Tunangan Galak

Tunangan Galak
Bab 83


__ADS_3

“Tante, mau ada acara arisan ya besok?”


“Hmm? Nggak kok, Sayang. Arisan darimana?”


Shelina langsung melirik tunangannya yang sibuk makan sambil menonton diara bola melalui ponsel. Argantara ketahuan bohong. Jelas-jelas Argantara bilang besok Ia harus mengantarkan mamanya menghadiri arisan makanya tidak bisa ke mall menemaninya mencari kado untuk Noval.


“Ih Arga kenapa mesti bohong sih! Nyebelin banget deh,” batin Shelina.


Siang ini Shelina diajak oleh Argantara ke rumahnya. Dan Ia langsung disambut dengan hangat oleh Tina yang segerq mengajaknya ke ruang makan. Telah disajikan soto betawi, dan perkedel kentang di atas meja makan. Ia langsung diajak makan oleh Tina, sehingga saat ini Ia makan di meja makan bersama Tina dan juga Argantara.


“Kata Arga besok Tante ada acara arisan gitu sama teman-temannya Tante jadi Arga mau antar Tante ke tempat acaranya,” jelas Shelina supaya Tina tidak bertanya-tanya kenapa mendadak Ia bertanya seperti itu.


“Oh nggak kok,”


“Berarti Arga bohong nih,” ujar Shelina seraya menatap tunangannya yang masih saja sibuk menyaksikan siaran bola.


“Heh Arga! Kamu ngapain bohong sih? Orang Mama nggak kemana-mana kok. Kamu tuh yang mau pergi besok taoi Shelina nggak mau tau, iya ‘kan? Kenapa harus bohong coba? Rmang kamu mau pergi kemana sih? Coba kasih tahu Mama sekarang juga,”


“Apaan sih, Ma. Orang aku nggak kemana-mana kok,”


Akhirnya Argantara menjawab. Sebenarnya sejak tadi Ia mendnegar pembicaraan antara Tina dan juga Shelina. Tapi Ia memilih untuk pura-pura tidak dengar. Ia menonton sambil memcari jawaba untuk berkelit. Tapi karena Ia sudah ditegur oleh mamanya, Ia kehabisan waktu untuk berpikir untuk menemukan jawaban yang tepat.


“Halah bohong! Buktinya kamu segala ngarang ke Shelina. Sebenarnya kamu ‘kan yang mau pergi tanpa sepengetahuan Shelina? Ya kenapa harus bohong coba?”


Shelina menatap Argantara dnegan kesal ketika Argantara menatap ke arahnya. Kemudian Argantara tiba-tiba terkekeh. Dan itu menyebalkan sekali.


“Ih malah ketawa. Sehat nggak sih kamu?”

__ADS_1


“Hahahaha iya aku sehat, Ma. Aku tuh cuma asal doang ngomong kayak gitu ke Shelina, bukan mau bohong lah. Ya kali aku bohong,”


“Ya tujuannya iseng tuh apa?”


“Yang namanya iseng tuh nggak ada tujuan dong, Mamaku sayang,”


“Ah kamu ada-ada deh,”


“Kayaknya Arga emang nggak mau temenin aku deh, Tante,”


“Lho nggak mau temenin kemana, Sayang?”


“Ke mall,”


“Kok gitu?”


“Beneran begitu, Ga?”


“Hmm? Nggak kok, emang temenin kemana sih? Ngapain?”


“Ih yang aku bilang itu lho. Ke mall cari kado,”


“Siapa yang ulang tahun, Shel?” Tanya Tina pada Shelina. Tina penasaran Shelina ke mall mencari kado untuk siapa.


“Untuk teman aku, Tante, namanya Noval,”


“Oh, memang dalam rangka apa? Noval ulang tahun atau nikah?”

__ADS_1


“Ulang tahun, Tante,”


“Oh ajdi Sheline diundang ya?”


“Iya betul, Tante,”


Tina langsung menatap putranya itu. Argantara sudah fokus lagi dengan siaran bola melalui ponselnya.


“Terus kenapa kamu nggak mau temenin Sheline ke mall, Ga?”


“Bukan nggak kau. Aku lagi males aja,”


“Ah biasanya juga nggak ada kata males kalau mau pergi sama Shelina. Hmm kayaknya Mama tau nih masalahnya dimana,” Tina menatap anak sematawayangnya dengan mata memicing.


“Apa, Ma?”


“Kamu jangan-jangan cemburu ya sama Shelina?”


“Hah? Nggak kok,”


“Aj bohong. Jangan gengsi, Mama yang ngelahirin kamu. Jadi mama tau kamu kayak gimana. Kamu itu anak Mama, darah daging mama. Kamu marah, sedih, Mama pasti tau. Walaupun kamu nggak cerita,” ujar Tina sambil tersenyum penuh arti menatap anaknya yang salah tingkah.


Berusaha makan dengan tenang, sambil menonton tapi matanya melirik sang mama yang sedang mencoba mencari tahu dari tatapan matanya.


“Yah ampun Mama nggak percayaan banget sama aku. Orang udah aku bilang. Aku tuh nggak cemburu,”


“Bohong itu, Shel. Kamu ‘kan tau ya gimana Arga, pasti tau juga kan gimana dia kalau lagi gengsi. Ornag kalau cemburu tuh emangpasti gengsi, yang ada cuma ngedumel dalam hati, uring-uringan aja. Nggak mau bilang aja kalau cemburu,”

__ADS_1


Shelina terkekeh semnetara Argantara mendengus. Siapa bilang Ia gengsi? Ia sudah pernah mengaku cemburu bahkan beberapa kali ketika Shelina dan Ganta ada interaksi tapi Shelina selalu abai dmegan rasa cenburunya itu dengan terus meyakinkan bahwa Ia dan Ganta hanyalah sahabat, tidak lebih daripada itu.


__ADS_2