
Garis fajar mulai melengkung di cakrawala, setitik terang baru akan menghiasi angkasa. Titik titik embun sudah menggelayut di ujung dedaunan . Angin subuh itu menyelinap masuk dari ventilasi udara kamar Wiya, membelai mesra pipinya. Dering alarm yang cukup keras membuatnya terjaga . Dia segera mengambil ponsel itu, mematikan alarm lalu terlihat 2 panggilan tak terjawab dari nomor tidak dikenal, diapun bangun dan mengabaikannya. Gadis itu segera bersiap-siap menjalankan kewajiban .
Seperti biasanya, usai shalat dan mandi, Wiya menuju ke dapur untuk membantu ibunya membuatkan sarapan. Terlihat Ibu sedang mencuci selada dan tomat, Wiya langsung mengambil beberapa roti yang sudah ibu letakan di atas meja. Agaknya Ibu mau membuat roti lapis. Melihat anak gadisnya datang, ibu buru-buru mencuci tangannya dan meletakkan semua yang dicuci tadi di atas wadah penyaringan.
“Sudah enakan sayang?“ Dengan kedua telapak tangan, ibu memegang kedua pipi Wiya yang pagi itu memang sudah tampak lebih segar.
“Hemmmm” Wiya menjawab dengan senyuman menyeringai.
“Sebentar ya” Ibu berjalan mengambil sesuatu di atas meja ruang keluarga dan memberikan satu buket bunga daffodil yang berwarna kuning dan putih.
“Tadi malam ada yang menitipkan ini pada ayah, untuk mu katanya“ Ibu mengucapkannya dengan senyum penuh rasa ingin tau, untuk yang pertama kalinya ada yang mengirim bunga kerumah. Walau bukan seikat mawar merah yang katanya lambang perasaan cinta, tapi satu buket daffodil adalah cara yang manis untuk mengakui kesalahan.
“Liat dong dari siapa? Ibu penasaran, siapa sih yang ngasi anak gadis ibu bunga. Buket Daffodil biasanya diberikan saat seseorang merasa sangat bersalah dan sebagai bentuk permintaan maaf Wiy.”
“Memangnya gitu bu?“ Tanya Wiya keheranan mengambil buket itu dari tangan ibunya dan mengambil kartu kecil di balik kertas pembungkusnya.
Forgive me.
hanya itu yang tertera di sebuah kertas berukuran 7 x 8 cm. Wiya membolak balikan kertas itu mencoba mencari sesuatu.
“Ayah bilang itu dari Zayn. Zayn siapa sih Wiy? emm, maksud Ibu, temen Wiya? kok Ibu baru dengar Namanya“
Wiya sudah menceritakan kepada ibu tentang pimpinan barunya, tapi dia sama sekali tidak memberi tahu ibu Namanya. Ibupun tidak pernah menanyakan hal itu.
“Oh, Pak Zayn. Itu pimpinan Wiya di kantor Bu. Anaknya pak Haris yang Wiya ceritakan waktu itu.”
Ekspresi ibu berubah seketika, Wiya dikirimkan bunga oleh atasannya? seikat daffodil pula. Seorang pimpinan perusahaan melakukan dosa apa pada anak gadisnya sampai mengantarkan langsung bunga itu kerumah.
“Astaghfirullah, anak Ibu gak bikin masalah macam-macam kan?” Selidik Ibu lebih jauh.
Ada juga dia yang nyari masalah bu
MASALAH BESAR!
***
Setelah selesai melakukan kewajiban dan tugas pokoknya di kantor pagi itu. Wiya segera menuju ke ruangan pimpinannya di lantai Gedung paling atas. Tak lupa seikat daffodil yang tadi dia terima ikut menyertai langkahnya menyusuri sisi demi sisi ruangan dengan ekspresi wajah yang tampak tegas namun sangat santai. Seolah segala yang terjadi semalam telah dia lupakan. Tepatnya sih telah berhasil disembunyikan.
Pintu ruangan itu terbuka, Wiya masuk ke dalam, ternyata Ilham ada disana, sedang duduk di kursi berhadapan
dengan Rifa. Mereka seperti sedang terlibat sebuah percakapan yang serius. Rifa tentu saja sudah memprediksikan hal ini. Zayn pun sudah menyampaikan pada sekretarisnya untuk langsung mempersilahkan masuk. Dia tau Wiya akan mencarinya sampai ke lubang semut sekalipun. Tak ada gunanya menghindar.
Namun dia tak menyangka, debaran jantungnya akan meningkat dua kali lebih cepat seperti saat ini. Susah payah Zayn berusaha menelan ludahnya sendiri. Namun selangkah demi selangkah Wiya mendekat, seketika seolah diberi slowmotion effect, rasanya seperti dihampiri malaikat maut. Nyawanya bahkan terbang sepersekian detik membaca arti dari tatapan yang tampak seperti belati yang siap menghujani tikaman.
Bukankah sejak dulu Zayn selalu berusaha mengganggu Wiya hanya untuk melihat ekspresi kesal dari gadis datar ini? Dia tidak menyangka ketika itu terjadi malah horor sekali.
Ekspresi Wiya saat ini jauh lebih mistis dari Luna Maya yang katanya mirip Suzana. Dan Zayn masih ingat yang dia berikan semalam hanya seikat daffodil bukan bunga kantil. Dia benar benar merinding.
Sungguh malang nasibnya, Bahkan kali ni dia tidak benar-benar ingin mencari masalah. Zayn reflek berdiri mempersilahkan Wiya duduk.
__ADS_1
“Si-silahkan duduk nona Wiya, sa-saya sudah menunggu anda sejak tadi.“
“Terimakasih Pak Zayn. Maaf saya menyelesaikan semua pekerjaan dulu tadi. Baru menyelesaikan masalah pribadi . dan terimakasih, saya bisa mendengarkan penjelasan anda sambil berdiri.”
Tegas. Wiya mengucapkan itu menahan ketir. Dia sudah berjanji untuk tidak akan menangis. Dia sudah menumpahkan semuanya di atas sujudnya subuh tadi. Sekarang dia hanya ingin mendengarkan penjelasan Zayn. kalau beruntung ingin sekali rasanya bisa sekalian melastik hidung bossnya itu dengan ketapel.
“A-apa? Ayolah Nona Wiya, kamu , ka-kamu harusnya tidak perlu semarah ini. Saya sama sekali tidak berniat jahat, apalagi melukai hati mu”
Zayn mencoba menjelaskan dengan terbata-bata. Masih tetap berdiri, Zayn memberanikan diri menatap manik mata yang sudah menerkam seluruh keberaniannya. Zayn mati gaya.
“Sebentar pak, ini bukan lagi tentang hati, tapi tentang harga diri ! “
“I-iya apalagi itu, saya tidak mungkin mengusik ranah itu. Kalau saya tau akan sampai seperti ini, saya tidak mungkin, emm, saya hanya ingin membantu mencarikan seseorang yang tepat, em maksud saya yang pantas, tidak, tidak, maksud saya yang sepadan dengan … “ Zayn kehilangan potongan kalimat yang sudah dia hafal tadi.
“Cukup Pak Zayn Cu-kup!” Wiya berteriak cukup keras, mengepalkan kedua telapak tangan dan memejamkan matanya. Tumpah, tidak tertahan lagi. Cairan bening itu keluar dari sudut kelopak mata pemiliknya.
“Sekarang Bapak sudah tau kan? Bahwa jatuh cinta tak semudah mencari perkara. membuka hati bukan tentang siapa yang datang dan pergi. Jodoh saya sama sekali bukan kewajiban Bapak. Kalaupun nanti ayah dan abang saya udah ga ada saya bisa pakai wali hakim.“ Wiya berusaha menarik kembali air matanya yang baru dua tetes itu ,agar tidak semakin membajiri pipi, tapi sayang tidak ada tombol undo diwajah cantiknya, "Belum menikah bukanlah sebuah bencana Pak, jadi saya sama sekali tidak membutuhkan uluran tangan anda"
“Ini dari Bapak kan?” Wiya menunjukkan bunga malang yang masih di genggamannya. “Silahkan ambil kembali! “ Lalu meletakan kembang kuning itu di atas meja. Zayn melirik ke arah buket itu, memastikan bahwa yang diberikannya semalam benar-benar bukan bunga kamboja atau melati.
“Walau bapak memberikan saya satu kebun daffodil, tak akan bisa membayar semua sikap keterlaluan anda yang membuat harga diri saya menjadi sangat kerdil ! ”
Saat itu juga Wiya sudah membalikan tubuhnya akan segera berlalu dari hadapan Zayn. Belum cukup puas sebenarnya, namun dia ternyata ragu akan ketahanan hatinya hari itu. Dia tak ingin semakin tersulut emosi. apalagi tali bra yg dia kenakan seperti hampir terlepas sangking tegangnya tubuh Wiya menahan emosi. Dia harus segera berlalu ke kamar mandi setelah ini.
Namun sebelum langkah Wiya semakin jauh, Zayn berhasil menggenggam pergelangan tangan Wiya yang sudah terasa sangat dingin. Dia menahan gadis itu untuk tidak segera berlalu. Zayn begitu kacau. Justru dirinya yang merasa harga dirinya telah jatuh dihadapan Wiya setelah kesalahannya ini.
“Ilma Qawiya, tunggu !“ Cegahnya.
Gadis itu bergeming melihat ke arah pergelangan tangannya, yang kini sudah di dalam genggaman Zayn. Zayn melepaskan genggaman itu dan meminta maaf .
“Panggil dengan panggilan formal saya pak. Kita tak cukup dekat untuk bisa menyapa dengan hanya menyebut nama."
“NO-NA QA-WI-YA, Saya bersalah ! Saya meminta maaf kepada mu dan kamu boleh memberikan hukuman atas perbuatan saya. Saya sudah berusaha meminta maaf, saya mendatangi rumah mu, saat ayah mu bilang kamu sakit saya tidak langsung pulang tapi mencoba menghubungi mu, tapi kamu tidak menjawabnya. Saya datang lebih pagi dari biasanya agar kamu tidak menuggu saya untuk melampiaskan kekesalan mu. Nona Wiya, katakanlah apa yang harus saya lakukan untuk menebus kesalahan ini?”
Wiya membalikan badannya. Entah mengapa penjelasan singkat tadi memberi sedikit ruang udara di rongga dadanya. Dia merasa lega. Tapi tali pengait ini bagaimana? Dan juga Zayn memang harus diberikan sedikit pelajaran agar kekonyolan itu tidak berkelanjutan.
“Dengarkan saya, bahkan saya sudah bersiap siap jika setelah ini kamu mengajukan surat pengunduran diri."
Suaranya terdengar parau. Tentu itu konsekuensi terberat yang harus ditanggungnya.
“Wah sayang sekali Pak. Saya mencintai profesi saya, bukan perusahaanya, apalagi pimpinannya. Jadi anda beruntung, saya bukan orang yang suka mencampurkan urusan pribadi dengan pekerjaan.”
Ada kelegaan teramat sangat terlihat pada ekspresi Zayn saat kalimat demi kalimat itu keluar dari mulut Wiya. Tentu saja, dia sedang berurusan dengan manusia yang sangat tau batas dan prioritas.
Setelahnya dia berjanji dengan dirinya sendiri tidak lagi akan mengusik kehidupan gadis ini. Terlalu menakutkan untuk dilewati. Terjawab sudah rasa penasarannya selama ini.
“Baiklah, terserah kamu saja. Sekali lagi saya meminta maaf dan saya perlu pernyataan langsung apakah kamu sudah memaafkan saya?“ Zayn mengulurkan tangan kanannya menawarkan sebuah jabat tangan perdamaian.
Wiya menyambut tangan itu, tanda dia telah memaafkan Zayn untuk segala kesalahannya. Kendati tidak mudah melupakan semuanya begitu saja, Tak ada gunanya ia memendam rasa marah terlalu lama.
__ADS_1
“Saya permisi Pak Zayn.“ Ucap Wiya setelah melepaskan jabatan tangan itu. Zayn mempersilahkan sambil menatap gadis itu berlalu sampai ke ambang pintu, tiba-tiba Wiya menoleh sekali lagi, seperti ada sesuatu tertinggal di fikiran dan kerongkongannya minta dikeluarkan
“Oh ya Pak, satu lagi saya Cuma pengen bilang. Peduli boleh, Sok tau jangan!”
Lalu Wiya berlalu keluar dari pintu tanpa menunggu Zayn memberikan tanggapan atas kalimat penutup yang membuat hatnya meletup.
Zayn yang ditinggalkan Wiya dari balik pintu itu mengacak rambutnya Frustasi . Apa yang baru saja terjadi dalam hidupnya? Namun bagaimanapun dia tetap lega, tidak kehilangan salah satu pegawai terbaik di perusahaan ini.
***
Wiya melangkah dengan lebih baik, kali ini dia menuju meja sekretaris manis di depan ruangan Zayn. Ilham ternyata belum pergi dari sana. Rifa berdiri menghampiri Wiya. Rifa ingin mengakui kesalahannya bagaimanapun dia telah membantu Zayn memuluskan rencana bodoh ini.
Rifa sudah bersiap dengan persiapan terbaik jika Wiya melakukan hal yang sama seperti yang Wiya lakukan pada bossnya di dalam tadi. Sedikit banyak Rifa mendengar semuanya dari arah pintu yang sengaja tidak ditutup sempurna.
Alih-alih meluapkan kemarahannya, Wiya justru menghamburkan diri ke pelukan wanita yang sudah dianggap seperti kakaknya sendiri. Rifa terkejut dengan reaksi Wiya, dia tak langsung membalas pelukan mengagetkan itu. Tapi Wiya semakin mengeratkan rengkuhannya, bahkan kali ini sambil menangis dan Rifa Reflek mengencangkan pelukannya bahkan mengusap-ngusap pundak Wiya.
“Maafin Saya, Qawiya“
Wiya melepaskan pelukannya dan menyeka air matanya yang sempat tumpah di blazer Rifa
“Bu Rifa gak perlu minta maaf, Bu Rifa tidak bersalah, Ibu hanya terlalu professional. Hiks, maaf baju Ibu jadi basah“
Rifa tersenyum pahit. Bagaimana bisa Wiya masih bisa bercanda dalam kondisi hatinya yang sudah porak poranda.
“Saya tetap bersalah, maafkan saya. Dan maafkanlah Pak Zayn juga. Dari semua kesalahan yang terlihat, saya yang menjamin dia tak punya niat jahat. Kamu percaya saya kan?“
Wiya mengangguk anggukan kepalanya dan memberikan senyum yang penuh arti
“Saya sudah memaafkan semuanya. Luka ini akan segera sembuh, kenangan buruknya pun akan saya buang jauh“
Ilham yang menyaksikan dari sudut meja ikut tersenyum lega. Asisten keuangan yang perusahaan percayakan untuk membantunya, sungguh bukan gadis biasa. Benarlah sudah arti dari nama yang tersemat untuknya, Ilma Qawiya. Dialah gadis yang pintar dan sangat Kuat.
💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟
ITU ICON JEMPOL TOLONG MERAHIN DULU DONG 😆
OHYA, SEBENARNYA DIRI INI SUNGGUH PENASARAN SIAPA AJA SIH MANUSIA BAIK HATI YANG UDAH BERSEDIA BACA KARYA INI. BOLEH DONG KALI INI AJA TINGGALIN JEJAKNYA.
KALAU BINGUNG MAU KOMEN APA,
SINI SINI AUTHOR AJARIN
CUKUP DENGAN MENGETIK
"AUTHOR (SPASI) CANTIK"
KALIAN SUDAH MEMBANTU MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI AUTHOR YANG EMANG UDAH CHANTYQ SEJAK EMBRIO INI.
GARING YA? BIARIN !! 😝😝😝
__ADS_1