
Azmi membawa Brigitta dan Ilham menuju ke kediaman keluarga Haris. Dari depan sudah tampak ramai dan sedikit gaduh yang di dominasi oleh seorang perempuan yang tak lain tak bukan adalah Titin Suherman yang selalu berperan seolah-olah dia adalah ketua panitia dalam setiap acara.
Betapa hebohnya Titin mencari perhatian saat melihat Brigitta turun dari mobilnya. Brigitta minta Ilham tetap menunggunya di dalam mobil. Sementara Azmi memaksa untuk ikut Brigitta turun. Titin Suherman langsung bersikap seperti cacing kekurangan makan saat melihat Azmi. Bakat centil alaminya keluar begitu saja. Hasrat dan jiwa penggodanya tak terbendung setiap melihat lelaki tampan dan berpotensi menjadi kekasihnya.
Brigitta langsung meminta izin masuk menemui Zayn di dalam. Saat melihat Mama Wulan, Nikki dan Vhieya sedang sibuk memilih accessories masing-masing, Brigitta datang menghampirinya. Mama Wulan sedikit terkejut melihat Brigitta datang karena seharusnya saat ini Brigitta bersiap-siap dirumahnya.
“Bii? Kamu datang sendiri" Tanya Mama Wulan hangat dan mengira Zayn yang mengajak Brigitta, tapi dibelakangnya hanya ada Azmi.
“Bii diantar sama Azmi, Ma. Zayn dimana ma? Bii ingin bicara."
“Zayn ke outlet katanya ada sedikit pekerjaan. Ada apa sayang?"
Brigitta tak menyangka ternyata Zayn sama seperti dirinya. Melarikan diri! Suasana hati mama Wulan sedang sangat baik sekarang. Brigitta memperhatikan matanya mencoba merangkai kalimat yang tepat mengutarakan maksud hatinya. Percaya atau tidak, membatalkan pertunangan jauh lebih sulit daripada mengungkapkan perasaan.
Mama Wulan shock memegang dadanya. Sebentar dia sangat sakit dan tak menyangka dengan apa yang dia dengar. Nikki dan Vhieya hanya bisa terdiam mencoba membantu menenangkan mamanya. Walau agak lama, Brigitta akhirnya berhasil melunakkan suasana hati mamanya.
“Apa ada orang lain yang mempengaruhi keputusan mu?”
“Sekalipun tidak ada siapa-siapa dihati Bii, Bii tetap tidak bisa memaksakan diri mencintai Zayn, Ma.”
Kalimat yang jelas menegaskan bahwa Brigitta sudah ada pilihan. Dan anaknya tidak merebut hati Bii dengan baik.
“Ma, Mama sering bilang mama menyayangi Bii seperti anak mama sendiri bukan?”
Mama Wulan masih diam. Menatap kesembarang arah penuh kekecewaan.
“Apa kasih sayang mama jadi akan hilang, jika Bii tidak menjadi menantu dirumah ini? Bii tidak mencintai Zayn. Begitu juga sebaliknya. Bii yakin mama tak akan tega membiarkan Bii terluka sepanjang pernikahan kami nanti?”
Ketulusan hati Mama Wulan tersentuh dengan kalimat Bii yang ini. Memang sejak dulu dia mengharapkan Bii untuk menjadi keluarga sebenarnya dirumah ini. Jika Zayn yang mengatakan tidak mencintai Bii, Mama Wulan masih bisa memaksanya dengan berbagai macam cara dan drama. Tapi kali ini Brigitta sendiri yang meminta dilepaskan.
Brigitta tidak tega dan tidak berani melihat mata Mama Wulan yang selama ini juga sangat dia sayangi.
“Ma, Bii pengen peluk mama. Peluk Bii dong Ma”
Air mata itu menganak sungai saat Mama Wulan merengkuh Bii dengan penuh kasih sayang. Dia kecewa dengan keputusan yang Brigitta ambil, tapi hati kecilnya juga tak bisa memaksa Brigitta untuk tetap bertahan sampai cinta itu datang.
“Mama tetap mamanya Bii, Bii akan tetap jagain mama, dan sayang sama mama, sampai kapan pun”
Mama Wulan tidak menjawab perkataan itu, dia hanya memeluk Brigitta lebih erat lagi dan mengusap-ngusap kepala gadis itu penuh kasih. Titin Suherman masuk dengan sok cantik menyaksikan pemandangan ini.
__ADS_1
“Duh, duh duh nanti saja peluk pelukannya dong ibu-ibuuuu. Lagi pada rempoooong nihhhh”
Ucapnya sok cantik dihadapan Azmi. Azmi tidak menoleh ke arahnya sedikitpun
“Ehem, Azmi “ Katanya sok akrab kali ini.
“Iya Nyonya” Azmi menjawab menundukkan kepala dengan sopan.
“Kamu ngapain berdiri disini udah mirip manekin, ayo bantuin aku di depan!”
Titin menarik tangan Azmi, tapi Azmi tidak bergerak sedikitpun. Dia jadi seperti menarik tangan manekin yang badannya menyatu dengan lantai.
“Maaf Bibi cantik, kami harus segera pergi” Brigitta melepaskan pelukannya setelah merasa mama Wulan sudah reda dan bisa menerima semua ini “Ma, Bii pergi dulu ya. Mama janji kan tidak akan berbuat yang aneh-aneh lagi. Mama sayang Bii kan?”
“InsyaAllah. Semoga kamu bahagia sayang”
Titin terkejut melihat manekin berjalan dengan begitu ringan. Mama Wulan melepas kepergian Brigitta dari genggamannya. Pupus sudah harapan mendapatkan menantu seperti Brigitta.
Titin hanya menatap kepergian yang mengherankan itu dan baru mengerti setelah melihat dan mendengar mama Wulan membuat panggilan dan marah besar kepada anak laki-lakinya yang tidak tau apa-apa tentang hal ini.
***
Azmi berjalan di depan mendahului Nona dan calon Tuannya. Masuk keruangan Zayn yang ternyata juga ada Rifa di meja sekretarisnya. Azmi tampak menahan senyumnya.
“Apakah anda lembur di akhir pekan? Nona sekretaris?”
Rifa tidak menggubris ledekan Azmi, Dia berdiri menyapa Ilham dan Brigitta. Dan mempersilahkan mereka semua untuk masuk.
Saat mereka masuk, Zayn baru saja meletakkan ponselnya dan meremas rambutnya sendiri. Zayn semakin sulit menerka apa yang terjadi setelah melihat Brigitta datang tak hanya dengan Azmi, tapi dengan Ilham disampingnya. Bukankah Ilham baru akan kembali besok? Berarti Qawiya juga sudah di Tanjungpinang sekarang.
“Hay Zayn!” Sapa Brigitt santai.
“Kamu santai sekali Bii, Mama menelpon ku dengan sangat emosi dan mengatakan aku tidak mengejarmu dengan baik, oh bukan lagi, Mama bilang aku tidak berusaha mendapatkan hati mu, aku tidak berguna, apa ini semua Bii, apa???“
Zayn belum menghubungkan kejadian ini dengan kehadiran Ilham disana. Akhirnya Brigitta menceritakan apa-apa saja yang harus Zayn ketahui. Kalau kemarin Ilham takut karena rasa hormat dan sungkan kepada pimpinannya. Hari ini tidak lagi, Brigitta harus melihat bahwa dia akan memperjuangkannya juga.
“Saya mencintai Brigitta pak. Saya yang minta dia menunggu saya dan membatalkan semua yang sudah direncanakan”
__ADS_1
Saat mendengar kalimat Ilham mata Zayn tertuju di jari manis Brigitta yang seharusnya nanti malam melingkar cincin darinya, tapi sudah ada cincin lain dan entah mengapa cincin itu terlihat lebih manis melingkar disana.
Zayn tertawa terbahak-bahak. Entah kenapa dia memilih mengekspresikan dirinya dengan tertawa. Semua orang di dalam sana terdiam tidak mengerti.
“Bagus Ilham, kamu menikung boss mu sendiri!”
“Maafkan jika cara yang saya tempuh untuk memperjuangkan cinta saya malah terlihat seperti pengkhianatan!”
Zayn berdiri menghampiri Ilham. Azmi sudah bersiap-siap jika dua orang calon dan mantan calon suami nona nya ini akan adu kekuatan disini.
“Selamat Ilham, aku bangga dengan mu. Dan terimakasih kamu memuluskan jalan ku.”
Walau belum sepenuhnya mengerti. Ilham menyambut jabat tangan itu dan Zayn memeluk Ilham seperti meluahkan ke legaannya. Kemudian Zayn melepaskan pelukannya dan menghampiri Brigitta untuk memberikan selamat seperti yang dilakukan pada Ilham tadi.
Namun secepat kilat Ilham berdiri menghalangi jalannya dan menerima jabat tangan Zayn kembali mewakili Brigitta, seperti tak rela Zayn menyentuh tangan calon istrinya.
“Kamu memang pantas untuk Brigitta!" Zayn tertawa menepuk pundah Ilham. "Bii? Bagaimana dengan keluarga ku?”
“Kamu beruntung tadi aku sudah bicara dengan mama, setelah ini mama pasti akan marah dengan mu. Kamu fikirkan saja sendiri caranya. Haha”
Melihat sepasang sejoli dihadapannya yang Zayn fikirkan pertama kali bukanlah meredam amarah sang mama. Tapi menangkap bayang-bayang Qawiya.
Zayn frustasi sejak tadi malam Wiya kembali memblokir semua kontaknya. Zayn harus segera menemui gadis itu, melepas rindu dan mengungkapkan semuanya.
Seperti saat Zayn dan Brigitta memutuskan akan bertunangan, seperti itu pula yang Azmi dan Rifa lakukan sekarang. Mengurus semua pembatalan. Termasuk mencari cara membungkam semua media sesuai permintaan Brigitta.
Mereka berdua seperti mengalami de javu kembali terlibat dalam satu urusan yang sama.
Flashback mode : Off
"Qawiya, kita sudah sampai"
Zayn membangunkan Wiya lembut saat Wiya tertidur di bahunya diperjalanan mengantarkan Wiya pulang. Kini mereka sudah di halaman rumah Wiya.
Hari sudah larut malam, Wiya terjaga dari tidurnya. lama dia mencoba mengumpulkan kesadaran takut yg dialaminya tadi benar-benar sequel mimpi. Jika ia dia akan tidur sekali lagi.
Ternyata tidak, Zayn benar-benar ada disampingnya sedang membelai rambutnya. Dia malu-malu melihat wajah tampan lelaki itu. Ahhh mereka baru saja jadian. Wiya jadi salah tingkah, memang apa sih yang dilakukan orang-orang sesaat setelah jadian???
🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀
__ADS_1
AUTHOR MENYEDIAKAN KOTAK INFAQ BUAT YANG MAU NYUMBANGIN VOTE SUKA RELA. WAKAKAKAKAKA
THANKS EVERYONE