
“Apa kamu serius mau lanjut ke jenjang yang lebih serius sama Shelina?”
Ketika Argantara datang dengan niat mengajak Shelina pergi, tiba-tiba Argantara diajak bicara oleh Gani dan Shefia sambil menunggu Shelina selesai bersiap.
“Iya, Om,”
__ADS_1
“Tapi saya tahu kamu dulu pernah menolak keras dijodohin sama Shelina, sikap kamu bahkan nggak baik ke Shelina,”
Argantara langsung menundukkan kepalanya merasa bersalah usai orangtua Shelina membahas kesalahannya di masa lalu.
“Ingat ya, Ga, kalau memang kamu mau menolak, ya sebaiknya jangan dilanjutkan. Apapun yang dimulai nggak pakai hati, akhirnya malah nggak baik. Daripada terjadi apa-apa ke depannya, lebih baik nggak usah lanjut aja. Kami sebagai orangtua cuma mau anak saya bahagia. Kalau kamu malah menyakiti Shelina dengan cara penolakan itu, ya nggak akan kami diam aja lah. Dia dilahirkan untuk ngerasain kebahagiaan tapi kalau sama kamu malah buat dia sedih ya lebih baik nggak usah,” ujar Shefia yang langsung membuat Argantara merasa ditikam. Ternyata orangtua Shefia sudah tahu bagaimana penolakannya di awal perjodohan mereka.
__ADS_1
“Tante, mohon maaf sebelumnya. Aku memang pernah nolak perjodohan itu, tapi sekarang udah nggak, Tante, Om. Aku cinta sama Shelina, aku sayang Shelina dan aku mau lanjut ke jenjang yang lebih serius sama Shelina. Aku janji sama diri aku sendiri untuk bahagiain Shelina. Aku bakal berusaha untuk itu, Tante, Om,” Argantara langsung menegaskan bahwa Ia tidak lagi menolak Shelina. Ia justru ingin melaju ke jenjang yang lebih serius bersama Shelina karena perasaannya sudah berubah. Ia mencintai Shelina, sangat. Dan Ia tidak ingin pergi dari hisup Shelina begitupun sebaliknya.
“Jujur kami sebagai orangtua benar-benar kecewa setelah dengar bagaimana perilaku kamu dulu ke Shelina, dan ternyata kamu nolak perjodohan itu. Tapi selama ini Shelina nggak pernah cerita apapun, dia nggak pernah membuat nama baik kamu rusak di mata kami. Shelina nutupin semuanya. Dia bahksn tulus sama kamu, Argantara. Jadi kami sebagai orangtua minta sama kamu ya, jangan pernah sakiti Shelina, kalau kamu nggak bisa menjamin itu, lebih baik akhiri saja sekarang sebelum kalian menikah. Karena pasti Shelina akan makan hati, akan sedih terus kalau kamu nolak dia, sikap kamu nggak baik ke dia, disaat kalian udah sama-sama,”
Seketika Argantara merasa panik. Ia langsung menggelengkan kepalanya menatap Gani dengan sorot mata cemas.
__ADS_1
“Om, saya nggak nolak perjodohan itu lagi kok, saya ydah yakin untuk sama-sama terus bareng Shelina, saya udah yakin untuk nerima Shelina di hidup saya. Dan saya janji nggak akan bikin Shelina kecewa atau sedih, itu janji saya ke diri saya sendiri. Jadi saya mohon, Om dan Tante nggak perlu cemas ya. Saya udah yakin untuk pilih Shelina jadi pendamping hidup saya, Om, Tante. Saya nggak mau kehilangan Shelina, saya mohon maafin semua kesalahan saya. Maafin kalau saya udah bikin Om dan Tante kecewa. Saya tahu gimana perasaan kalian sebagai orangtua yang tau kalau anaknya pernah ditolak habis-habisan bahkan diperlakukan nggak baik sama saya padahal perjodohan itu juga bukan kemauan Shelina. Saya minta maaf ya, Om, Tante,”