Tunangan Galak

Tunangan Galak
Bab 81


__ADS_3

“Ayo ih buruan, kamu lama deh padahal cuma milih minuman,”


“Shel, aku nggak pernah cerewetin kamu kalau kamu lagi milih. Kamu parah sih,”


Shelina tertawa menyaksikan Argantara yang kesal karena Ia minta untuk cepat memilih minuman di dalam kulkas. Mungkin sudah tiga menit Argantara diam di depan lemari pendingin sebuah minimarket dekat kampus, hanya untuk memilih minuman.


Shelina sudah pikih makanan ringan, sudah pikih minuman juga sementara Argantara minuman pun belum memilih,


Sejak tadi Argantara mengikuti kemana Shelina melangkah. Setelah Shelina menyuruhnya untuk cari kesibukan sendiri barulah Ia jalan-jalan mencari makanan atau minuman yang diinginkan. Shelina tidak lama memilih makanan ringan dan minuamn sementara kekaishnya masih terpaku di depan kulkas.


“Aku bingung nih mau minum apaan,”


“Ya udah minum air gunung aja deh kamu, ke gunung langsungs ana biar nggak bingung,”


Argantara terbahak mendnegar ucapan Shelina yang kini berdiri di sebelahnya sambil memasang wajah datar.


“Kamu kesel sama aku nih ceritanya?”


“Nggak, cuma bosen aja nungguin kamu di delan kulkas. Lama ya milihnya. Biasa yang lama milih itu cewek lho, tapi ternyata kamu cowok juga bisa lama kalau milih-milih sesuatu,”

__ADS_1


“Ya iyalah, semua manusia itu bisa bingung, bisa bimbang mau pilih yang mana,” ujar Argantara yang tidak pernah berpikir bahwa yang suka lama emilih ini tu adalah peremluan.nargantara tahu laki-laki juga bisa saja lama kalau memilih sesuatu karena yang namanya manusia wajar saja merasa bimbang.


“Ya udah ini aja deh,”


Argantara akan mengambil minuman dalam kaleng dan Shelina langsung membelalakkan kedua matanya dan spontan mencubit pinggang Argantara.


“Aw sakit tau. Apaan sih? Kok aku dicubit?”


Argantara menatap kekasihnya dengan sorot kesal. Tadi Ia diminta untuk cepat, giliran Ia ingin mengambil minuman Shelina tiba-tiba mencubitnya otomatis Ia tdiak jadi mengambil minuman yang menjadi pilihannya.


“Aku tau itu ada alkoholnya ‘kan? Ngapain beli itu sih? Minuman yang lain ada tuh,”


“Arga apaan sih? Jangan yang itu, ntar mabok lho,”


“Aku sih udah pernah ya nyobain ini,”


“Ya sekarang nggak boleh! Udah deh pilih yang lain aja nggak usah aneh-aneh. Ntar ngefly kan bahaya. Kamu masih mau nyetir ya ke rumah aku. Dan aku nggak mau mati muda,”


“Ini sih nggak berat, Shel,” jawab Argantara dengan santai. Shelina tetap menggeleng walaupun kategorinya ringan, Shelina tidak ingin Argantara minum itu disaat minuman lain masih banyak jenisnya.

__ADS_1


“Mending ambil jus aja tuh , buat kesehatan, daripada yang itu bikin sakit,” ujar Shelina.


“Nggak mau,”


Argantara sebenarnya hanya bercanda. Ia tidak benar-benar menginginkan minuman itu. Hanya saja Ia senang membuat Shelina kesal sekaligus cemas.


“Aku nggak sampai mabok kok minum ini, Zel, rasanya tuh enak ckbain deh makanya jangan langsung—“


“Hih, aku mah nggak mau minum yang aneh-aneh. Kamu sendiri pintar banget ya ingetin aku untuk hati-hati kalau misal datang ke party nggak boleh minum inilah itulah, eh kamu sendiri ternyata begitu,” sindir Shelina dengan sinisnya. Argantara tertawa dan langsung menarik ujung hidung Shelina yang runcing.


“Kamu khawatir ya sama aku?”


“Takut kamu terbang abis minum itu,”


“Biasnaya sih gitu tapi abis itu balik lagi,”


Shelina melirik sinis dan itu mengundang tawa Argantara. “Nggak deng, aku canda doang,” kata lelaki itu sambil merangkul bahu tunangannya.


“Kamu jangan galak-galak gitu dong, takutnya aku nggak kuat nahan kemauan buat nikahin kamu sekarang, soalnya kamu perhatian banget, dan bikin gemes kalau udah cerewet galak,”

__ADS_1


__ADS_2