
Setelah serangkaian pemeriksaan dilakukan, dokter Anne menuliskan resep sambil menjelaskan hasil pemeriksaannya.
"Semuanya bagus Bu, sangat bagus. Ibu sehat dan tidak ada masalah apa-apa di rahim ibu. Rahim ibu juga cukup kuat. Terkait darah yang keluar cukup banyak, itu juga masih darah haidh, bukan pendarahan seperti dugaan saya," urai dokter Anne menjelaskan.
"Alhamdulillah," ucap Zayn dan Wiya serentak. Mereka begitu lega. "Tapi kenapa istri saya begitu kesakitan?" tanya Zayn lagi.
"Iya pak, hanya kelainan hormon biasa. Itu biasa terjadi pada wanita haidh. Masih dalam batas normal. Jadi saya tidak meresepkan obat apapun , hanya vitamin yang harus diminum satu kali sehari ya," ucap dokter sambil menulis sesuatu di atas kertas resep.
"Apa itu artinya yang tidak sehat adalah saya dokt? maksud saya apa saya tidak harus diperiksa?" tanya Zayn ragu.
Wiya reflek menatap ke arah suaminya. Bagaimana bisa Zayn memikirkan hal itu. Dia sama sekali tidak meragukan kemampuan suaminya selama ini.
"Bisa saja, kalau Bapak dan Ibu mau melakukan program kehamilan, tentu keduanya harus diperiksa. Tapi rangkaian pemeriksaanya cukup panjang. Saran saya sebaiknya tunggu kondisi Ibu Wiya sudah benar-benar stabil. Makannya saya resepkan vitamin untuk diminum dulu satu bulan ini ya,"
"Dokter, bagaimana dengan riwayat hypotiroid?" tanya Wiya lagi.
"Ibu Wiya punya riwayat hypotiroid? Sebenarnya tidak ada pengaruh secara langsung. Tapi baik hiper maupun hypo, tyroid adalah penyakit imunitas dan pasti menggaggu banyak hormon termasuk hormon kehamilan. Mohon maaf Bu, memang benar banyak kasus hypotiroid yang kesulitan hamil," jelas dokter Anne sambil mengambil satu kertas lagi di atas mejanya.
"Saya buatkan form dan surat rujukan, nanti perawat di lab akan mengambil sample darah anda. Lalu kalian berdua bisa langsung membawa hasilnya ke dokter onkologi ya. Terakhir konsul dengan dokter siapa Bu?"
"Dokter Ivan," Jawab Wiya.
"Baik, nanti bisa langsung ke ruangan dokter Ivan ya setelah ada hasil labnya. Setelah pemeriksaan atau kalau ada teraphy dari dokter Ivan. Silahkan diikuti saja, setelah selesai kalian boleh kembali kesini untuk membuat jadwal promil." ucap Dokter Anne ramah dan penuh harapan.'
"Dokter terimakasih banyak," Zayn membantu istrinya berdiri dan mengikuti arahan perawat untuk melakukan pengambilan darah di laboratorium rumah sakit.
Setelah hasilnya keluar, mereka langsung menemui dokter Ivan di ruangannya seperti instruksi dokter Anne. Karena sudah beberapa kali melakukan test semacam ini, Wiya sedikitnya bisa membaca keterangan yang tertera pada,hasil pemeriksaan labnya. Dia hanya tersenyum lega dan bersyukur dalam hati.
"Kok senyum-senyum sih?" tanya Zayn saat mereka berada diruang tunggu.
"Gak apa-apa mas. Aku haus banget mas, bisa belikan minuman dingin?"
"Iya aku cari dulu ya dibawah, pak Taufik tadi sudah ku minta pulang soalnya. Kamu gak apa-apa tinggal sendirian?"
"Iya mas, aku ga apa-apa. Mas inget ya, yang dingin," pinta Wiya.
Zayn pergi meninggalkan istrinya di ruang tunggu itu bersama beberapa pasien lain. Wiya mengambil ponselnya dari dalam tas dan melihat beberapa cerita yang dibagikan orang-orang yang ada di kontak hijaunya. Hatinya tergelitik saat melihat story dari Ravela Gisha. Vela membagikan foto-foto kegiatan sosial mereka. Tiba-tiba hati Wiya tergerak untuk mengirimkan respon dari story itu.
Yang baju ungu manis banget yaampun ,- Wiya
Ahahaha, bisa aja deh kamu Wiy,- Vela
__ADS_1
Bagaimana kabar mu dengan Bang Soleh? Ku dengar dia sangat baik. Apa sudah ada kemajuan?,- Wiya
Apa sih Wiy, aku malu tau. Doain aja ya,- Vela
Sedang asik bertukar pesan dengan Vela. Tiba-tiba pintu ruangan dokter Ivan terbuka, seorang dokter keluar dari sana dan langsung bersitatap dengan Wiya tak sengaja.
"Qawiya?" sapanya.
"Pak Ditya?" balas Wiya.
"Hey, apa kabar?" Ditya langsung duduk di sebelah Wiya. Wiya langsung bereaksi menggeser duduknya yang membuat jarak diantara mereka.
"Yaampun saya baru tau dari Vela, ternyata anda seorang dokter. Kabar saya baik, dokter Ditya." ucap Wiya.
"Ah iya, ini aku sedang mengambil surat tugas ku untuk kegiatan bulan depan,"
"Saya dengar kamu menjadi ketua tim. Itu keren! Bagaimana rekruitment relawannya?"
"Kita masih kekurangan tim, mungkin kalau Ibu direktur ZA mau bergabung pasti akan banyak yang tertarik,"
"Sayangnya saya tidak bisa berenang, saya lihat salah satu syaratnya harus bisa berenang kan?"
"Seperti yang kamu lihat dokter, lagi mengantri untuk bertemu dokter Ivan,"
Wiya bertemu dokter onkologi? Sakit apa dia sebenarnya?
Ditya sebenarnya sangat ingin tau lebih lanjut, tapi dia yakin Wiya tidak akan semudah itu menceritakan privasi.
"Apa kamu mau saya sampaikan kepada Kak Ivan untuk memajukan jadwal mu? Jadi kamu tidak harus menunggu lama,"
"Itu tidak dibenarkan dokter, saya tidak keberatan menunggu kok," tukas Wiya sambil tersenyum. "Dokter Ivan itu?"
"Iya, dokter Ivan itu kakak kandung saya," jelas Ditya.
Tidak lama kemudian, Zayn datang dengan satu bungkusan di tangannya. Keningnya berkerut, tatapan matanya tajam tertuju ke arah laki-laki jas putih yang duduk disamping istrinya. Tapi dia tidak mengingat wajah Ditya dengan jelas. Ditya reflek berdiri dari kursi tunggu itu.
"Ah, oke. Aku permisi dulu ya. Oh ya sebentar," Ditya membuka tas kecil yang dia bawa. "Ini flashdisk, isinya foto dan video kegiatan kalau mau mau lihat," Ditya menyodorkan flashdisk itu kepada Wiya dan hanya sedikit menundukkan kepalanya kepada Zayn dari pergi dari sana.
Zayn duduk di sebelah istrinya, tanpa menunggu suaminya bertanya. Wiya segera menjelaskan pada Zayn tentang Ditya. Zayn mengangguk-angguk menerima cerita Wiya.
Tibalah giliran mereka masuk ke ruangan dokter Ivan. Dokter Ivan menyambut Zayn dan Wiya dengan begitu ramah, Beberapa tahun yang lalu dokter Ivan sempat curiga karena Zayn hanya mengakui Wiya sebagai karyawannya. Sekarang kecurigaan itu terbukti karena Zayn membawa Wiya sebagai istrinya.
__ADS_1
Dokter Ivan tersenyum lega mengamati hasil pemeriksaan kadar hormon tyroid yang ada di dalam darah pasiennya. Dia memberikan penjelasan panjang yang menerangkan bahwa semua sudah kembali normal. Hasil pemeriksaanya tidak jauh berbeda seperti hasil pemeriksaan terakhir beberapa tahun yang lalu.
"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, tetap jaga pola makan dan yang paling penting jangan pernah memikirkan hal yang menjadi beban apalagi sampai stress. Kalian rujukan dari dokter Anne kan? Silahkan diminum saja vitamin asam folatnya ya. Pergilah berjalan-jalan berdua dan lakukan hal-hal yang hangat dan manis. Itu akan sangat membantu kalau kalian mau memulai promil," ungkap dokter Ivan lagi.
"Terimakasih banyak dokter," ucap Zayn menjabat tangan dokter Ivan mengakhiri pertemuan hari itu.
Zayn dan Wiya begitu lega. Tidak ada masalah kesehatan yang menghambat kehamilan Wiya. Istrinya baik-baik saja, itu yang paling penting.
Tidak ingin kejadian seperti hari ini terulang lagi, Zayn terpaksa menyetujui untuk memulai program kehamilan bulan depan. Walau dia merasa itu terlalu cepat mengingat usia pernikahan mereka baru satu tahun. Dia memang sangat ingin memiliki anak dan menjadi seorang ayah. Tapi menikmati masa-masa berpacaran dengan Istrinya juga bukan hal yang membosankan.
Wiya menggenggam erat tangan suaminya saat mobil mulai melaju. Senyumnya terkembang sepanjang jalan karna hal yang dia takuti sudah sirna. Yang lebih membuatya optimis adalah suaminya sudah setuju untuk mengikuti progam kehamilan bersama dokter Anne.
"Maaf ya sayang, aku belum bisa mengajak mu berbulan madu dalam waktu dekat. Kamu tau kan project ini baru jalan dan akan selesai dua bulan lagi?" ucap Zayn sambil mengusap lembut kepala istrinya.
"Tidak masalah mas, aku akan menunggunya,"
"Istri manis, kamu mau kita kemana nanti?" tanya Zayn.
"Bagaimana kalau kita mengulang senja di perbatasan Eropa?"
"Baiklah, kita ke Turki dua bulan lagi."
"Makasih mas," ucap Wiya girang memeluk erat suaminya.
************
Udah gini aja ya up nya hari ini,ehehehe.
Lah, jadi konfliknya apa Thor?
Kan author udah bilang ikutin aja naik turunnya perasaan mereka berdua. Nanti juga ketemu titik Puncak yang uwuwuwu. Ahaha.
Siapa yang mau ikut ke Turki?
Ayo author masukin dalam koper toska punya Wiya. wkwkwk.
Yeay. gak terasa author udah nulis novel ini lebih dari 100 BAB. Adain give away jangan???
follow dulu dong sosyel media author chantyq jelita ini.
ig : enka2804
__ADS_1