Tunangan Galak

Tunangan Galak
Bab 70


__ADS_3

“Maaf ya aku kesiangan, kamu harusnya langsung berangkat aja ke kampus nggak usah nyamperin aku,”


“Lah orang aku mau bareng, emang kenapa sih?”


Argantara kesal, dan tak merasa dihargai. Apa kedatangannya tidak diterima oleh Shelina? Padahal jelas-jelas Ia sudah menunggu Shelina kurang lebih setengah jam sampai Shelina selesai bersiap ke kampus.


Mendengar dari mamanya Shelina bahwa Shelina terlambat bangun dan bersiap, kemudian Ia dipersilahkan untuk berangkat lebih dulu oleh mama Shelina, Argantara menolak karena Ia ingin ke kampus dengan Shelina.


“Ya bukannya apa-apa, aku nggak enak aja. Kamu jadi harus nungguin aku deh,”


“Ya nggak apa-apa ‘kan emang maunya gue,”


“Ya udah ayo berangkat, aku udah pamit sama Mam sekarang Mama lagi beberes di lantai atas katanya berangkat aja, hati-hati,”


“Ya udah berati kita langsung ke kampus sekarang,”

__ADS_1


Shelina menganggukkan kepalanya. Lantas Ia menutup pintu rumahnya sebelum masuk ke dalam mobil Argantara yang pagi ini seperti biasa menjemputnya di rumah untuk berangkat bersama ke kampus.


“Kenapa tumben banget kamu kesiangan, Shel?” Tanya Argantara pada tunangannya itu.


“Iya nggak tau kenapa ya? Aku juga bingung tau,”


“Oh gara-gara semalam kali ya? Kamu ‘kan abis pergi ke acara teman kamu itu lho,”


“Astaga ya amlun, aku aja lupa lho. Iya kamu bener aku ‘kan abis datang ke acara semalam ya,”


“Makanya nggak usah sok-sokan jadi anak malam, Shel, kesiangan ‘kan kamu,” ujar Argantara sambil terkekeh. Shelina tidak terima dibilang seperti itu.


“Ya harusnya sih nggak usah datang kalau tau ke tempat kayak gitu, bar maksud gue,”


“Ih aku nggak tau kalau ternyata di situ acaranya lagian aman-aman aja kok karena sama teman aku,”

__ADS_1


“Iya gue tau aman, tapi gue yang khawatir. Begitu gue tau lo datang ke aacara malam-malam terus di bar lagi, gue khawatir, dan lo sempat nolak pas gue mau jemput. Dih mana mungkin gue nggak jemput,”


“Padahal aku baik-baik aja lho kalaupun pulangnya sama teman aku nggak sama kamu,” ujar Shelina sambil terkekeh. Argantara tidak malu-malu lagi mengakui kalau Ia khawatir.


“Ya tetap aja gue nggak mau lah,”


“Emang kamu nggak capek ya? Malam-malam nyamperin aku, apa kamu disuruh sama mama kamu? ‘Kan waktu itu ngomongnya disuruh mulu kalau antar jemput aku,” ujar Shelina sambil tertawa mengingat momen dimana tunangannya itu selalu mengatasnamakan mamanya kalau mau mengantar jemput dirinya dan Ia percaya mengingat Argantara memang masih belum menerimanya.


“Nggak, dan gue juga nggak disuruh sedikitpun sama nyokap atau bokap gue, itu ‘kan dulu, Shel. Sekarang mah nggak, inisiatif gue sendiri aja jemput lo,” ujar Argantara pada perempuan yang duduk di sebelahnya itu.


“Oalah gitu ya,”


“Kirain karena disuruh lagi sama Mama kamu,”


“Nggak,”

__ADS_1


“Maaf ya kalau aku ungkit hahaha. Soalnya lucu aja gitu kalau ingat amsa-masa sebelum ini. Kamu ‘kan suka rajin ya datang antar jemput aku dan kamu selalu bilang dsuruh Mama terus hahahaha,” ujar Shelina sambil tertawa.


“Jangan gitu dong, itu ‘kan dulu sekarang gue tulus kok, inisiatif gue sendiri tuh antar jemput lo,”


__ADS_2