
Wiya keluar dari mobil Zayn dengan salah tingkah, sepanjang perjalanan masuk ke rumahnya dia hingga 10 kali menoleh ke belakang dan melambaikan tangan. Sampai akhirnya Wiya hilang dari balik pintu, Zayn menutup kaca jendela mobilnya dan berlalu.
Zayn masuk ke rumahnya mengendap-endap menghindari interogasi mama Wulan malam ini. Mamanya pasti marah besar, karena dia tidak pulang sejak pergi ke perusahaan tadi pagi.
Saat Zayn membuka pintu dengan perlahan tiba-tiba lampu ruang tengah menyala, Mama Wulan berdiri tepat di depan sakelar lampu itu. Zayn tercengang mematung menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal. Takut dengan tatapan Mama Wulan padahal Mama Wulan tidak membawa pentungan.
Zayn bisa dikatakan berhasil menenangkan hati sang Mama, tentu saja dia belum berani menceritakan perihal hubungannya dengan Qawiya saat ini.
Dia akan mencari waktu yang tepat secepatnya agar Mama benar-benar move on dari Brigitta dan menerima Wiya sebagai orang yang dicintai anaknya.
***
Di sudut ruangan lain, seorang gadis sedang berguling-guling sambil tersenyum senyum sendiri. Dia mengingat-ingat kejadian yang baru saja dia alami. Sebuah kenyataan bahwa ternyata perasaannya berbalas selama ini. Cinta yang sudah ada bunyi, tak bertepuk sebelah tangan lagi.
Wiya menenggelamkan wajahnya di bantal, menggusal-gusal kepala kegirangan. Kemudian dia mengambil ponsel dari saku celananya. membuka percakapan terakhir dengan kontak atas nama Zayn Dwika. Dengan malu Wiya sekali lagi membuka semua blokir kontak itu.
Jarinya mulai menuliskan sesuatu disana,
Udah tidur?
Lama dipandangnya tulisan itu, tak langsung dikirim, kemudian dia menghapus huruf itu satu per satu. Mereka baru jadian. Wiya gengsi harus menanyakan kabar duluan.
Puluhan kali dalam satu menit Wiya memeriksa isi pesan itu sambil berharap Zayn mengirimnya pesan terlebih dahulu.
Apa dia langsung tidur ya?
Membatin sedih.
Wiya kembali membuka percakapan yang sama dan menulis sesuatu yang sama seperti tadi. Kembali urung juga karena melihat status online di samping nama kontak itu. Namun satu huruf tak sengaja terkirim dan belum sempat Wiya menghapusnya status pesan itu berubah menjadi dua centang biru. Terbaca! Wiya panik sekaligus malu dengan kecerobohannya.
Seseorang di sebrang sana langsung menelponnya dengan panggilan video. Dengan kaget sekaligus bahagia menjawab panggilan itu.
"Kamu belum tidur?" Tanya Zayn yang tampak sedang duduk di sudut balkon kamarnya.
Wiya menggelengkan kepala
"Aku gak sengaja tadi?" Mengklarifikasi.
__ADS_1
"Oh ya? Aku fikir memang lagi nungguin telfon dari aku. Aku memang baru aja mau nelfon kamu" Zayn menopang tangannya di dagu.
Bunga-bunga dalam hati Wiya bermekaran mendengarnya.
"Kok kamu belum tidur?" Tanya Wiya
"Masih pengen ngobrol sama kamu, kamu udah mau tidur?"
Wiya menggeleng-geleng lagi. Posisinya kini berbaring. Memeluk sebuah boneka Unicorn besar di dadanya.
"Eh, enak banget tuh boneka kuda"
"Ha? Kenapa?" Wiya mengangkat sedikit bonekanya.
"Di peluk-peluk sama kamu. Aku jadi cemburu"
"Lebay banget kamu! hahahahahah"
Semakin malam semakin panjang obrolan sepasang kekasih anyar. Hingga tak ada yang sadar siapa yang tertidur duluan. Ponsel salah satu diantara mereka mati sendiri karena kehabisan daya. Besok Ahad mereka merencanakan bersepeda di Car Free Day tepi laut kota Tanjungpinang.
***
Keluarga Wiya sudah mengetahui kedekatan mereka, namun tidak dengan keluarga Zayn. Wiya mengerti dengan keadaan Zayn yang masih merahasiakan hubungan mereka. Walau perdebatan kecil tetap tak bisa dihindari.
Tapi Zayn termasuk golongan laki-laki yang: jika salah akan meminta maaf duluan, jika cemburu bilang, jika Wiya melakukan kesalahan akan langsung disampaikan tidak pernah memendam.
"Apa Bu Wulan akan bisa menerima ku?"
"Aku akan membuat mama bisa menerima mu"
Wiya sedikit khawatir dengan kalimat itu. Karena dia ingin Mama Wulan menerima karena dirinya sendiri, bukan karena siapapun, walau Zayn sekalipun. Sejauh ini hanya itu yang membuat hati kecil Wiya teriris.
Zayn semakin kagum dengan pribadi Wiya. Wiya yang tidak manja, jarang mengeluh dan tidak suka menuntut .
Namun yang agak sulit bagi Zayn adalah terus menahan dirinya menjaga kontak mata dengan gadis itu. Mata bulat dengan bola mata hitam yang besar bisa membuat Zayn tenggelam.
Dia bisa jamin jika berkontak mata lebih dari 10 detik saja akan otomatis terjadi kontak fisik yang dia inginkan. Dia sangat menjaga semua itu dengan susah payah.
__ADS_1
***
Ilham dan Brigitta menjalankan hubungan mereka dengan lebih baik, pekan Depan Brigitta dan Ilham akan menikah. Setelah menikah nanti Brigitta meminta Ilham yang mengelola perusahaan peninggalan papi.
Ilham menolak karena tidak sesuai dengan hati nuraninya. Tapi Brigitta memaksa jika Ilham tidak mau membantunya di perusahaan dia tidak mau menikah dengan Ilham. Akhirnya Ilham mengalah dan mengajukan surat pengunduran diri dari Omelate food.
Yang paling shock dan sulit menerima pengunduran diri Ilham adalah Wiya. Selain karena dia kehilangan salah satu sahabat baik diperusahaan ini, dia juga keberatan mendapat promosi jabatan sebagai Manajer Keuangan.
***
Mama Wulan tidak menaruh kecurigaan apapun, dia masih menganggap Wiya sebagai salah satu karyawan lama di perusahaanya. Walau Nikki dan Vhieya pernah menceritakan bertemu dengan kakak mereka sedang makan siang, ke pasar tradisional dan beberapa kali bersepeda bersama Wiya.
Reaksi Titin yang justru berlebihan karena dia pernah dengan sengaja melihat lockscreen ponsel Zayn yang menampilkan foto Zayn dan Wiya. Dia terus meyakinkan Mama Wulan bahwa diantara Zayn dan Wiya ada yang tidak biasa, namun Mama Wulan tidak terlalu menanggapinya.
"Mba Yu, pokoknya Mba Yu harus lebih hati-hati loh Mba. Memangnya Mba mau Zayn menikah dengan perempuan dari kalangan bawah begitu" Hasutnya sambil memijat-mijat lembut kaki Mama Wulan yang sedang menyulam sebuah syal.
Nikki dan Vhieya yang sedang menonton TV menoleh tak mengerti ke arah si Bibi.
"Bi, Kita gak pernah ya memandang orang dari status sosialnya!" Ketus Vhieya.
"Kalian gak tau aja gimana perempuan-perempuan sekarang emang senangnya sama laki-laki kaya untuk bergantung hidup!"
"Kak Wiya gak kayak gitu ya Bi! Bibi belum kenal aja!" Ucap Nikk sedikit meninggi. Mama Wulan langsung membelalakan matanya ke arah Nikki dan Vhieya.
"Nikki! Vhieya! Yang sopan sama orang tua. Sudah-sudah. Kenapa jadi membahas WIya.
Mama tau benar bagaimana sikap Zayn terhadap Wiya. Dia ga mungkin jatuh hati sama gadis itu. Kenapa jadi kalian ributin hal yang gak penting?"
***
Maafkan ya baru bisa up lagi. up nya sedikit pula dan alurnya ambyar..
Pertama : Author bener-bener ga punya pengalaman berpacaran gaess. jadi maaf feel nya ambyar. haha alesan!!!
kedua : Sedang ada masalah internal yg tak bisa di ungkapkan ke publik. (Udah mirip artis belom?)
Cerita ini aslinya masih panjaaaang bgt. Tapi skrg aku Cuma mikir biar cerita ini bisa segera landing segera tanpa hambatan yg berarti.
__ADS_1
Thankyou yg sudah mau nungguin. hikhs.