Utuh

Utuh
HASIL DARI KE KEPOAN


__ADS_3

Zayn, Ilham dan Wiya sekarang sudah berada di ruang ketibaan, Ilham menunggu antrian bagasi untuk mengambil koper milik Wiya tadi dan mempersilahkan  Zayn dan Wiya untuk langsung menunggu jemputan di depan.


Tak lama Ilham menyusul dengan menggeret koper berwarna toska bertuliskan Ilma Qawiya, lalu kemudian mereka masuk ke mobil yang sudah di utus untuk menjemput mereka di bandara, menuju ke hotel mewah yang bersebelahan langsung dengan outlet omelate food cabang kota Medan. Ternyata franchisor di kota ini adalah juga pemilik hotel mewah tersebut.


Perjalanan tugas berjalan lancar, selama disana Ilham menjalankan tugas sebagaimana mestinya, mempresentasikan alur keuangan yang harus digunakan agar terhubung dengan kantor pusat, dan mengawasi langsung teknisnyaa di lapangan sampai yang terkecil, memastikan semua prosedur berjalan sesuai SOP. Tak lupa Ilham memperkenalkan Direktur Utama perusahaan yang baru kepada mitra kerja mereka disana.


Zayn pun disambut hangat bahkan mereka tidak menyangka akan bertemu langsung dengan pemilik perusahaan kuliner terkenal itu.


Demikian pula dengan Qawiya,dia melaksanakan tugasnya dengan sangat baik, mempersiapkan keperluan Ilham, mengingatkan jadwal kerja, kemudian memeriksa langsung teknis pekerjaan terkecil. Sesekali menghubungi Mitty untuk mengawasi pekerjaannya disana. Berharap setelah pulang tidak ada tumpukan laporan yang belum diperiksa.


Sedangkan Zayn, yang awal mula tujuannya adalah ingin memastikan profesionalisme kerja antara keduanya. Dia bahkan tidak cukup hanya satu malam saja, dia menghubungi Rifa akan pulang Bersama jadwal Ilham. tentu Rifa meng iyakan walau akan sangat repot menggeser-geser jadwal atasanya itu.

__ADS_1


Lihatlah si Qawiya, dia bahkan sepanjang hari memanggil Ilham dengan sebutan “Bapak ”. yang ada dalam bayangan Zayn mungkin mereka menjaga diri karena ada Zayn diantaranya. Tapi tidak juga, mereka pun tak nampak sedang berakting ataupun pencitraan. Hmm, tim yang hebat. Tak salah papa membanggakan keduanya.


Beberapa kali Zayn dengan sengaja mengganggu Wiya. Pernah saat dia sebenarnya sudah tau bahwa Wiya tidak suka makan durian, tapi malah mengajak Ilham dan Wiya untuk makan di kedai durian pinggir jalan dengan alasan ingin merasakan sensasi makan durian Medan yang terkenal enak itu.


Walhasil, Wiya pusing keliyengan karna tak tahan dengan bau buah durian segar yang merangsang aroma penciuman, namun anehnya Wiya sama sekali tidak kesal. Hal itu yang membuat Zayn merasa bersalah . Ilham tampak sangat khawatir mengingat ayah Wiya telah mengamanahkan Wiya kepada dirinya. Dia sangat terkejut tak menyangka efeknya akan separah itu.


"Saya minta maaf Nona Wiya." Ucap Zayn lirih saat melihat kondisi Wiya terbaring lemah di kamar hotel tempat mereka menginap setelah diperiksa oleh dokter yang di hubungi pihak mitranya


"Tidak apa-apa pak saya hanya sedikit pusing"


Wiya risih sekali rasanya berbaring di atas kasur ditemani dua orang lelaki di dalam kamar, walau pintu kamar hotel jelas terbuka. Wiya masih enggan mengusir secara langsung.

__ADS_1


Keheningan hinggap diantara mereka bertiga, yang membuat Wiya hampir frustasi kenapa tak ada satupun yang kepikiran mau pergi dari sana.


"Em pak Ilham."


"Iya Wiya? Apa kamu butuh sesuatu ? Aku ambilkan."


"Ti-tidak pak, tapi bisakah sekarang saya beristirahat dulu?"


"Iya Wiya kamu tidur lah! aku nungguin kamu disini kalau kamu butuh sesuatu nanti."


"Ehhh tidak pak, Pak Ilham dan Pak Zayn bisa keluar dulu? biar saya istirahat sendiri. saya tidak apa apa lagipun kalau saya tiba-tiba bengik lagi, saya bisa segera hubungi  Bapak."

__ADS_1


Zayn mulai merasa bodoh, Entahlah, bisa dibilang dia tidak menemukan apa yang dia cari. Yang dilihat justru kedua bawahannya itu bekerja dengan sangat baik. Benar memang Ilham terlihat sangat lembut dan penuh perhatian terhadap Wiya, tapi tidak sedikitpun ada yang berlebihan diantara keduanya. Ilham selalu bersikap sesuai Batasan. Ya Batasan yang dibuat Wiya.


Sangking penasarannya, Zayn mengajak Ilham untuk ikut satu kamar dengannya, dengan alasan biar ada teman bicara. Padahal dia hanya ingin melihat sejauh apa interaksi Ilham-Wiya diluar jam kerja, Ilham sama sekali tidak mengganggu Wiya, begitupun sebaliknya. Zayn merasa aneh sendiri kenapa dia kepo sekali.


__ADS_2