Utuh

Utuh
KELUARGA ZAYN DWIKA HARIS


__ADS_3

Kediaman Mukti Wijaya Haris


***


Siapa yang tidak mengenal keluarga Haris? usaha yang dibangunnya bisa dibilang memonopoli pasar kuliner negara +62 , bahkan punya beberapa cabang di negara tetangga.


Tak hanya di kota besar namun juga menyentuh daerah kecil, ya justru pusat berkembangnya bermula dari sudut kota kecil. Kota Tanjungpinang. Citra diri Haris sebagai pengusaha yang jujur, dermawan dan rendah hati membuatnya  menjadi deretan orang yang disegani.


Kendati mereka punya banyak pilihan, namun Haris beserta Wulan istrinya, tetap memilih kota Tanjungpinang sebagai tempat mereka tinggal. Haris punya andil besar dalam pembangunan kotanya terutama di sektor parawisata. Anak anak mereka lahir dan dibesarkan di kota kecil nan indah ini.


Zayn Dwika Haris adalah putra sulung dan satu satunya anak laki-laki dikeluarga ini, adiknya Zeehana Nikki Haris yang hanya berjarak usia 2 tahun dari sang kakak yang sudah satu tahun terlambat dari jadwal lulus Master seharusnya,  dan si bungsu Zavhieya Haris yang sekarang masih SMA.


Zayn adalah sosok anak sulung pekerja keras, berprestasi , gigih dan tipe pembelajar, dia mengejar pendidikannya dengan beasiswa prestasinya bukan karena nama sang ayah, tidak bergantung dengan kekayaan ayahnya.


Ibu nya boleh berbangga dengan didikannya terhadap anak pertama nya ini. Walau sikapnya tidak sehangat ayahnya, Zayn adalah sosok penyayang, sangat menyayangi saudaranya yang memang sedikit manja. Dan dimata sang Ibu,dia putra yang sangat penurut terhadap apapun yang ibunya katakan.


Zayn sebenarnya tidak terlalu tertarik melanjutkan bisnis ayahnya karena dia seorang  visioner dan ingin menekuni bidang usahanya sendiri, Zayn adalah seorang Master design grafis, dia berkarya dengan garis-garis yang membentuk berbagai macam seni digital luar biasa dan bernilai fantastis.


Selama berkuliah di luar negeri, Zayn beberapa kali memenangkan kontes design yang menambah pundi-pundi penghasilannya karena karya nya yang di kontrak di beberapa iklan produk baik di stasuin televisi maupun majalah ternama.


Namun Ibunya, Wulan terus saja membujuknya  untuk menerima tawaran sang papa agar Zayn melanjutkan kepemimpinan di perusahaan, mengingat hanya Zayn lah satu satunya anak lelaki dikeluarga mereka.

__ADS_1


Sehingga dia harus merelakan sementara impiannya membangun sebuah perusahaan sendiri dan membantu perusahaan keluarganya sementara waktu. Toh ilmu yang dimiliki bisa dituangkannya untuk kepentingan pemasaran produknya sendiri.


“Keinginan mama adalah perintah bagiku!”


Begitu yang selalu Zayn katakan sehingga membuat Ibunya semakin menyayanginya. Bahkan kedua adik perempuannya sudah memaklumi sebesar apa cinta Ibu mereka kepada kakak sulungnya itu. Wajar, karena kakak sangat menunjukkan kerja keras dan kegigihanya.


“Gimana sepekan ini Zayn? sepertinya kamu cukup menikmati.” Ucap papa Haris membuka obrolan di sela jamuan makan malam.


“Iya nak, kamu sampai jarang ikut makan malam Bersama kami semenjak ngantor. Apa banyak sekali pekerjaan direktur baru?” Timpal Mama Wulan sembari menuangkan air putih ke gelas suaminya.


“Tidak terlalu sulit pa, hanya belum paham betul alur keuangan perusahaan.” Jawab Zayn ringan sambil memasukan makanan “Ma, Zayn kan masih penyesuaian, untungnya Rifa sabar menjelaskan hal hal yang belum terlalu Zayn pahami” Sambungnya lagi.


“Kakak, kau sungguh sempurna! mama dan papa pasti sangat bangga terhadapmu” Puji Nikki


“Kalian bicara apa , Nikki seriuslah dengan tesis mu, kau sudah terlambat setahun, Vhieya juga jangan pacaran terus atau nanti kakak yang meminta papa menikahkanmu saja!” Nasihat Zayn yang sudah dihafal kedua adiknya dan sudah terekam di alam bawah sadar mereka, hanya saja belum mereka laksanakan sehingga nasehat itu masih setiap hari berulang.


Usai makan malam, Mba Sari asisten rumah tangga bagian dapur, kembali membersihkan dapur dan mencuci piring makan malam, papa Haris malam ini ada jadwal badminton Bersama teman teman club nya. Mama dan kedua anak perempuannya sudah memasuki kamar masing-masing.


Kediaman yang megah, sebuah rumah mewah dua lantai dengan design minimalis, di dominasi warna krem terang. Diisi oleh anggota keluarga Haris, 3 asisten rumah tangga dan dua orang security yang bergantian shift.


Disana kenyamanan keluarga Haris terjamin selama ini. bangunan yang bisa menggambarkan betapa keluarga ini hidup dengan standar ekonomi di atas rata-rata.

__ADS_1


Mama Wulan sudah berada dalam kamarnya di lantai bawah, namun sengaja belum menutup pintu kamar itu, sambil bersandar pada sandaran dipan, dia mengoleskan minyak herba sinergi pada bagian kakinya.


Beberapa tahun terakhir dia memang sering merasakan nyeri pada bagian lututnya. Dan sangat cocok dengan terapi herba minyak ini. Zayn yang melewati kamar mamanya saat hendak naik ke kamarnya di lantai dua, masuk karna melihat pintu kamar yang belum tertutup.


“Zayn bantu ma,“ katanya lansung mengambil botol bertutup hijau itu, meletakan beberapa tetes di telapak tangannya dan memijat kaki sang mama perlahan. “Enakan ma?“ Tanya nya tanpa menatap mata mama.


Mama Wulan tersenyum mengangguk sambil mengusap kepala anak laki-lakinya. Cukup Panjang obrolan antara ibu dan anak malam itu. Terutama tentang aktivitas Zayn sepekan terakhir di kantor. Mama Wulan juga menanyakan tentang Rifa, tentang Wiya dan beberapa orang lain yang Ia kenal betul di perusahaan suaminya itu.


“Zayn, sepertinya mama ingin sekali melihat gimana sih anak mama ini bekerja di kantornya, besok mama akan mampir kesana, sekalian mama bawa makan siang ya?” Ucap mama Wulan antusias.


Ah, ternyata mama juga kenal dengan gadis aneh itu !


“Mama,  Kantor kan satu Gedung dengan outlet ma, Zayn tinggal turun  jika ingin makan. Kenapa mama harus membawakan makan siang segala? Kalau mama ingin ke kantor ya tinggal ke kantor saja, tidak perlu membawa apa-apa.” Ucap Zayn tanpa menghentikan aktivitas memjiatnya.


“Iya juga ya, ah tapi tidak apa apa, mama ingin membawakannya untuk Rifa dan juga Wiya. Udah lama nih gak ketemua mereka.”


“Yasudah, terserah mama saja." Zayn menyelimuti tubuh mama nya dengan selimut dan membantu sang mama merebahkan diri di Kasur.


Setelah mengecup puncak kepala mamanya, dan di balas dengan usapan di pipi dari tangan halus sang mama, Zayn pamit naik ke atas. Ke kamarnya.


“Terimakasih sayang.“ Ucap Mama Wulan saat Zayn sudah akan menutup pintu dan mematikan sakelar lampu.

__ADS_1


***


__ADS_2