Utuh

Utuh
AMBRUK


__ADS_3

Keesokan harinya Mitty, Ridwan, Ayah dan Ibunya berangkat sesuai yang sudah direncanakan. Wiya yakin dia bisa mengurus dirinya sendiri.


 


Sudah hari ke 6 Wiya tinggal dirumah sendiri. Mitty dan Ridwan yang tadinya hanya dua hari ternyata menunda jadwal pulang karena permintaan orang tua dan keluarga Mitty di Batam. Wiya mengerjakan semua pekerjaan rumah dan pekerjaan kantor sendiri. Dia sangat sibuk sehingga kadang tidak sempat memperhatikan dirinya belakangan ini.


Wiya jadi sering membawa beberapa pekerjaan untuk dikerjakan dirumah. Wiya benar-benar lupa waktu, namun setidaknya dengan kesibukan itu dia tidak lagi memikirkan perasaan yang terus tumbuh dan berkembang di dalam hatinya. Itu adalah salah satu usahanya.


Akhir-akhir ini Wiya jadi sering terlambat makan dan sekarang dia jadi kurang sekali istirahat. belum lagi dia mengeluh tenggorokan dan bagian lehernya yang sering sakit seperti terganjal sesuatu. Namun dia belum pernah ada waktu untuk melakukan pemeriksaan.


***


Bu Wulan masih belum pulih benar. Dia dirawat intensif dirumah karena menolak keras untuk dibawa ke rumah sakit. Zayn semakin hari semakin khawatir dengan kesehatan mama sepeninggalan papanya. Mamanya tidak mau makan jika tidak disuapi. Kondisinya begitu terpuruk dan mengkhawatirkan. Terlebih saat dia tau bahwa Tuan Setiawan juga tidak terselamatkan. Dia semakin bersedih untuk Brigitta.


“Mama, tolong ma, papa gak akan senang lihat mama seperti ini ma. Sampai kapan mama akan menyiksa diri mama begini? Kami butuh mama. Zayn, Nikki, Vhieya sedih liat mama seperti ini” Zayn hari ini belum berhasil memasukan satu suap bubur pun kedalam mulut mamanya.

__ADS_1


“Sampai kamu mau membuka hatimu untuk Brigitta, Zayn. Kamu selalu menghindari pembicaraan kalau soal ini. Kamu tau kan sebelum papa pergi dia sangat berharap kamu menikah dengan Brigitta?” Ibu Wulan berbicara tanpa melihat ke arah anaknya.


“Mama sayang. Zayn akan segera memikirnya. Saat ini yang Zayn fikirkan hanya kesembuhan mama” Masih berusaha menyuapkan makanan.


“Mama hanya mau makan dan akan sembuh kalau kamu mau menerima rencana mama dan papa” suara mama kembali terdengar parau dan hampir menangis “Brigitta, kasihan dia Zayn, dia sudah tak punya siapa-siapa lagi sekarang disini. Kamu harus menikah dengannya, bawa dia kerumah ini. tinggal bersama kita”


Zayn frustasi mendengar rengekan mamanya. Dia benar-benar tidak tau harus memberi jawaban apa pada mamanya yang merengek meminta dirinya segera menikahi Brigitta.


“Oke ma, oke. Nanti siang Zayn akan bicara dulu dengan Brigitta. Sekarang mama makan, boleh ma? Zayn mohon.”


Bu Wulan tersenyum dan membuka mulutnya, seperti ada energi positif yang menjalar merasuki tubuhnya. Dia jadi makan dengan lahap dan menghabiskan satu mangkuk bubur ayam yang anaknya bawakan. Apalagi sejak tadi malam dia memang belum makan.


Zayn selalu menemaninya melewati hari-hari sulit ini. Dan hari ini Brigitta sudah bisa kembali ke perusahaan di dampingi Azmi orang kepercayaan Tuan Setiawan saat dia masih hidup.


***

__ADS_1


Selama Mitty cuti pula, Ilham selalu datang keruangan Wiya menemaninya dan membantu menyelesaikan pekerjaannya jika sudah selesai meeting dan presentasi.


“Wiy, kamu okay? Kamu pucat banget. Dan keringat dingin.”


Ilham menyadari Wiya yang akhir-akhir ini selalu terlihat memaksakan dirinya tenggelam dalam kesibukan dan pekerjaan yang banyak. Kini dia tampak pucat dan mengeluarkan keringat sebesar biji jagung. Tapi dia masih mencoba bertahan menghadap laporan di komputernya.


“Aku baik-baik saja, Ham”


“Oke. Aku tinggal sebentar ya ambilin kamu makanan. Kamu harus istirahat abis itu.”


Wiya merasakan matanya panas, suhu tubuhnya dingin namun kulitnya panas terbakar. Dia lupa jam berapa tadi terakhir dia makan. Sekarang dia mencoba mengganjal perutnya dengan potongan roti. Namun sia-sia, dia semakin merasa menggigil. Dia tetap melawan segala pertempuran rasa ditubuhnya.


Saat dia sudah menyelesaikan satu laporan penting dan harus segera ditanda tangani direktur. Wiya pun beranjak dari kursinya, benar-benar sekuat tenaga memaksakan diri untuk naik keruangan Zayn.


Wiya berada sendirian di dalam lift. Saat lift berhenti di lantai yang dia pilih kemudian pintu itu terbuka dan ternyata Zayn yang berdiri di depan pintu itu baru saja akan turun ke ruangan Wiya karena mendapat kabar dari Rifa tentang kondisi Wiya.

__ADS_1


Wajah dan tubuh Zayn yang tegak tampak berpendar dipandangan Wiya. Begitu dia melangkah keluar dari lift itu dia benar-benar kehilangan keseimbangan. Tubuhnya jatuh, ambruk dalam pelukan Zayn dan tak sadarkan diri.


“Qawiya….!!!” Zayn panik dan takut terjadi sesuatu pada salah satu pegawai di jam kerja perusahaannya.


__ADS_2