Tunangan Galak

Tunangan Galak
Bab 80


__ADS_3

“Shelina apa-apaan sih kok dia nggak nganarin gue mau ke kantin. Mana sama si Ganta. Udah tau gue sensi banget sama itu orang,”


Argantara menggerutu sepanjang perjalanan dari kelas Shelina ke kantin kampus. Tidak sulit untuknya mencari keberadaan Shelina. Begitu Ia melihat Shelina bersama Ganta di satu meja yang sama, Argantara langsung berjalan cepat memghampiri mereka berdua.


“Halo, sorry ya ganggu. Mau numpang makan di sini ya? Boleh ‘kan?” Tanya Argantara pada Shelina dan Ganta. Ada nada sinis ketika Argantara meminta izin seperti itu. Seharusnya bukan Ia yang minta izin tapi Ganta karena Ganta bersama tunangannya.


“Iya boleh kok, silahkan,” jawab Ganta.


“Eh kamu udah keluar kelas juga ternyata,”


Mendengar ucapan santai Shelina, Argantara mendengus dan merotasikan bola matanya. “Cuek banget, padahal udah bikin gue panas,” batin Argantara.


“Kamu biasnaya ngaish tau aku kalau misalnya mau ke kantin, atau udha keluar kela sgitu. Ini bggaks ama sekali. Tadi aku bingung karena kamu udah nggak ada di dalam kelas. Untungnya teman kamu bilang ke aku kalau kamu sama Ganta keluar bareng. Ya udah aku samperin lah ke sini,”


“Maaf ya nggak ngajakin kamu. Soalnyanaku udah kelaperan banget jadinya langsung pesan makanan terus langsung makan deh hehehe,”


Argantara menggertakkan giginya dibgkat. Ia tidak boleh kesal, Ia tidak boleh cemburu karena pasti Shelina akan selalu mengulang-ulang status antara dirinya dan Ganta. Itu seperti larangan supaya Ia tidak merasa cemburu.

__ADS_1


“Eh tadi gimana masakan mamanya Ganta, Ga? Enak ‘kan?”


“Iya enak,”


“Emang ebneran lo makan?” Tanya Ganta pada Argantara yang langsung menganggukkan kepalanya.


“Iya dong, gue makan,”


“Emang nyokap gue masak apaan?” Tanya Ganta pada Argantara yang tidak percaya kalau Argantara benar-benar telah menyantap masakan Mamanya. Ia yakin Argantara hanya ingin mengambil makanan pemberiannya itu dari tangan Shelina.


“Hmm apa ya? Gue lupa, doalnya udah keburu masuk ke perut gue,”


“Kamu makan beneran ‘kan tapi? Aku ngaish itu duoaya kamu sarapan, nggak repot harud ke kantin dulu karena jam udah mepet sama dosen yang udah mau masuk kelas,”


“Iya dong aku makan, Shel,”


“Jangan di oper-oper ya,”

__ADS_1


“Maksudnya?”


“Ya jangan dioper-oper gitu. Ganta ngaish ke aku, terus aku ngaish ke kamu, nah kamu ngasih ke orang lain,”


Argantara tertawa, kenyataannya memang deperti itu tapi Ia tutupi demi menghargai sesama.


“Masa iya dia lupa makanan apa yang dia makan tadi pagi. Gue makin yakin dia tuh nggak bener-bener nyobain makanan itu,” gumamnya.


“Ya udah sekarang kamu mau pesan apa?”


“Aku—mau mie ayam aja,”


“Ya udah pesan,”


“Berdua sama kamu yuk, satu mangkok berdua ‘kan romantis tuh. Kamu juga kayaknya nggak keberatan ya?” Tanya Argantara seraya tersenyum manis dan menaik turunkan alisnya menatap sang pujaan hati yang kaget mendengar permintaannya.


“Hah? Berdua?”

__ADS_1


Argantara langsung menganggukkan kepalanya sambil tetap mempertahankan senyumnya. Dan dia-diam Ia melirik Ganta dengan ekor matanya.


“Hahahaha mampus lu! Panas nggak?”


__ADS_2