Utuh

Utuh
SEASON II : EPS 5


__ADS_3

Setelah Vinny dan Vhieya kembali, Zayn dan Wiya berkemas untuk menuju ke rumah Ayah Ilyas dan Ibu Ria. Mereka menghabiskan waktu beberapa hari disana hingga mengantarkan Bang Ridwan, Mitty dan Vinny untuk kepindahan mereka.


Seketika Wiya merasa sangat kesepian, selain Vinny yang menjadi obat lelahnya, Kehadiran Mitty juga sangat berperan penting saat dia berkunjung kerumah orang tua mereka. Terpisahkan laut Cina Selatan, Kini mereka hanya bisa bertukar kabar lewat pesan dan suara.


Ayah Ilyas dan Ibu Ria merasakan kehilangan yang sangat dalam. Satu-satunya cucu yang menghiasi hari-hari mereka beberapa tahun belakangan. Kini mereka berdua lebih  banyak termenung, kadang sesekali terdengar samar-samar sisa suara anak kecil berlarian.


Kamar Vinny dibiarkan tetap seperti semula. Sebuah kamar balita perempuan dengan dekorasi girly yang penuh dengan boneka. Bau minyak telon dan bedak tabur yang biasa Vinny pakai masih lekat disana.


"Udah bu, nanti kalau ayah cuti panjang kita nyusul Ridwan kesana ya," hibur ayah Ilyas saat melihat Ibu baru keluar dari kamar Vinny.


"Iya bu, doain Wiya juga biar bisa cepat punya anak, biar Ibu sama Ayah gak kesepian lagi," timpal Wiya yang turut merasa kesedihan Ibunya.


_________________________


Hari-hari berlalu seperti semula, kesibukan membuat Wiya dan Zayn sangat jarang menikmati waktu yang berkualitas. Namun sepasang suami-istri itu tak pernah lupa untuk saling memberi kabar.


Hingga akhir pekan yang ditunggu telah tiba. Sabtu malam yang cerah. Mereka berdua tengah bersiap untuk menghadiri undangan sebuah acara penggalangan dana yang diadakan oleh sebuah komunitas relawan profesional yang punya perhatian khusus untuk pendidikan dan kesehatan anak di pulau-pulau terpencil, khususnya di Kepulauan Riau.


Wiya memilih long coat hijau lumut yang dipadankan dengan jilbab berwarna mocca. Membuatnya tampil elegan dengan sentuhan riasan wajah yang bold.


Untuk suaminya, dia memilihkan blazer berbahan jeans berwarna krem yang menutupi kemeja hijau yang senada dengan outfit yang Wiya kenakan. Terlihat sangat serasi dan saling melengkapi.


Sebelum masuk ke gedung pertunjukan, Wiya dan Zayn mengambil gambar di sebuah sisi photoboot besar, disana terpampang jelas logo dari perusahaan Wiya yang menjadi sponsor platinum kegiatan malam itu. Tak lupa menjawab beberapa pertanyaan dari wawancara singkat media lokal.


Panitia mengantarkan Wiya dan Zayn menuju seat tamu VVIP yang letaknya paling depan, tapi Wiya meminta untuk pindah ke tribun penonton, karena menonton pertunjukan akan lebih menyenangkan jika berada di atas.


Kegiatan malam ini, ditujukan secara khusus untuk para pelaku usaha di kota Tanjungpinang. Sehingga wajah-wajah yang hadir sudah tak asing lagi, mulai dari partner sampai kompetitor bisnis ada disana. Wiya dan Zayn tak henti saling menyapa orang-orang yang mengenali mereka.


Diantara ratusan orang yang hadir, Zayn tak menyangka akan bertemu dengan Nikki disana. Adik kandungnya yang sekarang menjadi direktur utama Omelate Food itu, tak sadar saat kakaknya melihat dia sedang bergandengan tangan dengan seorang laki-laki yang juga sangat Zayn kenali.


Zayn ingin menegurnya, tapi Wiya mencegah suaminya melakukan itu karena Nikki juga sudah waktunya memiliki calon suami. Lagipula Bian juga adalah lelaki yang baik.


_________________________________


Acara pembukaan sudah dimulai, beberapa orang diminta maju untuk memberi kata sambutan. Wiya mewakili ZA mendapat giliran terakhir karena sekaligus menyerahkan bantuan secara simbolis.

__ADS_1


Zayn menggenggam tangan dingin Wiya dan mengangguk-anggukan kepalanya memberi semangat dan meyakinkan Wiya untuk percaya diri.


Wiya berjalan dengan sangat anggun menuju podium, memberi senyuman, salam dan kata-kata yang sangat memantik semangat kepedulian para donatur terhadap kondisi pendidikan dan kesehatan anak-anak pulau yang tidak tersentuh "kesetaraan".


Saat Wiya sedang menyampaikan rangkaian kalimatnya, layar besar dibelakangnya menayangkan potret menyedihkan kondisi anak-anak di pulau-pulau kecil yang sangat jarang ada yang mengetahuinya.


Dari kejauhan, Zayn sangat bangga melihat pencapaian istrinya. Wiya sanggup memberikan donasi yang begitu besar untuk komunitas ini dan pergerakannya. Padahal saat tergiur dengan discount tas, sepatu atau barang-barang lain, Wiya tetap meminta jatah uang dari suaminya.


"Selanjutnya kami meminta kesedian Ibu Ilma Qawiya selaku perwakilan dari Zahira Akuntansi untuk menyerahkan donasi secara simbolis kepada Bapak Ditya Adinata selaku ketua dari komunitas Putera Bangsa, kepada Bapak diminta untuk naik ke atas pentas," ucap sang pemandu acara dengan lugas.


Wiya melangkah dengan anggun ke tengah panggung, salah seorang panitia membawa sebuah nampan yang berisi amplop coklat yang dijadikan simbol penyerahan donasi. Ditya, Ketua dari komunitas putera bangsa turut naik ke atas pentas untuk menerima penyerahan itu.


Saat panitia pembawa nampan itu menyerahkan amplopnya, Wiya menatap perempuan cantik itu cukup lama.


"Nona Vela?" lirihnya.


"Ehehe, iya Bu Wiya. saya salah satu pengurus di komunitas ini," jelasnya singkat, mengingat mereka sedang berada di atas pentas dan bukan waktunya berbasa-basi. "Silahkan bu, amplopnya"


"Kita harus bicara banyak setelah ini," ucap Wiya sambil mengambil benda yang menjadi simbol itu dan menyerahkannya kepada laki-laki muda di hadapannya.


Entah Ditya tersinggung atau tidak, yang jelas dia segera menurunkan uluran tangan itu dan ikut tersenyum. Dari kursi penonton, Zayn lega melihat sikap yang diambil Wiya.


Seperti saat dia menaikinya, Wiya turun pentas dengan anggun pula.


"Mari saya antarkan, dimana seat kamu?" tanya Ditya sedikit berbasa-basi.


"Oh, tidak usah pak Ditya, terimakasih. Itu saya duduk bersama suami saya di atas."


"Oooh," gumam Ditya tanpa bersuara "Hem, panggil Ditya aja biar tidak terlalu kaku"


"Duh, tapi saya lebih senang memanggil Pak Ditya begini biar lebih terasa hubungan kerjasama kita. Permisi, suami saya sudah menunggu."


Ditya menepi, mempersilahkan Wiya naik ke seatnya. Dia memperhatikan langkah Wiya tanpa berkedip. Sebenarnya ini bukan kali pertama ZA memberikan donasi dan mensponsori kegiatan komunitas mereka. Tapi baru kali ini Ditya bertemu langsung dengan direktur utama dari perusahaan yang sering bekerja sama dengan komunitas Putera Bangsa.


Wiya kembali ke tempat semula, dan dihadiahi sebuah kecupan manis dari suaminya.

__ADS_1


"Selamat ya sayang." membelai lembut kepala istirnya.


"Terimakasih Mas, aku bahagia melakukan hal-hal seperti ini. Eh mas tau gak, ternyata Nona Vela itu termasuk panitia acara ini loh."


"Oh ya? Yasudah cukup, jangan bahas dia lagi."


"Ahahaa, iya..iya. Yaudah ah, tu pertunjukannyaa udah mau dimulai"


Usai rangkaian acara pembuka, panitia menyajikan pertunjukan live theater yang menggambarkan garis besar kehidupan anak pulau.


Saat teater berlangsung, para donatur diberikan sebuah alat untuk memasukkan nominal donasi yang akan tampil di layar besar, otomatis nama perusahaan serta besarnya donasi akan dapat dilihat oleh semua tamu undangan.


Semakin besar donasi, semakin naiklah gengsi perusahaan masing-masing. Sehingga mereka berlomba memberikan donasi terbaik. Di akhir acara, jumlah donasi yang sudah mereka tampilkan tadi akan diberikan semacam invoice ke perusahaan masing-masing.


Lampu gedung mulai dimatikan, musik-musik latar mulai terdengar, para pemain dengan berbagai peran mulai bergantian mengisi panggung drama. Pertunjukan yang memang dimainkan para proffesional. Tak hanya Wiya dan Zayn, semua yang hadir disana juga larut dalam alur cerita.


Sehingga para pengusaha itu tak segan untuk memberikan donasi terbaik mereka masing-masing. Sampai di akhir pertunjukan, dana yang terkumpul nilainya cukup fantantis. Sangat cukup untuk melaksankan sebuah program besar yang sudah mereka rancang.


_______________________________


Visual Cast



Ravella Gisha



Ditya Adinata


______________________________________


Kalau merasa bosan, boleh di skip dulu aja ya sodarah-sodarah. Kumpulin episodenya tunggu udah banyak baru dibaca. wkwkkw.


Izin slow update ya, karena Author sedang kurang sehat.^_^

__ADS_1


__ADS_2