyerah, Argantara kembali menghubungi teman dari tunangannya itu, Ia harus mendapatkan informasi dari Ganta kalau ternyata benar Shelina sedang bersama Ganta maka Ia akan menghampiri Ganta lalu Ia akan memberi pelajaran kepada Ganta.
Sudah sebanyak dua kali tiga kali empat kali lima kali bahkan enam kali are Gantara menghubungi Ganta tidak ada satupun yang direspon oleh Ganta. Emosi Argantara kian membara dan are Gantara semakin yakin bahwa Selina sedang bersama teman itu.
Tidak cukup hanya melalui telepon Argantara kini mengirimkan pesan kepada Ganta. Isinya singkat saja tapi cukup tajam menusuk.
-Gue Arga, gue cuma pengen tau dimana Shelina? Gue yakin lo tau ‘kan?-
******
“Duh handphone aku akhirnya mati juga nih. Gimana ya nanti aku pulang? Aku udah suga sih bakal mati kayak gini, padahal aku berharap banget handphone aku nggak mati, kalau matinya sampai rumah nggak apa-apa deh, tapis ayang baterainya udha nggak kuat lagi, udah benar-bdnar kosong,”
Shelina mengeluh ketika ponselnya benar-benar sudah mati, tidak bisa diaktifkan lagi karena kehabisan daya baterai.
“Aku bodoh banget nggak bawa powerbank tadi tuh lagi dicharge. Ah jadi kayak gini ‘kan,”
Niatnya Shelina adalah memotret buku yang saat ini sedang Ia baca, tapi ternyata ponselnya sudah mati total. Melihat Shelina yang kesal, Ganta langsung terkekeh dan menenangkan Selina.
“Kamu kok cemas banget handphone kamu mati dan gak bisa pulang tenang aja sel aku bakal antar kamu sampai ke rumah dengan keadaan selamat jadi kamu nggak perlu khawatir oke?”
“Nggak usah aku nggak mau ngerepoti in tamu tadinya aku tuh pengen naik ojek online tapi ternyata handphone aku malah keburu mati,”
“Iya terus kalau misalnya handphone kamu udah mati gini kamu bakal tetap berpikir bahwa kamu bakal ngerepotin aku gitu? Ya nggak lah ini berteman tenang aja walaupun handphone kamu mati kamu tetap bisa pulang dan pulangnya sama aku jadi kamu nggak usah cemas,”
“Tapi aku bakal ngerepotin kamu lo Ganta tadi kita ke sini udah bareng terus masa pulang bareng lagi ya nggak papa dong dulu juga kita sering kan pulang bareng pergi bareng cuma setelah kamu sama Argantara aja jadi nggak pernah,”
“Loh kan aku yang ajak kamu ke toko buku ini jadi ya emang udah seharusnya aku tanggung jawab antar kamu ke rumah udah lah nggak usah dipikirin biarin aja handphone kamu itu mati nanti dicharge sampai di rumah,”
Shelina menganggukkan kepalanya. Ia kembali fokus membaca buku. Tujuannya ke sini memang untuk membeli sekaligus membaca buku.
Tiba-tiba saja Ia diajak oleh Ganta ke toko buku. Ia menyetujui karena memang kebetulan Ia ingin membeli buku.
“Eh kamu udha ngabarin Mama kamu, Shel?”
“Belum lah, aku nggak buka-buka handphone karena takut mati, eh benerna mati pas mau foto estetik buku yang aku baca, tadinya mau seklaian aja tuh aku kaish tau Mama kalau aku lagi di toko buku ini,”
“Ya udha aku aja yang hubungin mama kamu ya, biar beluau nggak kahwatir,”
“Iya boleh-boleh, makasih ya,”
“Okay sama-sama,”
Shelina senang karena Ganta berinisatif untuk memberitahu mamanya. Ganta menelpon dan langsung dijawba oleh mamanya Shelina.
__ADS_1
“Halo, Tante,”
“Iya kenapa, Ganta? Oh iya Tante mau sekalian tanya, apa Shelina bareng sama Ganta sekarang? Soalnya Shelina bslum pulang, dan Shelina juga nggak sama Arga,”
“Maaf, Tante, Shelina emang sama aku sekarang,”
“Oh gitu, tapi eknaap Shelina nggak ngasih kabar ya?”
“Handphone Shelina kebetulan habis baterai, Tante. Makanya aku suruh shelina untuk kabarin Tante takutnya Tante udha khawatir. Ini kalau Tante mau ngomong sama Shelina,”
Ganya langsung menyerahkan ponselnya kepada Shelina untuk Ia memberi waktu kepada Shelina dan mamanya bicara.
“Halo Assalamualaikum, Mama,”
“Waalaikumsalam, kamu kok baru nganarin Mama sih, Nak? Harusnya bawa powerbank. Dan harusnya dari tadi ngaish kabar pake handphone Ganta,”
“Iya aku minta maaf, Ma,”
“Mama khawatir lhos ama kamu, itu juga Arga khawatir pasti nyariin kamu. Orang barusan aja dia nanya ke mama kamu udah smapai rumah atau belum,”
“Iya karena handphone aku abis baterai ini makanya aku belum sempat ngabarin mama sama Arga,”
“Ya harusnya sebeleum mati sempetin lah untuk kabarin, uarus dibiasakan kayak gitu,”
“Tadi mau hemat-hemat baterai, Ma. Lagian aku pikir bentar lagi juga udha pulang. Eh ternyata handphone aku keburu mati. Ini aja aku bingung mau mesan ojek online. Emang aku oneng juga nggak bawa powerbank atau chargeran. Padahal kalau abwa charger aja aku bakal cari stop kontak kosong yang barangkali ada di sini,”
“Memang kamu sekarang lagi dimana sih? Pulang sekarang ya, Nak,”
“Aku lagi di toko buku, Ma,”
“Ya udha pulang sekarang, nanti Mama kasih tau ke Arga kalau kamu sama Ganta,”
“Nggak usah, Ma. Arga nggak—“
“Ya harus dong, dia harus tau karena dia tadi khawatir banget gara-gara kamu pergi tanpa bilang ke dia,”
Shelina menghembuskan napas kasar. Ia sudah salah, dan Ia menyadari itu. Ia jyga sudha mendoaat teguran dari mamanya.
“Ita aku minta maaf, Ma,”
“Udahan dulu teleponnya, kamu pulang sekarang ya. Jangan bikin Mama khawatir,”
“Aku pulang sama Ganta ya, Ma. Tadi dia udah ngajakin aku pulang bareng, doalnya aku nggak bisa order ojek online,”
“Iya hati-hati,”
“Siap, Ma,”
Sambungan telepon mereka berakhir. Shelina langsung mengembalikan ponsel di tangannya kepada sang pemilik ponsel itu.
“Makaish ya udha bolehin aku ngobrol bwntar sama Mama aku,”
“Iya sama-sama. Gimana kata Mama kamu, beluau marah ya?”
“Nggak kok, cuma ditegur aja karena nggak kasih kabar udah bikin khawatir. Aku harus pulangs ekarang karena Mama udha nyuruh begitu barusan,”
“Okay boleh, tapi kenapa Mama kamu nyuruh kamu pulang sekarang?”
“Ya mungkin Mama bakal tenang kalau udah ngeliat aku sampai di rumah dengan keadaan baik-baik aja,”
“Ya udah okay,”
Mereka langsung bergegas meminggalkan toko buku. Sudah cukup puas juga membaca buku di sana sekaligus mereka pulang dengan membawa buku pilihan masing-masing.
*******
Argantara ke kafe dekat sekolah, sebelumnya Ia sudah ke kantin kampus barangkali tunangannya ada di sama, Ia juga pergi ke taman kampus. Tapi ternyata Ia tidak menemukan Shelina. Argantara kembali ke dalam mobil kemudian memghembuskan napas dengan kasar.
“Duh, gue jadi bingung harus nyari Shelina kemana,”
Disaat Argantara hampir putus asa, tiba-tiba ada panggilan masuk dari Shefia. Tanpa menunggu eaktu lama Ia langsung menerima panggilan Shefia dnegan harapan Ia bisa mendapatkan informasi tentang keberadaan Shelina.
“Assalamualaikum, Ga,”
“Waalaikumsalam iya, Tante, kenapa?”
“Tante cuma mau kasih tau Shelina lagi sama Ganta di toko buku. Barusan Tante udah ngomong sama Shelina. Tante udah suruh Shelina pulang. Maaf ya udah bikin kamu khawatir dan bikin kamu repot nyariin Shelina. Sekarang kamu dimana?”
“Masih di sekitar kampus abis dari kantin, taman, terus ke kafe dekat kampus, Tante, buat nyari Shelina,”
“Ya Allah, maafin Shelina ya kalau dia udah bikin kamu khawatir dan jadi repot,”
“Nggak kok, Tante. Aku nggak repot sedikit pun. Aku malah tenang banget dengar Shelina udah ada ngabarin Tante. Kalau gitu aku bakal telepon Shelina nanti kalau aku udah sampai di rumah. Tapi apa Shelina bilang alasannya nggak jawab telepon dan chat aku, Tan?”
“Maaf, Ga. Handphone Shelina kehabisan baterai dan dia nggak bawa charger ataupun power bank. Maaf banget ya, Ga udah ngerepotin kamu jadinya untuk nyari-nyari Shelina,”
“Oh abis baterai ternyata. Ya udah nggak apa-apa, Tante. Jangan minta maaf, nggak ada yang salah di sini,”
“Ya udah sekarang kamu pulang ya ke rumah,”
“Okay siap, Tante,”
“Makasih sekali lagi, maaf udah bikin kamu relot dan khawatir,”
“Sama-sama, Tante,”
Sambungan telepon berkahir dan Argantara langsung menghembuskan napas lega begitu tahu kalau Shelina baik-baik saja dan sudah diminta oleh mamanya supaya pulang ke rumah.
Tapi mengingat bahwa Ganta yang pergi bersama Ahelina, Argantara langsung menggertakkan giginya marah, dan kedua tangannya mengepal.
“Sialan itu orang ya. Bisa-bisanya dia ngajakin Shelina pergi, dan dia kurang ajar nggak angkat telepon sama chat gue dari tadi,”
__ADS_1
Argantara langsung memukul stirnya untuk melampiaskan emosi. Hari ini Ganta benar-benar memancing emosinya datang. Ia tidak senang ketika Ganta pergi bersama Shelina. Ia yakin Ganta yang mengajak Shelina atau mungkin bisa jadi ada unsur paksaan juga. Dhelina orang yang terlalu memikirkan perasaan orang lain. Kemungkinan besar Shelina tidak mau membuat Ganta jadi sakit hati bila Ia menolak maka dari itu akhirnya Shelina pergi dengan Ganta.
“Kurang ajar, apa susahnya dia balas chat gue dan dia angkat telepon dati gue?! Brengsek banget. Dia masih aja nggak tau malu ya! Shelina tunangan gue tapi dia masih dekat-dekat ke Shelina,”