
Mobil telah berhenti sempurna tepat di halaman parkir outlet. Zayn dan Wiya turun dan langsung menuju ke lantai atas. Saat melewati lobby sebelum ke ruangan masing-masing ternyata Brigitta sudah menunggu Zayn, Ia tampak sedang berbincang hangat dengan Ilham.
“Bii? Kamu disini? Kok gak ngabarin ? Kenapa gak nunggu di dalam ?” Sapa Zayn yang memang tak tau akan kedatangan Brigitta sepagi itu ke perusahaan.
Bee ? Uhhh manisnya. Apa tu Bee? Lebah?
Tadi aja bilangnya ga pernah jatuh cinta, itu apa tu udah ada panggilan sayangnya segala.
Uhhhh. Dasar kumbang.
Wiya bergumam sinis dalam hati, menyaksikan Brigitta yang kecantikannya meningkat dua kali lipat dengan setelan kantoran. Tubuhnya tinggi semampai ditambah lagi dengan high heels berwarna merah cabe setinggi 7cm, rambut ikal bergelombang itu dibiarkan tergerai. Bagian paling menonjol dari Brigitta adalah bibir yang sensual dan selalu cocok memakai lipstick dengan shade apa saja. Jangankan saat berbicara, di saat bersin pun dia tampak mempesona dan menarik perhatian.
“Iya sengaja pengen nunggu disini karena kebetulan tadi ada Ilham, belum lama kok. Untunglah kamu sudah sampai” Ucapnya sembari berdiri menuju ke arah Zayn dan Wiya.
“Hai Wiy, apa kabar?”
Brigitta memegang pundak Wiya dan mencium pipi kiri dan kanan dengan ramah. Wiya pun membalas tak kalah hangatnya.
“Ekhem, Kalau begitu saya permisi ke ruangan dulu, yuk Wiy!“
Ajak Ilham yang sekarang sudah berdiri dan mengajak Wiya berpamitan menuju arah divisi keuangan.
Ilham dan Wiya berlalu dari hadapan Zayn dan Brigitta. Atasan dan tamunya itu juga langsung menuju ke ruangan Zayn.
Tersirat sedikit rasa kecewa dalam hati Wiya saat melihat mereka sudah sedekat itu. Apa benar tak ada hubungan apa-apa diantara mereka? Apa mungkin tidak akan jatuh cinta, jika terus bersama dengan gadis se luar biasa Brigitta? Hatinya seperti terkena lastik karet gelang, manakala terlintas dalam bayangannya betapa serasinya Zayn dan Brigitta saat berdiri bersisian.
Wiya menduduki meja kerjanya, melihat ke arah meja kerja yang terdapat nama Mitty Arsylla. Ahhhh ini baru hari pertama. Tapi ruangan ini terasa kosong sekali tanpa sahabatnya itu, mungkin juga karena suasana hatinya tidak sedang baik-baik saja seperti biasanya. Tiba-tiba dia jadi ingin dengar lagu kangen band yang sering di dengarkan Mitty, dan dia memutarkan satu lagu disana.
Mungkin sampai nanti kau akan terus begini
__ADS_1
mungkin sampai nanti engkau tak kan ku miliki
mungkin sampai nanti rambut ku kusam memutih
mungkin sampai nanti kau kan tetap sahabatku
Lalu Wiya malah buru-buru mematikan musik itu setelah tersadar liriknya yang dirasa terlalu bucin. Namun dia menyadari, lagu-lagu yang Mitty sering dengarkan ini ternyata tidak buruk juga, hanya saja mungkin banyak orang yang malu mengakuinya karena terlalu subjektif terhadap orang yang mempopulerkannya, padahal lagunya cukup enak untuk dinikmati seperti yang Wiya lakukan saat ini. dia memutar satu lagu lain untuk mengusir kesepiannya.
***
CEO’s ROOM
Zayn duduk di meja kerjanya membubuhi tanda tangan di beberapa berkas yang Rifa bawakan, sementara Brigitta duduk manis di sofa menyilangkan kakinya sambil memperhatikan macbooknya dengan pandangan serius, dia juga terlihat sedang melakukan pekerjaanya. Sekiranya telah selesai dengan satu pekerjaan Zayn melirik ke arah Brigitta yang juga sudah meletakan benda persegi itu di atas meja.
“Papi! beliau maksa aku buat bicara secepatnya sama kamu soal kerjasama ini. Dan…soal…” Kalimat Brigitta menggantung karena dari lubuk hatinya yang paling dalam dia pun enggan mengatakannya.
“Soal perjodohan kita?“ Zayn melanjutkan kalimat itu, Brigitta menaikan kedua bahunya.
“Jadi kamu sudah menyetujuinya?“ Tanya Zayn lagi.
“Aku bisa apa Zayn? Kamu belum mengambil keputusan apapun? “ Tanya Brigitta.
“Entahlah, aku belum memikirkannya.“
Jawab Zayn membelakangi Brigitta.
Brigitta Senja adalah anak tunggal dari seorang pengusaha tambang di Indonesia, Ayahnya orang Jawa asli sedangkan Ibunya berasal dari Turki, Ibunya meninggal dunia saat dia masih sangat kecil, sehingga Tuan Setiawan yang mengurus Brigitta sebagai single daddy, Tuan Setiawan sangat menyayangi dan memprioritaskan Brigitta dalam segala hal. Dia selalu membawa tuan puterinya kemanapun Ia pergi.
__ADS_1
Brigitta kecil setiap hari selalu ikut ke perusahaan menemaninya papinya bekerja. Walaupun ada pengasuhnya yang mengurus segala keperluan Brigitta namun tak pernah sedetikpun lepas dari pengawasan papinya. Bahkan Tuan Setiawan tak pernah tertarik untuk menikah lagi sejak Mommy Brigitta pergi, hanya karena tak ingin perhatian untuk Brigitta terbagi.
Gadis kecil yang Ia rawat dengan tangannya sendiri kini tumbuh dewasa dan sangat cantik mewarisi kecantikan sang Ibu, Ia juga seorang selebgram dan vlogger yang sering wara wiri di layar kaca reality show maupun infotainment. Kini dia perlahan mengurangi jadwal kerja keartisannya karena ayahnya terus saja mendesak dirinya untuk belajar memegang perusahaan, sebab hanya Brigitta lah yang ayahnya punya untuk melanjutkan estafet kepemimpinan. Dan jika puterinya menikah dengan Zayn, tentulah dia bisa berharap banyak atas keberlangsungan perusahaannya kedepan.
Brigitta tidak bisa berbuat banyak. Dia menerima rencana perjodohan yang ayahnya buat bersama Pak Haris. Meski dia punya pilihan, dia tak ingin membantah sang ayah. Ayahnya adalah teladan yang sempurna, dia mendidik Brigitta dengan sangat baik. Yang menjadi pilihannya tentulah lelaki yang baik pula. Begitu yang Brigitta fikirkan. Cinta? dia tidak pernah berfikir sampai kesana, untuk seorang anak dari pembisnis seperti ayahnya tentu saja untuk hal pernikahan pun sudah diperhitungkan untung ruginya. Itu bukan lagi sebuah rahasia. Terlebih saat dia
tau yang dipilihkan untuknya adalah Zayn Dwika Haris, Not too bad, right? batinnya. Toh cinta bisa diusahakan dikemudian hari.
Haris dan Setiawan adalah dua pengusaha yang sukses di bidangnya masing-masing. Dua orang yang berteman lama ini berharap hubungan mereka bisa lebih dari sekedar kerja sama bisnis . Akan sangat menyenangkan dan menguntungkan bila dua perusahaan besar sekaligus menjadi dua keluarga besar. Anak-anak mereka sudah cukup mapan dari segi usia. Mereka juga sudah sama-sama menjalankan bisnis keluarga masing-masing sehingga kedua orang tua sepakat membuat rencana perjodohan Zayn dan Brigitta. Padahal secara usia Haris dan Setiawan belum bisa dibilang tua, entah mengapa mereka sangat buru-buru memberikan kepercayaan anak-anaknya untuk belajar memegang perusahaan.
Disisi Zayn. Hampir 90% hidupnya adalah peraturan dari Ibunya. Zayn sebagai anak laki-laki pertama turut merasakan turun naiknya kehidupan sebuah rumah tangga pemula. Termasuk usaha sang ayah merintis perusahaan hingga sekarang bisa mereka nikmati bersama. Dia tumbuh menjadi lelaki yang gigih namun tetap sukar memilih. Semua yang dia jalani sebagian besar adalah permintaan sang Ibu. Sekilas dia tampak sebagai seorang anak yang patuh dan sangat menyayangi Ibunya, tapi sisi kecil dihatinya begitu ringkih. Dia menjadi sulit sekali merasakan keinginan hatinya sendiri. Untuk Zayn, setiap kalimat ibu adalah kebenaran.
Pernah satu kali dalam hidupnya dia mencoba mengikuti kata hati. Mendaftar beasiswa master dan mengambil jurusan design grafis, padahal dia seorang sarjana komunikasi. Terjadi sebuah konflik batin berkepanjangan. Dia sangat mencintai dunia seni menarik garis ini, selalu menjuarai kontes dan memenangi beberapa tender di perusahaan besar diluar negeri, bahkan Zayn sudah membuat sebuah perencanaan dan mimpi besar membangun perusahaannya sendiri. Namun sekali lagi, mimpinya sementara hanya menjadi penghias tidur di malam hari. Dia harus kembali ke Indonesia dan meneruskan usaha keluarga atas permintaan Ibunya. Namun mimpi itu tetap Ia jaga dan dia percaya akan dapat bangun dan mewujudkannya suatu hari nanti. jika bukan dari tangannya, mungkin anak keturunannya kelak.
Dan dalam rangka menuntaskan konflik pribadi sambil merangkai mimpi. Dia jadi tak punya waktu soal cinta, pernikahan dan bayang-bayang masa depan. Toh juga jika sudah saatnya Ibu yang akan menawarkannya pilihan dan membantunya memilih. Sekarang sudah terbukti. Satu bulan terhitung sampai hari ini, diskusi keluarga kini hanya seputar perjodohan dirinya dengan Brigitta.
Ayah menyerahkan segala keputusan kepadanya. Namun Ibu tentu saja terus mengintervensi dan melakukan segala cara mencari perhatian agar Zayn mau menerima perjodohan ini. Kemarin saat Ibu Wulan tau Zayn akan menghadiri pesta pernikahan salah satu karyawan di perusahaan, dia menghadiahkan sepasang batik sutera berwarna putih tulang untuk mereka kenakan saat pergi kondangan. Dan semua benar-benar sesuai kehendaknya.
"jadi kapan kamu akan kasih jawaban?“ Desak Brigitta yang sudah kepalang menyatakan dirinya menerima perjodohan itu.
“Segera setelah aku bisa merasakannya“ Jawab Zayn.
-----------------------------------------------------
JANGAN LEWATKAN LIKE DAN COMMENTNYA YA ^_^
MAAFIN TYPO YANG BERANTAKAN
AUTHOR SEKARANG SEDANG REVISI DARI BAB I
__ADS_1