Tunangan Galak

Tunangan Galak
Bab 113


__ADS_3

“Shel, ada titipan dari Mama aku buat kamu,”


Shelina terkejut ketika Ganta memberikan satu kotak makan kepadanya. Ia menatap Ganta dnegan dorot mata bingung, kemudian Ia menatap Argantara yang mengantarkan Shelina ke kelasnya dengab hati sennag tapi tina-tiba berubah jadi kesal karena Ganta memberikan sesuatu untuk kekasihnya.


“Ini beneran buat aku, Ganta?”


“Iya itu dari Mama aku,”


“Oh ya udah kalau begitu, aku mau bilang makasih ya untuk Mama kamu sama kamu juga. Ini pasti aku makan kok,”


“Sama-sama,”


Ganta akan masuk ke dalan kelas, tapi Argantara menahan langkahnya dengan pertanyaan sinis “Ini beneran dari nyokap lo, Gan?”


Ganta yang semula sudah berbalik hendak masuk ke dalam kelas langsung memutar badannya lagi supaya berhadapan dengan Argantara dan Shelina kemudian Ia menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Argantara.

__ADS_1


“Dari nyokap lo atau lo sendiri?”


“Ya elah dari nyokap gue beneran, Ga. Ngapain gue bohong. Eh tapi lagian ya kalaupun dari gue emang kenapa sih? ‘Kan mau bebruat baik itu boleh ke siapa aja. Gue mau ngasih makanan boleh ke siapapun, suka-sukanya hati gue lah,”


Argantara langsung menganggukkan kepalanya kemudian menyimpan kedua tangannya d dalam saku celana.


“Okay, jadi sebenarnya ini dari nyokap lo atau lo sendiri?”


“Udah gue bilang dari nyokap gue, nanya mulu, lo nggak percaya?”


“Okay gue masuk kelas duluan,”


Ganta melangkah ke dalam kelas meninggalkan Argantara dan Shelina yang masih berdiri di depan pintu kelas Shelina juga Ganta.


“Ya udah kamu ke kelas kamu aja sekarang, aku juga udah mau masuk kelas aku nih,”

__ADS_1


Argantara menganggukkan kepalanya. Suasana hati di pagi hari langsung berubah begitu tahu Shelina mendapatkan makanan dari Ganta. Entah benar atau tidak itu dari mama Ganta, yang jelas Argantara kesal karena tidqk seharusnya Shelina menerima makanan pemberian Ganta.


“Gue nggak suka banget liat sikapnya Ganta. Kok dia makin-makin sih? Ngapain coba ngirimin makanan segala? Emang dia pikir Shelina nggak bisa makan tanpa makanan dari dia? Hah? Shelina punya ornagtua, mampu pula, ngapain dikasih makanan. Harusnya dia kasih tuh makanan ke orang-orang yang nggak bisa makan di luaran sana. Dasar laki-laki caper. Udah tau Shelina punya gue masih aja ngarep banget,”


Argantara menggerutu sepanjang kakinya melangkah ke kelas. Ia benar-benar tidak rela karena Ganta sebaik itu memberikan makanan untuk Shelina. Ia sangat kesal pagi ini.


“Kenapa gue rasanya jadi jauh ya dari Shelina. Ketemu dia cuma pas berangkat sama pulang kuliah doang selebihnya alot. Gara-gara udah nggak jalan sama Shelina dua minggu lebih nih jadi bawaannya juga pundung, sensi ke siapa aja termasuk yang baik dikit ke Shelina, ya itu si Ganta yang caper banget,”


Argantara duduk di kursinya sambil meletakkan ransel dengan cukup kasar. Lalu Ia mengeluarkan ponsel dari dalam saku.


-Nanti makan siang di kantin ya-


Belum juga memulai kehiatan perkuliahan, Argantara sudah membicarakan makan siang pada Shelina.


-Kayaknya aku nggak deh soalnya kan ada bekal dari mamanya Ganta-

__ADS_1


Membaca pesan itu, Argantara langsung menggertakkan giginya. Ia semakin kesal sekarang.


__ADS_2