Utuh

Utuh
MERAH PADAM


__ADS_3

Mereka berdua turun menuju halaman depan outlet, mobil Ilham sudah terparkir menanti. Mitty dan Wiya berpas-pasan dengan Rifa yang juga sedang berjalan menuju halaman depan dengan tergesa-gesa, tampak pula mobil Zayn sudah terparkir di depan mobil Ilham.


“Bu Rifa. “ Sapa Mitty


“Eh, Mitty, Wi-wiya “ Rifa tampak gugup dan menghindari bertatapan mata dengan mereka berdua.


“Ibu mau kemana ? kita baru aja mau keluar makan siang. Bareng yuk bu“ Ajak Mitty.


“Mitt, Bu Rifa sibuk kali Mitt, itu Pak Zayn sudah menunggu . Silahkan Bu, pasti mau bertemu rekanan kan?” Kata


Wiya yang tidak sedikitpun curiga akan tingkah aneh Rifa yang tiba-tiba.


“Ah iya, saya duluan ya“ Rifa buru-buru berjalan masuk ke mobil Zayn .


Mitty dan Wiya pun demikian, Tanpa komando, Wiya duduk di bangku depan dan Mitty menyusul masuk di bangku penumpang belakang.


Mitty mulai merasa ada yang aneh hari ini antara Ilham dan Wiya. Sepanjang perjalanan Ilham dan Wiya sudah tak sekaku biasanya, kemana itu Bahasa Bahasa formal si Wiya ?  jangan jangan dia ga bawa kamus besar ni. Tumben bener akur begini. Mitty tersenyum dari belakang. Agaknya ada sesuatu terjadi setelah kemarin sore raut wajah Ilham udah mirip Avatar Eng ketika negara api menyerang.


Whatever, sikap begini lah sebenarnya yang cocok untuk di iklim tropis


Adem gaess adeem.

__ADS_1


Suasana hati ketiga manusia di dalam mobil terpantau ramai lancar, sama seperti kondisi jalan raya disaat jam


makan siang hari ini. Untuk pertama kalinya, Wiya,Ilham dan Mitty bisa sama-sama melempar canda tanpa ada sekat-sekat yang tak berarti lagi.


Mereka tiba-tiba saja sama-sama bangga dengan predikat jomblo yang melekat pada diri masing-masing. Sejak kapan single menjadi sebuah prestasi?


“Aku dihujani apa sih hari ini, tak basah tapi rasanya ingin berteduh. Sejuk banget tau ngeliatin kalian kaya gini.“ Goda Mitty yang belum tau persis apa yang telah terjadi.


“Hahha. Apaan Mitt . Eh jadi, jadi kamu sejak kapan sih menjomblo Mitt ? “ Tanya Ilham penasaran. Karena Mitty


ini very good looking. Putih bersih, berlesung pipi dengan postur tubuh cukup tinggi. Berhijab pula. Dia pasti punya nilai plus di mata pria dengan sekali tatap saja.


“Emmm, awalnya saya iseng aja pak nyobain jomblo. Gak Taunya keterusan sampai sekarang” Jawabnya dengan tampang minta dikasihani.


“Eh, eh gimana pak? ya bukan gitu juga Bapaknya” Sahut Mitty setengah bergedik, niatnya Cuma bercanda , atasannya malah mengingatkannya pada kematian. “Gak lucu atuhlah Pak Ilham.” kata Mitty mendorong dorong tempat  duduk Ilham dari belakang.


Ilham dan WIya malah tertawa puas


“Mitty banyak yang ngantri tuh Pak, Cuma dia ga mau pacar-pacaran . Boro-boro dia mau pacaran ni ya, Liat kucing kawin aja dia istighfar pak.” Wiya terkekeh.


“Padahal kan udah sah ya” Timpal Ilham ngawur.

__ADS_1


“Mitty sang pemburu cinta yang halal ceunah“


Memang begitu adanya. Meski sering mendeklarasikan kejombloannya, berkoar-koar akan kesepian jiwa,  tapi Mitty selalu SAY NO buat yang mencoba mendekatinya bila hanya sekedar mengajak main layangan. Talik-ulur perasaan. Jomblo tak boleh sampai menjadikannya bucin berlebihan. Tapi dia tidak pula menentang hal


tersebut, prinsip itu dia terapkan untuk kehidupan pribadinya. Cukup.


***


Sejenak mereka mengeluarkan gawai masing-masing. Entah notifikasi dari


siapa yang diharapkan oleh ketiga jomblo tersebut. Sampai tiba-tiba Mitty diam tercekat, rasanya seperti keselek keripik usus, terkejut dengan apa yang dia lihat di  layar miliknya.


“Kenapa Mitty ? “ tanya Ilham yang membuat Wiya juga ikutan menoleh ke arah sahabatnya.


“Wiya, Ini?”


Mitty memberikan ponselnya kepada Wiya, membiarkan Wiya menyaksikan apa yang barusan Mitty lihat disana. Wajah Wiya merah padam . Semakin dia mengusap kebawah layar itu mendapati informasi, hatinya seperti tersiram kuah bakso panas padahal mereka sudah 15 menit selesai makan. Dia sekuat Tenaga menahan air matanya agar tidak dulu keluar dari pelupuk matanya yang sudah mengkristal. Wiya begitu malu mendapati fakta yang ada di


dalam layar empat segi itu.


“Apasih Mitt?“ Tanya Ilham penasaran. Ini untuk pertama kalinya dia melihat ekspresi Wiya begitu kacau.

__ADS_1


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖LLIKE NYA DOONG PLISSSSS


__ADS_2