Tunangan Galak

Tunangan Galak
Bab 39


__ADS_3

“Hai, Kak,”


Shelina tersenyum ketika ada yang menyapa dirinya. Ketika disapa, Shelina akan membalas dengan sewajarnya tanpa berlebihan.


“Eh lo ngapain basa-basi sama dia? Mahasiswa baru mau modus tuh. Gue kayaknya belum pernah liat mukanya deh,”Ucap Lifa pada Shelina.


Tujuan Shelina, Tita, dan Lifa saat ini adalah kafe kampus. Seperti biasa akan menikmati cappucino atau minuman lainnya di sana sambil mengobrol mengisi jam yang kosong.


“Ya nggak apa-apalah aku balas sapaan dia. Orang nyapa aku masa aku cuma diam aja nggak ada respon? Itu nggak boleh, namanya sombong!”


“Takutnya dia kegirangan lo sapa terus dia naksir sama lo,” ujar Lifa.


“Emang kayaknya udah naksir deh makanya dia berani nyapa hahahah,” tambah Tita sambil tertawa. Tita paling hebat kalau soal menggoda sahabatnya.


“Ya nggak lah, kamu jangan sembarangan ah. Masa nyapa doang dibilang suka,”


Mereka sudah memasuki kafe dan langsung memilih meja di dekat jendela. Mereka memesan minuman dan juga makanan yang tidak berat. Sambil menunggu, mereka mengobrol.


“Lo sama Arga gimana?“


“Gimana apanya?”


“Masih tunangan ‘kan? Nggak ada drama penbatalan tunangan,”


“Si Tita mulutnya bener-bener minta disumpel kaos kaki ya,”

__ADS_1


Lifa menatap Tita dengan tajam, semnetara Shelina menanggapi dengan tawa sebab Ia tahu kalau Tita hanya bercanda.


“Kok lo ketawa sih, Shel? Takutnya omongan Tita tuh jadi doa tau!”


“Lif, Tita tuh cuma bercanda. Santai aja kali,”


“Ya tapi ‘kan takut jadi doa tau,”


“Ya kalau emang nggak jodoh ada aja jalan dipisahinnya. Aku pasrah aja kalau soal jodoh,” ujar Shelina mengingat Argantara menolak habis-habisan pertunangan mereka sejak awal jadi Shelina ragu juga untuk mengharalkan kelanjutan dari hubungan mereka.


“Tapi sebenarnya lo cinta sama Arga nggak sih?”


“Aku nggak tau ya cinta itu kayak gimana. Tapi yang jelas aku tertarik sama dia,”


Shelina menganggukkan kepalanya jujur. Ia belum berani memastikan apa yang Ia rasakan sekarang itu cinta. Tapi yang jelas sejak mereka resmi tunangan, Ia langsung tertarik pada Argantara. Dan walaupun Argantara itu ketus, tapi Argantara membuatnya nyaman. Apalagi kalau Argantara dalam mode laki-laki baik yang tidak ketus. Ia sangat menyukainya.


“Lo polos banget sih. Tapi karena kepolosan lo, itu bisa jadi daya tarik tersendiri,”


“Hai, Girls


“Hai,”


Shelina dan kedua sahabatnya kompak membalas seorang teman nereka yang datang dengan senyum ramah.


“Ada apa, Lin?” Tanya Shelina pada Angelin yang kini duduk di kursi kosong yang masih tersisa dan itu posisinya ada di sebelah Shelina.

__ADS_1


“Jadi gini, gue ada undangan ulang tahun. Datang ya dua malam lagi,”


“Okay sip gue bakal datang,”


“Shelina sama Lifa gimana?“


Baru Tita yang menjawab, sementara Shelina dan Lifa belum memberikan jawaban apa-apa. Shelina masih bingung. Ia adalah tipe orang yang malas keluar rumah, tapi kalau diundang teman tidak enak juga bila seandainya menolak.


“Iya aku datang,”


“Gue juga deh, gue bakal datang bareng sama mereka berdua,” tambah Lifa.


“Yeayy thanks ya. Gue cabut dulu kalau gitu. Oh iya nih gue kirim undangan online nya,”


Sebelum bergegas pergi, Angelin mengirimkan undangan ke whatsapp Shelina. Setelah itu Angelin berpesan “Undangannya satu aja nggak apa-apa ya? Kalian ‘kan bestie nih. Tiga tapi kayak satu badan soalnya kemana-mana bertiga. Tapi kalian wajib datang lho, jangan sampai nggak datang,”


“Bawa cowok ya kalau bisa,” pesan Angelin sambil terkekeh pelan.


“Hah? Gila lo, gue belum ada cowok lagi nih,”


“Ya elah, ajak sahabat juga boleh. Buat seru-seruan aja,”


“Duh, aku harus ngajak siapa, Lin? Kalau nggak bawa nggak apa-apa ‘kan?”


“Heh Shelina! Lo tuh udah punya Arga. Lo mah enak ada yang bisa diajak. Lah kalau gue sama Lifa ngajak siapa? Masa ngajak guling?”

__ADS_1


__ADS_2