
“Hai-hai, Tante bawa apa nih,”
Obrolan Argantara dan Shelina terpaksa berhenti karena Tina datang bersama asisten rumah tangga. Tina membawa makanan di dalam mangkuk yang belum Shelina ketahui apa jenis makanan itu. Sementara asisten rumah tangga yang dipanggil Bibi itu membawa air minum.
“Nah jadi deh. Selamat dinikmati ya,”
“Ya Allah, maaf ngerepotin ya, Tante. Makasih banyak, tapi Tante nggak perlu repot-repot kayak gini, aku dibolehin datang ke sini aja udah senang banget,”
“Masa iya sih calon mantu nggak dibolehin ke sini dan mggak makan apa-apa. Ya udah silahkan dinikmati ya, Tante sama Bibi minggir dulu. Masih ada kerjaan soalnya,”
Shelina langsung berdiri dan menarik pelan bagian pinggang dress floral yang Ia kenakan untuk memperbaiki penampilannya sehabis duduk.
“Eh kamu mau kemana?”
“Bantuin Tante sama Bibi,”
“Oh nggak-nggak, kamu nggak boleh bantu apa-apa. Mending sekarang kamu makan aja, jangan repot-relot bantu,”
“Tan, aku bisa kok bantu-bantu kerjaan rumah,”
“Iya Tante tau, Sayang. Tapi Tante nggak mau kamu bantu lagian ini kerjaan di dapur aja. Mending ya, sekarang kamu makan pempek nya. Tante mau ke dapur lagi sama Bibi soalnya masih ada yang belum matang,”
Ayo dengar kata Tante, Shel. Jangan bandel ya. Duduk sekarang dan makan sama Arga,”
“Arga kamu temenin Shelina makan di sini!”
“Iya, Ma. Boleh ikutan makan nih? Nggak cuma temenin doang ‘kan?”
__ADS_1
“Tany tih sama tembok,”
Argantara terbahak mendengar jawaban Mamanya. Ia hanya ingin memastikan saja. Barangkali Mamanya hanya ingin Ia menemani Shelina tanpa ikut makan juga.
“Udah liat ‘kan ada dua porsi di situ? Masa iya kamu nggak Mama kasih?”
Argantara langsung menatap ke meja dan Ia terkekeh. Ia baru sadar ada dua mangkuk. Ia langsung terkekeh “Maaf baru sadar, Ma. Makasih ya, Ma,”
“Iya kamu makan bareng Shelina di sini, jangan biarin Shelina kemana-mana ya,”
“Siap, Ma,”
Tina menekan oelan kedua bahu Shelina supaya Shelina duduk kembali di tempatnya smabil Ia menatap Shelina dengan tegas.
“Makan aja nggak usah ngapa-ngapain,” ujarnya dengan lembut tapi tegas.
“Makasih banyak, Tante,”
“Mama kamu baik banget sih. Aku smapai nggak snak semdiri tau. Datang-datang dikasih makanan masa,”
“Ya tamu dmang begitu lah, Shel. Mana ada tamu disuruh bersih-bersih rumah baru dikasih makan. Darimana aturannya begitu? Tamu ‘kan emang harus dilayani dengan baik,”
“Ya—-iya sih, tapi baik banget Mama kamu. Aku jadi nggak enak,”
“Udah nggak usah mikir kayak gitu. Lo nggak dengar tadi apa kata nyokap gue? Lo harus makan sekarang, nggak usah kemana-mana nggak, usah bantuin, dan jangan pernah mikir kalau lo tuh ngerepotin. Paham nggak?”
Shelina menganggukkan kepalanya. Kemudian Ia menerima mangkuk yang diulurkan oleh Argantara kepadanya.
__ADS_1
“Ayo makan,”
“Makasih ya,”
Mereka berdua makan bersama dan di suapan pertama Shelina langsung dibuat jatuh cinta dengan makanam khas Palembang buata Tina yang rasanya benar-benar lezat sesuai seleranya
“Enak banget pempek nya ya ampun,”
“Iya emang nyokap nggak pernah gagal deh kalau soal masal, apaan aja yang dipegang pasti rasanya enak,”
“Aku bingung gimana ya tips supaya bisa masak yang enak? Aku belajar dari Mama tuh nggak bisa seenak Mama, dan aku yakin kalau aku belajar dari Mama kamu, nggak bakal seenak buatan Mama kamu juga,”
“Bisa kok pasti, cuma belum waktunya aja jadi sehebat mereka. Gue yakin lo bisa,”
“Aamiin, tapi susah bisa seenak masakan Mama, dan aku yakin bakal susah juga kalau untuk ngimutin enaknya masakan Tante Tina. Kita anak-anak yang beruntung ya bisa ngerasain masakan mama yang enaknya luar biasa. Di luar sana banyak yang pengen masakan Mama tapi karena satu dan lain hal akhirnya nggak bisa,”
“Kok lo jadi galau gini tiba-tiba?”
“Iya mendadak aku kepikiran aja gitu sama orang-orang di luar sama yang nggak seberuntung kita bisa nikmati masakan enak Mama,”
“Iya kita lebih beruntung daripada mereka,”
“Aku selalu berdoa supaya aku bisa selama mungkin nikmatin masakan Mama, semoga Mama dikasih kesehatan terus dan panjang umur jadi aku bisa nikmati masakan Mama tuh masih lama, kalau bisa sampai aku tua nanti. Tapi kalau dipikir-pikir mungkin bakal susah banget kali ya soalnya kalau aku udah tua oromatis Mama aku udah tua banget lah,”
“Doa yang sama buat nyokap gue juga,”
“Pasti dong, kita harus doain yang baik-baik untuk orangtua,”
__ADS_1
“Yes karena kita bakal jadi orangtua juga,” jawab Argantara sambil mengedipkan salah satu matanya dan sambil tersenyum menatap Shelina.
“Oh iya sebenarnya ada yang mau gue—eh aku. Astaga baru sadar masih suka kebawa ya gue nya. Sebenarnya ada yang mau aku omongin sama kamu, Shel,”