
“Lo nggak ada baju yang lebih seksi lagi?”
Shelina menatap penampilannya sendiri ketika mendengar ucapan Argantara yang ternyata menjadi tamu undangan acara ulang tahun Angelin juga.
Shelina benar-benar kaget ketika mendapati sosok tunangannya itu di kafe yang sama dengan tempat yang Ia kunjungi sekarang untuk ikut memeriahkan acara ulang tahun Angelin.
Argantara tiba-tiba mendatangi meja Shelina yang kosong karena dua sahabatnya sedang pergi ke kamar mandi. Dan tanpa permisi, Argantara duduk di hadapan Shelina.
“Ternyata kamu diundang juga ya,” dua kali Argantara bicara seperti itu.
“Baju lo nggak ada yang lebih terbuka?”
Shelina terkekeh tidak enak sambil mengusap kedua bahunya yang terbuka karena Ia mengenakan gaun model sabrina.
“Sekalian aja pakai handuk coba,”
__ADS_1
“Ini aku dipilihin sama Lifa. Aku pikir ini juga terlalu terbuka tapi kata Lifa sama Tita ini bagus untuk aku. Jadi ya udah deh aku pakai, karena aku suka juga sama gaunnya,”
Argantara merotasikan bola matanya. Jadi ternyata Shelina mengenakan gaun itu bukan berdasarkan keinginannya sendiri. Tapi dimulai dari pendapat dua sahabatnya. Lalu Shelina mengikuti karena menurut Shelina gaun itu bagus juga.
“Terus kalau lo disuruh nyebur ke jurang lo bakal mau?”
“Hah? Maksud kamu?”
“Ya ‘kan lo dengerin apa kata teman lo pakai gaun itu. Nah kalau teman lo nyuruh lo untuk nyebur ke jurang lo bakal nurut juga?”
“Oh gitu,” ujar Argantara singkat.
“Emang kenapa? Menurut kamu jelek ya? Nggak apa-apa deh, emang aku nggak ada bagusnya kalau di mata kamu ‘kan,” ucap Shelina seraya terkekeh pahit. Argantara datang hanya untuk mengonentari penampilannya saja? Tidak tahukah Argantara kalau komentarnya itu membuat rasa percaya diri Shelina sedikit menurun.
“Lo bawa siapa buat jadi pasangan lo?” Tanya Argantara yangs udah mengalihkan ke topik lain.
__ADS_1
Shelina tersenyum mendengar pertanyaan Argantara. Kemudian menggelengkan kepalanya. Baik Ia maupun kedua temannya tak ada yang membawa pasangan. Ia memang punya tunangan, tapi daripada menelan rasa kecewa karena penolakan Argantara lebih baik fari awal Shelina tidak mengajak Argantara yang ternyata menjadi tamu juga di acara ini.
“Nggak ada, aku sama Lifa dan Tita nggak ada yang bawa pasangan kok,”
“Gue penasaran kenapa lo nggak ngajak gue?”
“Aku yakin kamu bakal nolak. Nggak nolak baik-baik, aku takutnya kamu nolak pakai bentak aku, galak ke aku makanya dari awal aku nggak mau ngajak kamu, daripada nanti kecewa di akhir,”
“Kenapa lo seyakin itu gue bakal nolak?”
“Ya karena aku tau kamu gimana orangnya. Aku kasih sarapan aja pernah dibuang di kampus,”
Hati Argantara meringis perih ketika melihat senyuman getir Shelina, Argantara sendiri tidak tahu kenapa.
“Ya ‘kan harusnya lo ngomong dulu ke gue jadi kita bisa berangkat bareng,”
__ADS_1
“Aku berangkat sama teman-teman aku, udah sepakat dari awal. Karena kebetulan Angelin juga ngasih undangan pas aku lagi sama Tita dan Lifa. Akhirnya dari situ kita sepakat deh untuk berangkat bareng dan sepakat juga nggak bawa pasangan walaupun kata Angeline baiknya bawa pasangan soalnya mau ada pesta dansa. Tapi ya udahlah, aku sama dua teman aku itu bisa pulang aja pas pesta dansa,” ujar Shelina kelihatan tak ada beban walaupun datang tanpa pasangan dan tidak bisa ikut dansa. Yang terpenting bagi Shelina, Angelin sudah tahu kalau Ia hadir sebagai tamu yang memeriahkan acara.