Utuh

Utuh
TUGAS TAMBAHAN


__ADS_3

Satu pekan meninggalkan pekerjaan,setumpuk jadwal sudah menunggu, efek reschedule nya pekan lalu. Banyak


rapat penting dan pertemuan yang harus Zayn selesaikan.


Begitu pula dengan Ilham dan Qawiya, tak sedikit laporan yang harus diperiksa dan standbye memonitoring laporan keuangan


outlet cabang melalui system.


Bahkan mereka harus lembur beberapa hari demi deadline nya masing-masing. Hari-hari berlalu seperti biasa, satu bulan sejak perjalanan tugas mereka, Tak terlalu banyak yang berubah. Wiya yang masih sedikit sekali melanggar prinsipnya justru membuat Zayn tertantang untuk selalu mengerjainya.


Zayn selalu memuluskan aksinya


berkedok pekerjaan. Dia bahkan hampir menjadi tidak professional karena beberapa kali meminta Wiya yang mengajarinya sistem keuangan yang memang sih baginya tidak mudah.


Wiya yang tidak sadar sedang diperdaya, bekerja dengan ikhlas dan ridho saja walau dia tau ini bukan SOP nya. Dia membuat pengecualian sendiri. Mengingat bagaimanapun Zayn pasti butuh waktu unutk sampai mahir menguasai, Zayn tentu harus lebih tau penggunaan segala sistem, harus lebih mahir daripada siapapun di perusahaannya. Beberapa kali dalam sepekan Wiya rela pulang terlambat.


***


Sudah hampir 6 bulan tugas Wiya


dikantor bertambah, bahkan di akhir pekan Zayn mengundang Wiya datang kerumah.


Tentu Wiya datang, karena Zayn mengundangnya atas nama perusahaan. itu membuat Wiya kian akrab dengan bu Wulan dan kedua adik Zayn


Mereka kerap menghabiskan aktivitas rumah bersama. membantu Bu Wulan memasak, dan sesekali merajut sesuatu dengan hakpen nya, menjadi P.A dadakan untuk  Nikki yang  mengerjakan tesisnya, atau sekedar mendengarkan curhat Vhieya tentang pacarnya hari ini yang menjadi mantan esok hari.


“Terimakasih nona Qawiya.” Zayn


mengantarkan Wiya sampai depan pintu.

__ADS_1


“Sama-sama pak saya permisi dulu.”


Pamit Wiya langsung berjalan menuju sepeda motornya. Dia tentu lebih memilih


berkendara dengan motor sendiri daripada harus di antar jemput oleh boss nya.


Wiya yang sudah seperti guru private dengan sabar dan tentu saja professional menghadapi Zayn yang ketus, tapi bahkan senang sekali mengerjai dirinya. dua sikap kontras yang kalau difikir fikir hanya bikin migrain Wiya kambuh saja.


Setiap Wiya habis pulang dari rumah Bu Wulan, beliau sering mengingatkan anak sulungnya .


“Zayn, kamu jangan galak begitu dong dengan Wiya, Mama lihat dia biasa saja menghadapi sikapmu. Sabar begitu,  kamu harusnya berterimakasih padanya.”


Ucap wanita paruh baya itu saat anaknya merebahkan diri di paha ibu nya yang sedang duduk di sofa ruang keluarga.


Justru itu yang membuat Zayn makin penasaran ma , Bagaiamana bisa di se sabar itu?


untuk itu semua. Dia menjalankan kewajiban dan mendapatkan hak nya, apa yang salah ?”  Ucap Zayn membela diri.


“ Yang salah itu kamu, mama


dengar di kantor dia juga sering terlambat pulang karena tugas tugas dari mu.”


Zayn membenarkan ucapan mama nya dari dalam hati dan tak berniat membela diri lagi. Tanpa mamanya boleh tau misi apa yang sedang dia jalani .


“Kak Zayn, Senin sampai Jumat kak


Wiya sudah bertugas di kantor bahkan hari Sabtu kakak memintanya kesini. Kakak membuat dia seolah tak punya kehidupan pribadi, jujur sih aku senang karna dia baik banget, tapi dia juga kan butuh waktu kak. Sekedar nonton sama pacarnya mungkin?“


Celetuk Vhieya sambil menikmati roti kukus nya menghadap TV.

__ADS_1


Zayn tertegun menoleh ke arah adiknya. Dia baru sadar selama 6 bulan bisa dikatakan dia melihat sendiri bagaimana Wiya dengan totalitas menjalankan tugas pokok dan tugas tambahan darinya.


Bahkan ditambah lagi harus datang kerumahnya di hari sabtu. Untuk pekerjaan tambahan ini, Zayn memang memberinya kontrak tersendiri yang nilainya cukup fantastis.


Tapi selama hampir 6 bulan ini juga Zayn tidak melihat Wiya seperti mempunyai kehidupan pribadi .


Isi feed dan story instagramnya bahkan hanya potongan potongan gambar yang rata-rata gambar makanan dengan caption yang kadang tak nyambung sama sekali.


keliatan sih Wiya bukan tipe orang yang mudah mengumbar aktivitas pribadi.


“Hem, Kak Zayn. Jangan hanya karena


kakak gak pernah punya pacar, kakak jadi menganggap semua orang sama seperti


kakak. Kasian keluarga dan pacar kak Wiya kalau kak Wiya sibuk terus dengan


pekerjaanya. Lagian kak  Zayn belajar apaan udah satu semester juga gak kelar kelar.hmmm.“ Nikki meneruskan omelah Vhieya


Zayn masih mematung memikirkan dua


ocehan Panjang adik adiknya. Keluarga ? Zayn tau keluarga Wiya sama sekali tak


pernah keberatan dan mendukung Wiya sepenuhnya. Pacar ? Zayn bahkan tak


kepikiran dia punya pacar.


Ilham jelas bukan pacarnya, Zayn paham  benar sebatas apa interaksi mereka. Ohh apa


Wiya tidak pernah menerima Ilham karena dia punya pacar diluar kantor ya?” Batinnya mulai menerka nerka.

__ADS_1


__ADS_2