Utuh

Utuh
TUGAS LANJUTAN UNTUK RIFA


__ADS_3

Pagi itu Rifa masuk keruangan pimpinan, memberikan hasil pekerjaan yang sudah sangat ditunggu oleh Zayn. Zayn


tersenyum puas melihat hasil kerja Rifa yang selalu totalitas. Atau mungkin rasa puas itu karena hasil penemuan memberikan fakta yang memang dia harapkan. Sekretaris peninggalan dinasti ayahnya itu sangat bisa diandalkan .


Sedangkan Rifa sendiri tau pekerjaan yang dia lakukan sangat beresiko. Andai Wiya tau apa yang dia lakukan, Rifa tak bisa membayangan apa yang akan Wiya fikirkan tentang dirinya. Kemungkinan paling kecil, Rifa akan di labeli kang Kuntit professional oleh gadis itu.


“Kasihan juga ya dia Rifa, di usia yang sudah ¼ abad bahkan dia belum pernah punya teman istimewa. Hmm. Sebanyak apa tagihannya Rifa? Sampai dia harus fokus bekerja dan tidak bersenang senang diluar sana?“


Zayn menanggapi salinan data diri Wiya yang diberikan Rifa.


“Ekhem” Rifa berdehem mendengar pernyataan Zayn. Bagaimanapun juga dia merasa tersindir dengan kalimat boss nya. Usia Rifa bahkan 4 tahun lebih tua di atas Wiya dan karirnya yang terus menanjak berbanding terbalik dengan pengalaman asmaranya. Dia tak menyangka virus nitijen julid telah menjangkiti pimpinannya yang terkenal dingin dan tak peduli dengan urusan orang lain. Pak zayn bahkan tak punya media sosial.


“Mohon Maaf Pak Zayn, mungkin Bapak bisa tanyakan pada diri Bapak sendiri. Menurut data yang ada, bukankah


Bapak juga sama saja?“ Jawab Rifa sambil menutup mulutnya dengan telapak tangan karena menahan ketawa.


“Kamu jangan menghina saya ya Rifa. Saya sibuk belajar mengejar beasiswa agar bisa selesai kuliah di luar


negeri, itu tidak mudah. Tanggung jawab saya besar terhadap kelangsungan perusahaan ini. Mana saya sempat memikirkan hal-hal itu. Lagipun saya laki-laki. Tidak sulit bagi saya menemukan pendamping jika sudah waktunya


nanti. Jatuh Cinta bagi saya hampir mustahil, Rifa“


“Wiya tidak punya riwayat tagihan apapun Pak. Semua fasilitasnya bahkan pascabayar. Wiya berasal dari kalangan


kelas menengah, tapi Tidak ada catatan hutang apalagi tagihan, Pak Zayn. Astaga Bapak kenapa julid tiba-tiba ? “


“Saya, tidak ! siapa yang julid Rifa? memangnya saya Nitizen +62.  Ayolah Rifa saya bahkan ga main ig, fb atau apalah itu ragamnya?”


“Terserah Bapak saja, tapi mohon Pak, Bapak bebas kepo dan julid hanya di depan saya. Mohon tidak di hadapan


karyawan lain ya pak. Bisa babak belur nanti reputasi Bapak.“ Kekeh Rifa lagi.


Hanya Rifa yang dapat memaklumi kelabilan hakiki ini. Dia khawatir apakah mereka semua masih menaruh rasa kagum yang sama jika melihat Zayn Dwika Haris dari angel yang sama dengannya.


“Bicara apa kamu ? Saya hanya ingin membantu salah satu karyawan terbaik disini. Pasti hidupnya akan lebih

__ADS_1


menyenangkan jika punya teman kencan, sekedar untuk berbagi cerita. Iya kan Rifa? “


“Pak, Bahagia tak hanya tentang punya pacar kan?”


“Misalnya?”


“Saya, melihat kecoa telentang meronta-ronta bisa bikin ketawa pak.”


“Tega kamu Rifa “


“Apa Bapak perlu data semua karyawan Perusahaan kita yang jomblo ? “


“Kamu yang benar saja, memangnya saya gak punya pekerjaan lain?”


Lah itu ngurusin hidup Wiya, apa itu, apa namanya itu ??


Rifa  berbaik sangka,  mengira Zayn akan mencoba melakukan pendekatan pada Wiya melalui bantuannya. Tentu dia akan senang hati memuluskan jalan asmara bossnya itu. Tapi dia sangat terkejut dengan tugas  lanjutan yang Zayn berikan. Ini jauh lebih beresiko dari tugasnya semalam.


“Pak Zayn, apa ini tidak terlalu jauh? Wiya akan sangat membenci saya jika dia tau saya melakukan hal ini “


“Kenapa dia harus begitu ? Harusnya dia bersyukur karna kamu membantunya. Makannya lakukan dengan benar, jangan sampai dia tau kita yang membantunya. Anggap saja ini kerja amal kita untuknya yang sudah membantu saya selama ini”


Rifa bersungut kembali ke ruangannya, Dia terpaksa melakukan satu lagi pekerjaan bodoh atas permintaan Zayn . Rifa tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada hidupnya jika Wiya tau, Rifa yang memuluskan rencana Boss nya kali ini.


***


Ilham mengirimkan pesan singkat ajakan makan siang diluar kepada temannya. Iya iya, teman barunya.


Bakso Pak Mul Kuy, Ajakin Mitty sekalian, aku tunggu dibawah- Ilham


Wah asik, kuylah. Otw turun – Wiya


Menerima ajakan makan siang. Lambung Wiya sudah memantulkan bunyi sangking kosongnya dari pagi, Dia bergegas bersiap, sedikit touch up, memakai body mist dan langsung mengambil sling bag untuk turun kebawah menemui Ilham.


“Mit, Pak Ilham ngajakin kita makan bakso Pak Mul, yuk” Ajak Wiya sambil merapikan rambut sebahunya.

__ADS_1


Sebagai kekasih yang tak dianggap


aku hanya bisa...Mencoba bersabaaar


Mitty malah asik bernyanyi mengikuti lagu yang dia dengarkan dari headseat yang masih tersumpal di kedua telinga, bahkan sampai memejam mejamkan mata . Apa seenak itu ?


“Demiiiiit…….” Sebelah headset lepas dari telinga Mitty karena di Tarik paksa oleh Wiya .


“ Eh, Iya. Apa sih Wiy ? Kok lo udah disini aja sih? Perasaan tadi lo masih touch up duduk manis disono.” Jawab


Mitty menunjuk ke arah kursi Wiya dengan mulutnya, sambil melepas headset yang sebelah masih tercantol. Mendapati Wiya yang sudah berdiri setengah murka disamping kursinya.


“Lo lagi dengerin lagu apa lagi nonton film biru sih, sampe merem melek gitu ?”


“ Astagfirullahaladzim Qawiya mulut lo!“ Mitty membelalakan matanya serius menatap sahabatnya yang malah terpingkal pingkal menertawakan dirinya


“Kemaren lagu rentenir, hari ini malah lagu nya orang yang tak sadarkan diri “


“Gak sadarkan diri gimana ?“ Tanya Mitty kesal


“Itu, lagunya Pingsan Mambo , kan? “


“Yhaaaaaaaaaaaaaaa, Gak wajib shalat dzuhur dong gue sekarang, karena pingsan”


“PINKAN Wiy, PINK-KAN, lo berisik banget Wiy, Mau apa sih? “ Mitty masih kesal , mengambil ponselnya dan mematikan aplikasi musiknya yang 99% berisi lagu-lagu yang di cover dari penyanyi aslinya . Walau masa kejayaan lagu itu sudah lama sekali berlalu, bagi Mitty lagu-lagunya tetap relevan dan tak lekang oleh waktu.


“Ayo makan siang, gue laper, Demitt“ Wiya menarik paksa pergelangan tangan Mitty.


“Oh, Lo laper ? Pantes rese banget !” Mitty berdiri mengikuti langkah Wiya.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


TAP JEMPOL JAN LUPA LAGI 💝


KOMENTARNYA BIAR AUTHOR MAKIN BAIK KEDEPANNYA. 💝

__ADS_1


VOTENYA JIKA KALIAN BERBAIK HATI 💝


ITU SISA SISA POINNYA UDAH HIBAHIN AJASIH DI LAPAK SINI. HEHEHEH.


__ADS_2