Utuh

Utuh
BONUS CHAPTER II


__ADS_3

Air mulai surut kembali ke laut, Sudah terdengar jelas gemerincing suara kulit-kulit kerang yang bergesekan dengan batu karang karena dihempas gelombang ke tepian.


Semilir angin  menelusup masuk memberikan kesejukan dari celah lantai papan, mengiringi Sayupnya suara adzan subuh yang berkumandang dari aplikasi ponsel milik Wiya.


Wiya sudah membuka matanya, dia merasa mendapatkan tidur yang sangat lelap, padahal baru selesai melakukan aktivitas fisik yang cukup berat.


Ini pagi pertama dia menatap wajah tampan laki-laki yang sudah menjadi suaminya. Perlahan dia melepaskan lengan kekar yang melingkar posesif di pinggangnya, lalu dia turun dari tempat tidur mengambil jubah mandi yang sudah disediakan.


Sebelum membersihkan diri, Wiya menyingkap kain panjang yang menutupi kaca besar di kamar yang mereka tempati. Tampaklah bentangan cakrawala ungu muda, dengan gugusan bintangnya. Ya, fajar baru saja akan melengkung di ufuk timur. Wiya berdecak kagum dalam hati memuji ciptaanNya.


Sungguh dalam hidupnya, detik-detik matahari akan terbit adalah pemandangan paling memanjakan mata. Benar yang suaminya bilang. Sesekali Wiya harus melihat sesuatu dari arah berlawanan. Kalau selama ini dia sangat menikmati suasana ketinggian, kali ini ternyata berada di laut juga tak  kalah menyenangkan.


Usai membersihkan diri, Wiya menuju tempat tidur untuk membangunkan suaminya yang masih terlihat sangat pulas dibawah selimut.


"Mas, bangun mas!" Menggoyang-goyangkan bahu Zayn.


"Hnnn...." Hanya bersuara tanpa gerakan.


"Mas, ayo bangun ini udah pagi"


Zayn membalikkan badannya, dengan keadaan mata yang masih terpejam dia dapat mengunci pergelangan tangan istrinya dan dengan sekali putaran membawa tubuh istrinya kembali ke atas ranjang.


"Sebentar lagi ya sayang." Zayn merengkuh tubuh Wiya semakin erat.


Wiya berusaha melepaskan diri namun sia-sia.


"Mas, ini udah jam berapa? Kamu gak mau shalat subuh?"


Kalimat Wiya berhasil membuat Zayn langsung terduduk.


"Ha? Udah jam berapa? kok kamu baru bangunin aku sekarang sih Wiy?"


"Ya ampun mas, kamu malah nyalahin aku. Udah sana buruan mandi, kita subuhan sama-sama ya."


Usai shalat subuh berjamaah. Wiya mencium punggung tangan suaminya, dan Zayn tak sungkan mengecup kening sang istri. Mereka saling berpandangan, namun pandangan Zayn memiliki makna yang agak berbeda.


"Mas, jangan liatin aku kaya gitu!" Wiya mencubit kecil lengan Zayn.


"Awwws, sakit Sayang!"


"Kamu bilang semalam kita mau naik perahu menyusuri hutan mangrove sekitar sini kan?"

__ADS_1


"Iya sayang, iya,tapi kayanya masih sempat deh ini satu kali lagi. Aku masih kangen."


"Nolak dosa gak sih?"


"Ya ngapain ditolak sayang, enak ini kok." Tanpa banyak basa-basi Zayn segera mengangkat tubuh istrinya kembali ke atas tempat tidur mereka.


Zayn melakukannya sesuai perjanjian, mereka berdua sama-sama mendapatkan satu rasa yang sama sebelum sinar matahari naik tinggi.


***


Usai membersihkan diri untuk kedua kalinya pagi itu, tedengar suara ketukan pintu.


"Bun..da..,Assalamualaikum,Bunda" Suara Vinny terdengar melengking memanggil Bundanya.


Wiya masih merapikan jilbabnya. Zayn berdiri membukakan pintu untuk gadis kecil itu.


"Paman?" Vinny terkejut melihat Zayn keluar dari kamar itu.


"Hay beauty" Sapa Zayn.


"Kenapa paman ada disini? Bukankah ini kamal bundanya Vinny?" Tanyanya polos.


"Vinny, ini kamar Bunda Wiya dan Paman Zayn" Vhieya mencoba menjelaskan. "Kak Zayn lagi ngapain? Ganggu ya? Yang lain udah nungguin tuh,kita sarapan dulu sebelum turun ke laut"


"Vinny, Vhieya" Sapa Wiya yang baru saja selesai dengan persiapannya. "Ayo masuk, kok di depan pintu?"


"Bundaaaa" Vinny berlari kecil langsung memeluk Wiya. Wiya pun langsung menyambut pelukan Vinny dan menggendongnya.


"Uh Vinny udah berat sekarang." Godanya.


"Ah masa sih? sini coba paman yang gendong." Zayn mengambil Vinny dari gendongan Wiya.


"Ah enggak ah, nih bisa di lambung begini," Zayn mengangkat tubuh Vinny tinggi ke udara "Berputar-putar begini." Kemudian memutar-mutarkan badan Vinny, yang membuat gadis itu kegirangan dan tertawa geli.


"Lagi paman, lagi." Celotehnya.


"Lagi? Em, tapi ada syaratnya dong."


"Syalat?"


"Iya, semacam sebuah kesepakatan."

__ADS_1


"Oh ya? What is it?"


"Karena kamu memanggil istri paman dengan sebutan Bunda, jadi kamu gak boleh panggil paman lagi. Sekarang coba kamu panggil, Ayah Zayn, gimana?" Zayn menyodorkan telapak tangannya.


"Ayah Zayn? Hemm, Not too bad." Vinny menepuk telapak tangan Zayn sebagai tanda menyetujui kesepakatan panggilan baru itu.


"Oke, Ayah Zayn, ayo cepatlah lambung Vinny lagi yang tinggi, lebih tinggi lagi, lebih tinggi lagi." Suara teriakan yang bercampur tawa kegirangan sudah memenuhi ruangan itu.


Wiya dan Vhieya menggeleng-gelengkan kepala melihat aksi keduanya.


***


Dua keluarga yang kini telah menjadi satu keluarga besar itu menikmati sarapan di salah satu restaurant terbaik yang ada disana.


Restaurant yang menghadap langsung ke laut lepas dan menyajikan menu sea food yang segar. Berbagai topik hangat yang tak terlepas dari tawa canda membuat suasana kian akrab.


Wiya merasa semakin beruntung, kebahagiaanya terasa semakin sempurna hari ini. Tak hanya memiliki suami, tapi juga keluarga yang sangat mencintainya dan tentunya sangat dia cintai pula.


Sebelum kembali ke kota, mereka menyempatkan diri mengitari kawasan hutan mangrove dengan perahu kecil tanpa mesin. Sayangnya karena air sedang surut, jadi mereka tidak bisa melakukan Diving untuk melihat habitat ikan nemo dan pemandangan bawah laut lain yang tak kalah eksotis.


***


Mereka kini telah kembali ke kota dan mengistirahatkan diri. Di kediaman Zayn terasa sangat ramai karena kedatangan anggota keluarga baru yang akan tinggal bersama mereka sementara waktu. Mama Wulan sangat memanjakan Wiya dan memperlakukan Wiya seperti anaknya sendiri.


Wiya masih menyesuaikan diri dan menata hatinya, dia tentu sangat bahagia dengan pernikahan ini dan tinggal bersama keluarga suaminya.


Dia juga sangat sayang dengan Mama dan kedua adik Zayn. Tapi ada sisi kesepian dari hati yang tak bisa dihindari. Ibu,Ayah,Abang,Mitty dan terlebih lagi Vinny. Walau jarak rumah mereka tidak terlalu jauh yang pasti tidak setiap hari mereka semua bisa berkumpul.


Sementara di kediaman orang tua Wiya, sama bahagianya. Namun terasa sepi di hati masing-masing karena baru saja melepas satu orang anggota keluarga untuk memulai kehidupan barunya.


***


Yang nanyain Bonus Chapter I nya mana ?


Hehehe, Bonus chapt I sudah di hapus ya sodara-sodara karena sudah di umumkan sebelumnya.


Happy Reading,..


buat yang kangen aja sih. wkwkwk


Jangan hapus novel UTUH dari Fav list kalian dong mentemen, karena siapa tau suatu hari UTUH 2 beneran akan release.

__ADS_1


Reader : PD Banget author, ke ada aja yang nungguin.


Author : (nangis guling-guling)


__ADS_2