
“Iya Ibu negara, Aku panggil kamu Ibu negara lagi ya?”
“Yah ampun, kenapa Ibu negara?”
“Iya, hahaha. Aku panggil kamu Ibu ratu nggak mau, Ibu peri nggak kau, ratu doang nggak mau, ya udah deh Ibu negara, atau Ibu pulau mau?”
“Ih jangan! Kamu mah aneh-aneh aja. Panggil aku cukupd engan mama nggak usah yang aneh-aneh apalagis ampai ratu, ibu negara, dN lain-lain nggak usah deh,”
Tawa Argantara pecah ketika melihat Shelina yang tidak terima dipanggil selain nama oleh Argantara padahal panggilan darinya itu tidak berlebihan dan makna nya juga masih positif.
“Ya emang kenapa sih? Gue pengen manggil lo dengan sebutan itu masa nggak boleh sih? Bukannya suka-suka mulut gue, Shel?”
“Ih tapi aku nggak suka kalau aku dipanggil nggak pakai nama aku tapi pakai embel-embel lain,”
“Ya udah deh,”
“Jangan lagi ya?”
“Nggak janji ya,”
“Ih kok gitu sih?”
__ADS_1
Argantara terbahak ketika kekasihnya itu masih protes tidak terima. Karena tidka tega melihat wajah muring Shelina, akhirnya Argantara mengiyakan.
“Okay-okay, aku nghak panggilansj-ameh lagi, cukup nama kamu aja, tapi kalau seseklai mau panggil sayang mislanya? Atau babe boleh ‘kan?”
“Ya ampun nggak usah, itu makin nyeleneh ya!”
“Hahahaha kamu aneh banget, kok nggak mau sih dipanggil begitu?”
“Ya karena aku malu aja gitu lho, nggak mau dipanggil aneh-aneh, cukup nama. Shelina aja udah nggak usah embel-embels ayang, apalah itu,”
“Ya udah okay-okay, nggak aku panggil sayang deh, panggil nama aja, Shelina,”
“Nah gitu ‘kan lebih enak didengar ketimbang aneh-aneh, sayanglah, ratu lah, ibu megara lah, apalah itu, jangan ya,”
“Okay Shelina,”
Shelina tersenyum dan langsung memberikan pujian berupa acungan jempol. “Keren, gitu dong nurut,”
“Emang aku anak kecil ya? Dikasih jempol kalau nurut?”
“Hahahaha nggak apa-apa dong aku anggap kamu anak kecil ‘kan anak kecil itu gemesin,”
__ADS_1
“Apa sih emang aku gemesin? Jauh lebih gemes mana, kamu atau aku?”
“Ya kamu lah,”
“Salah! Kamu lah, Shel,”
“Nggak, kamu pokoknya!”
“Apaan, orang jelas kamu yang gemesin, aku sih nggak ada gemes-gemesnya, aku nih cowok,”
“Ya tapi kalau kamu nurut pas aku bilang jangan manggil aneh-aneh, aku ngeliatnya jadi lucu. Dulu Arga mana pernah ‘kan mau dengerin apa kata aku, sekarang kebalikannya dan aku benar-benar bersyukur banget, makasih ya, Arga,”
“Kok bilang makasih?”
“Ya karena kamu baik banget sama aku,”
“Baik gimana maksudnya? Yang seharusnya ngomong begitu ya aku dong, Shel. Kamu yang baik banget ke aku, dan itulah yang bikin aku benar-benar bersyukur banget punya kamu,”
Argantara meraih tangan tunangannya dan Ia genggam dengan erat dan menghangatkan. Kemudian Argantara tersenyum menatap Shelina yang masih juga salah tingkah kalau mendapat perlakuan manis dari tunangannya yang dulu terkenal galak itu.
“Makasih ya,”
__ADS_1
“Kok bilang makasih?”
“Ya makaish karena kamu mau bertahan di samping aku meskipun aku tuh pernah jahat banget sama kamu, aku nghak paham deh hati kamu terbuat dari apa, Shel. Tapi yang jelas aku bersyukur banget didatangkan perempuan luar biasa untuk temenin hari-hari aku,”