Tunangan Galak

Tunangan Galak
Bab 75


__ADS_3

“Buset, tau-tau dia udah di rumah Shelina aja. Abis ngapain tu bocah?”


Argantara mengetatkan rahangnya ketika mepihat sosok Noval baru saja keluar dari rumah Shelina. Argantara beruntung belum keluar dari mobil sehingga Ia tidak perlu basa-basi dengan Noval. Ada mamanya Shelin, tidak enak kalau Ia tidak berusaha untuk menyapa Noval sedangkan Ia enggan sekali melakukan itu.


“Udah gue blokir nomor dia handphone Shel, masih aja dia datang. Nggak tau malu emang ya! Sama aja kayak Ganta,” Argantara menggeram tidak senang mendapati kehadiran Noval. Ia sudha memblokir nomor Noval, tapi tenryata Noval malah datang ke rumah Shelina entah tujuannya apa. Tapi yang jelas, Ia yakin sekali Noval itu mau cari perhatian.


Setelah Noval tidak bisa Ia lihat lagi, barulah Ia keluar dari mobil. Niat hati mau mengajak Shelina pergi dengan hati senang. Tapi karena apa yang Ia lihat barusan, akhirnya rasa senang itu mulai terganti sedikit dengan kesal.


“Assalamualaikum,”


Shelina dan Shefia hampir masuk ke dalam rumah tapi akhirnya tidak jadi karena ada suara orang mengucap salam dan mereka langsung tersenyum mepihat kedatangan Argantara.


“Waalaikumsalam,”


“Kamu naik apa?”


“Mobil,”


“Lho, aku nggak liat mobil kamu deh perasaan,” ujar Shelina sambil mengedarkan pandangan mencari mobil yang biasanya digunakan oleh sang tunangan.


“Aku pakai itu,” ujar Argantara sambil menunjuk salah satu mobil berwarna silver yang terparkir hanya beberapa meter dari kediaman Shelina.


“Oalah pakai mobil lain,” ujar Shelina.


“Tante, aku boleh minta izin bawa Shelina pergi sebentar,”


Shefia tersenyum dan menganggukkan kepalanya sambil berkata “Boleh kok, kamu mau ajak Shelina kemana memangnya?”


“Aku mau nonton bioskop sama Shelina, Tante. Boleh nggak kira-kira?”


“Boleh-boleh, abis itu langsung pulang?”


“Hmm kayaknya mau makan dulu, Tante kalau boleh,”


“Iya boleh kok, hati-hati ya,”


“Siap, Tante,”


Shefia masuk ke dalam eumah, tinggalah Shelina dan tunangannya. Shelina menatap Argantara yang saat ini bersedekapd ada menatapnya dneganw ajah datar.


“Ayo buraun berangkat, kenapa malah diam ngeliatin aku?” Tanya Argantara.


“Kamu tiba-tiba banget ngajakin pergi, orang maj bilang dulu,”

__ADS_1


“Lho emang kenapa? Kamu lagi sibuk?”


“Ya nggak sih,”


“Terus kenapa? Mau jalan sama teman?”


“Nggak juga,”


“Ya udah ayo berangkat,”


“Aku ‘kan harus siap-siap dulu paling nggak ya ganti baju deh bentar,”


“Ya udah nggak masalah. Sana ganti baju,”


Shelina lansgung menganggukkan kepalanya dan bergegas masuk ke dalam. Argantara memilih untuk menunggu di dalam mobil saja. Tidak sampai sepuluh menit Shelina sudah masuk mobil dnegan pakaian yang sudah berganti.


“Kamu udha dari tadi? Kok nggak langsung masuk aja, Ga? Apa karena ada Noval?”


“Aku baru aja mau masuk ke rumah kamu tapi aku liat dia keluar. Jadi ya udah, aku nghak jadi deh,”


“Ih harusnya ya masuk aja, kenapa malah diam di dalam mobil?”


“Ya merhatiin dia lah,”


“Emang kenapa?”


“Maksud aku kenapa merhatiin dia?”


“Ya emang nggak boleh? Aku penasaran dia tuh ngapain sih?”


“Dia katanya sih baru abis dari rumah temannya nggak jauh dari dini terus dia sekalian mampir deh ke rumah aku,”


“Halah, alasannya bisa aja,” ujar Argantara dengan sinis.


“Lah aku nggak tau ya dia beneran atau nggak, tapi yang jepas dia ngomong begitu ke aku. Aku iya-iya aja deh. Dia bilang sekalian mampir soalnya dia abis dari rumah temannya dan dia bawa pasta buat orang rumah,”


“Hah? Ada yang dibawa?”


“Iya, pasta,”


“Kalau gitu ya makin keliatan sengaja nya,” ujar Argantara dengan sinis. Kemudian Ia melanjutkan “Kalau dia nggak semgaja, alias sekalian mampir setelah dari rumah teman, ya dia nggak perlu lah bawa apa-apa ke rumah kamu, artinya dia udah nyiapin itu sebelumnya, dia ketauan mau caper,


“Ih jangan berpikir buruk dulu. Barangkali dia nggak enak kalau datang tangan kosong, jadi ya udah sebelum sampai rumah aku, dia mampir dulu beli makanan. Kamu jangan nuduh gitu ih, nggak baik tau, Ga,” ujar Shelina yang lanhsung memgundang decakan malas dari Argantara yang juga merotasikan bola matanya.

__ADS_1


“Kamu belain dia yang jelas-jelas emang lagi cari perhatian sama kamu,”


“Lho, aku nggak belain dia. Aku ‘kan cuma berprasangka baik aja. Dia mungkin mampir beli makanan dulu sebelum smapai di rumah aku jadi dia bukan sengaja mau ke rumah aku tapi emang benar-benar dari rumah temannya, terus kebetulan ngelewatin rumah aku. Jadi ya gitu deh,”


“Apaan sih? Masa iya kamu sepolos itu. Kamu harusnya tau lah gerak-gerik dia, gimana gesture dia. Kamu tau nggak kalau dia suka sama kamu?”


“Nggak, dia ‘kan nggak ngomong apa-apa dan aku bukan orang yang bisa tau isi hati orang,” ujar Shelina dengan santai.


“Lagian kamu emang tau darimana kalau dia suka sama aku?”


“Ya keliatan lah dari gerak geriknya,”


“Aku nggak percaya, kalau aku nggak dengar langsung dia ngomong di depan mata aku,”


“Oh jadi maksud kamu, kamu mau dia ngomong langsung tentang perasaannya ke kamu gitu?”


“Iyalah biar jelas. Daripada nebak-nebak nggak taunya salah ‘kan,”


“Padahal udah jelas dia suka, kamu nya nggak percaya. Kepengen banget gitu dengar cowok nyatain cinta?”


“Iya lah, aku nggak mau menduga-duga atau percaya kalau emang aku belum dengar atau liat langsung,”


Argantara berdecak pelan. Ia tidak senang ketika Shelina bersikap tak peduli seperti ini, padahal Ia cemburu.


“Shel,”


“Hmm?”


Argantara tiba-tiba meraih tangan tunangannya dan Ia genggam dengan hangat. Shelina langsung menatap Argantara dengan kening mengernyit.


“Kenapa, Ga?”


“Kamu tau nggak sih aku cemburu,”


“Hmm tau,”


“Terus? Kamu kok kayak bodo amat gitu ya?”


“Lah, terus aku harus gimana, Ga? Aku ‘kan nggak tau apa yang kamu omongin itu benar atau nggak,”


“Kamu ingat nggak sebelum Noval ada si Ganta tuh yang naksir kamu. Awalnya aku ‘kan yang udah ngomong ke kamu kalau mislanya Ganta suka sama kamu, eh ternyata bener. Dia nyatain perasaannya ke kamu setelah aku ngomong gitu. Tandanya apa? Perkiraan aku tuh benar. Aku udah bilang. Aku nih laki-laki jadi aku tau gimana gesture kalau suka atau naksir sama perempuan, buktinya aku ebrhasil liat itu di Ganta, dan sekarang Noval. Aku yakin nggak lama lahi Noval bakal nembak kamu kayak si Ganta tuh,” ujar Argantara dengan ketus.


“Ya udah dia mau nembak aku kek, mau kayak depan aku kek, mau sirkus atau apalah, terserah dia, suka-suka dia. Intinya aku nggak mau tau. Yang aku tau dia itu cuma teman aku udah sebatas itu aja nggak lebih,” ujar Shelina dnegan tegas.

__ADS_1


“Ya kalau dia anggap kamu lebih gimana?”


“Itu hak dia, yang penting aku nya ‘kan cuma anggap dia sebagai teman aja, aku juga tau diri kalau aku tunangan kamu, lagian aku tuh dukanya sama kamu. Jadi mau orang lain suka sama aku ya nggak ada pengaruh apa-apa buat aku, Ga,”


__ADS_2