Tunangan Galak

Tunangan Galak
Bab 77


__ADS_3

“Dulu ya, Arga tuh jahat banget sama Shelina. Di pesta ultah Geri pernah bikin Shelina malu,” ujar Andrew.


Topik menarik yang patut untuk didengarkan tiba-tiba dicetuskan oleh teman Ganta. Saat ini Ganta nerdama dua orang temannya sedamg berada di kantin kampus menikmati menu makan siang mereka.


“Maksudnya gimana? Gue nggak paham. Arga ‘kan tunangannya Shelina, kenapa dia jahat sama Shelina?” Tanya Ganta yang benar-benar penasaran. Yang Ia tahu Argantara dan Shelina itu sudah bertunangan, tapi kenapa Argantara jahat pada tunangannya sendiri? Seharusnya itu tidka pernah terjadi. Dengan orang lain saja yang tidak punya hubungan apa-apa sudah semestinya bersikap baik, apalagi ini dengan tunangan.


“Iya jadi dia tuh jahat bangets ama Shelina. Waktu itu Geri ulang tahun, terus gue dnegar Shelina ngajakin pulang bareng. Eh Arga nya marah, njir. Ngebentak gitu dia. Ya jelas lah bukan cuma Shelina aja yang kaget tapi kita-kita yang ada disitu juga kaget banget. Ini kejadiannya sebleum lo ada ya, Ganta,”


“Eh seriusan? Kok dia bisa sejahat itu?”


“Ya mana gue tau. Intinya dia emang jahat deh. Dia marahin Shelina padahal ‘kan harusnya bsia ditolak baik-baik ya, kenapa harus ngebentak? Kenaoa haru marah coba? Udah gitu marahs ama ceweknya sendiri lagi, mana udah tunangan. Brengsek juga tuh si Arga. Anjir gue lesal pas liat kelakuan dia di pesta itu,” ujar Andrew.


“Lo seriusan?”


Andrew menganggukkan kepalanya. Ia hanya menyampaikan apa yang Ia lihat. Memang benar adankejadian dimana Argantara membentak Shelina ketika mereka sama-sama menjadi tamu undangan.


“Arga, aku boleh pulang bareng sama kamu?”


“Lo pikir lo tuh siapa? Hah? Gue bukan dupri lo ya! Pulangs ana sendiri! Gue nggak sudi pulang sama lo! Dasar nggak tau malu,”


Andrew maish ingat sekali apa perkataan yang Argantara lontarkan kepada Shelina dan tu benar-benar jahat.


“Emang beneran kok, Gan. Dia sejahat itu sama ceweknya dan aneh su ceweknya masih mau aja sama dia. Nggak habis pikir deh gue,” ujar Juna yang membenarkan ucapan Andrew.

__ADS_1


“Ya mungkin karena udah cinta kali ya,” jawab Ganta.


“Iya mungkin, tapi bodoh sih kata gue. Ngapain coba cinta sama Arga?”


“Pantesan dia keliatan banget takut keliatan Shelina ternyata dia pernah jadi orang yang sejahat itu ya ke Shelina?”


“Iya lo bener. Gue nih pernah ngeliat dia buang makanan yang dikasihs ama Shelina, terus gue juga pernah ngeliat dia marahin Shelina di depan perpus gara-gara Shelina nggak sengaja nabrak dia. Pokoknya kelakuan dia brengsek banget deh. Tapi Shelina tuh maish baik aja sama dia, masih lembut. Pernah sih akhirnya jadi marah besar yang waktu di delan perpus itu Shelina marah balik. Dia disalahin dan dia nggak terima karena dia tuh nanrak Arga nggak sengaja bukan karena punya tujuan caper atau apa. Soalnya si Arga tuh nuduh dia caper, genit, gitu-gitulah. Nah Shelina langsung marah deh tuh. Dia ngejalin berulang kali kalau dia nggak sengaja. Ya namanya manusia ya kadang ceroboh, lagian dia tuh nggak kenapa-napa woy. Jadi nggak perlu marah seharusnya lah,”


“Astaga, kok Arga sejahat itu sih?” Ganta heran kenapa ada laki-laki sejahat itu pada Shelina yang merupakan perempuan baik.


“Ya makanya gue juga nggak habis pikir,” jawab Juna.


“Mereka tunangan karena perjodohan orangtua makanya jadi gitu, tapi ya nggak seharusnya lah jahat ke Shelina,” ujar Argantara.


“Gue rasa sih dia udah coba nolak tapi orangtua nya dia sama Shelina pengen tetap mereka bareng akhirnya jadi dia kejam begitu karena nganggapnya Shelina lah yang salah,” ujar Andrew.


Tiga sahabat Argantara yang kebetulan sejak tadi duduk di dekat Ganta beserta dua orang temannya langsung saling menatap satu sama lain setelah mendengarkan sebagian besar obrolan mereka yang membahas Argantara dan juga Shelina. Tapi yang lebih banyak dibicarakan adalah keburukannya Argantara.


“Nggak ada sopan santunnya ya. Ngapain coba ngomongin Arga segitunya? Dasar mulut rumpi,” ujar Denis yang tentu tidak senang Ganta dan dua temannya membicarakan Argantara yang memang pernah salah tapi tidak seharusnya dibicarakan bersama seperti itu.


“Lambe turah mereka ya,” jawab Satria.


“Laporin tuh ke si Arga biar dia tau kelakuan Ganta kayak gimana. Makin ketauan nggak bisa move on tuh orang ya. Arga emang pernah salah tapi dia ‘kan udah minta maaf dan berubah lagian Shelina tau kalau Arga cuma butuh waktu,”

__ADS_1


“Ya begitulah kalau orang udah obsesi dan belum bisa move on. Dia tuh udah sakit hati banget ditolak sama Shelina dan Shelina milih Arga. Ihiwww rasain emang enak!” Satria bicara penuh penekanan sambil menatap ke arah Ganta yang saat ini sedang menikmati makanannya.


“Liat lo! Ntar gue aduin ke Arga,” ujar Satria lagi.


“Eh udah-udah nggak usah! Jangan gegabah, ntar kalau Arga sama dia berantem gimana? Udah jangan lah biarin aja dia mau ngomong apa suka-suka dia yang penting sekarang ini Arga sama Shelina udah bahagia,” Denis melarang Satria yang ingin melalorkan obrolan Ganta bersama dua orang temannya kepada Argantara. Menurut Denis hal itu bisa memicu pertengkaran, dan sebaiknya dihindari.


“Lo belain dia gitu?”


“Astaga gue bukan belain dia. Gue tuh nggak mau ada yang berantem ya,”


“Iya bener kata Denis, Sat. Kalau lo laporan sama Arga, terus Arga emosi dan berantem sama dia gimana? ‘Kan kasian juga sama Shelina. Apa nggak jantungan tuh dia ngeliat dua cowok bernatem gara-gara rebutan dia,” Ardan turut menasehati Satria supaya yidak gegabah dalam mengambil tindakan.


“Ya kecuali kalau suatu saat nanti ada apa-ala nih yang mengharuskan kita laporan sama Arga ya udah lakuin. Tapi kalau nggak terjadi apa-apa ya nggak usah,”


“Maksud lo, Den?”


“Misal, si Ganta deketin Shelina lagi, dan dia makin nunjukkin obsesi nya, ya udah mau nggak mau kita laporan sama Arga. Supaya dia kasih tau Shelina supaya lebih waspada,”


“Ya berarti kita telat dong,”


“Nggak lah, kita berharap semuanya baik-baik aja,”


“Iya menurut gue jangan ngomong apa-apa deh kalau bisa mancing keributan kecuali kalau emang laporannya kita tuh diperlukan,”

__ADS_1


“Ya udahlah terpaksa gue tutup mulut,” ujar Satria dengan pasrah karena dua sahabatnya melarang Ia untuk memberitahu Argantara bahwa Ganta sudah tahu dari teman-temannya tentang perlakuan Argantara dulu pada Shelina di awal-awal perjodohan mereka.


__ADS_2