Utuh

Utuh
MENJEMPUT RESTU


__ADS_3

Satu tahun berlalu sejak pertama kali Zayn dan Wiya saling menyatakan perasaan. Terlalu kekanak-kanakan untuk menyebutnya jadian. Tapi hubungan yang dewasa harusnya ada kemajuan. Sudah setahun, semua masih begitu-begitu saja tanpa perkembangan.


Brigitta dan Ilham sudah menikah, Azmi dan Rifa menyebarkan undangan secara mengejutkan. Wiya dan Zayn lusa baru akan merayakan anniversary satu tahun mereka berpacaran. 365 hari yang hanya dilalui dengan sapaan selamat pagi-siang-malam setiap hari. Entah mereka akan berakhir di pelaminan sebagai pasangan atau setahun yang hanya sebatas jagain jodoh orang.


Satu tahun mereka saling mengenal, perasaan satu sama lain pun semakin dalam. Konflik yang tak bisa dihindari menjadi bumbu-bumbu pemanis dalam hubungan mereka. Layaknya pasangan normal, mereka juga merencanakan sebuah masa depan.


Membayangkan hangatnya sebuah keluarga, tentang keinginan menatap satu sama lain setiap pertama kali terbangun dari tidur mereka, tentang seorang istri yang menanti suami dirumah dan melepas lelah sepulang kerja, dan tentang tawa riuh anak-anak dengan mainan yang berserakan di lantai.  Namun semua masih sebatas rencana belum ada satu langkahpun yang bisa ditempuh keduanya.


Kondisi kesehatan Mama Wulan tidak lagi seperti dulu, semakin hari kesehatannya semakin menurun. Kadar gula darahnya sering naik dan sekarang Mama Wulan sedang menjalankan diet khusus. Dokter memberi tahu dengan tegas kepada anggota keluarga bahwa jangan ada yang membebani fikirannya sekarang.  Itu salah satu alasan yang membuat Zayn belum berani memberi tahu Mama Wulan tentang hubungannya dengan Wiya. Seminggu terakhir Zayn melihat perkembangan yang cukup baik dari kesehatan mamanya. Dia merasa sudah waktunya menyampaikan semuanya pada mama.


Dan lusa adalah waktu yang mereka berdua tunggu. Zayn akan mengajak Wiya datang menghadap Mama Wulan sebagai kekasih sekaligus calon istrinya.


"Aku harus bawain Bu Wulan apa nih Zayn? Kamu harus temenin aku cari sesuatu yang bisa bikin beliau seneng"


Ucap Wiya antusias saat Zayn mengatakan lusa akan membawanya kerumah. Sebuah kemajuan yang berarti. Wiya tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Dia harus berhasil mengambil hati calon mertua pada pandangan pertama. Ya, ini pertama kalinya dia bertemu Bu Wulan sebagai kekasih hati anaknya.


"Itu gak perlu, sayang. Kamu cukup jadi dirimu sendiri gak  perlu pencitraan" Jawab Zayn sambil tetap fokus mengerjakan sesuatu di atas meja kerjanya.


"Makin hari kamu makin nyebelin tau gak! Siapa yang mau pencitraan? Dimana-mana juga mau silaturrahim kan gak ada salahnya bawa sesuatu Zayn"


"Iya iya terserah kamu aja sayang, Mama sekarang lagi diet khusus jadi sebaiknya gak usah bawa makanan"


"Jadi apa dong?"


"Ya nanti kita cari sama-sama ya"


"Nah, gitu dong" Wiya tersenyum bahagia dan tak sabar.


Rasanya sudah cukup lama dia menjadi pemeran dalam ceritanya sendiri, cerita tentang mengenal, menjauhi, kehilangan, mengharapkan hingga putus harapan, dan mendoakan hari-hari indah ini. Wiya bersyukur karena membayangkan puzzle hatinya sebentar lagi akan menjadi utuh.


***


Titin masih tinggal di kediaman mendiang kakak angkatnya, seperti ada sesuatu yang dia tunggu dan belum bisa dia dapatkan. Selama satu tahun pula dia telah menyusun sebuah strategi dan menjalankannya perlahan.


Seorang laki-laki dengan pakaian serba hitam lengkap dengan topi, masker dan kacamata turun dari mobil jeep di halaman parkir sebuah taman yang letaknya tak jauh dari kediaman Zayn. Menghampiri Titin yang juga memakai pakaian serba tertutup lengkap dengan selendang yang menutupi wajahnya. Titin menerima amplop coklat dari laki-laki itu kemudian memberikan sejumlah uang dengan kantong plastik hitam.


Titin mendekap benda itu di dalam jubahnya, dia masuk ke dalam rumah dengan senyum penuh kemenangan. Kemudian dia masuk ke kamar Mama Wulan untuk memastikan kondisi kakak Iparnya sudah sesuai dengan yang dia harapkan.

__ADS_1


Tak ada yang mendengar apa yang Titin bicarakan pada kakak iparnya yang sedang terbaring sakit di kamarnya itu.


***


Hari yang ditunggu telah tiba, Sabtu malam yang cerah sebagaimana suasana hati Qawiya. Dia sudah tampak cantik dengan long dress berwarna mocca. Wiya meraih hand bag nya dan segera turun ke bawah menemui Zayn yang sedang berbicara dengan Ayah dan Ibunya tentang rencana mereka malam ini. Ibu dan Ayah hanya bisa merestui dan mendoakan mereka.


Mereka sudah masuk ke dalam mobil dan memasang sabuk pengamannya masing-masing, Zayn tak langsung menyalakan mesin melainkan mengambilkan sesuatu dari dashboard samping mobilnya.


"Untuk kamu" Memberikan seikat bunga mawar merah, wangi segarnya terendus eksotis. "Happy Anniversary, Sayang" Mengecup puncak kepala gadis disampingnya.


Wiya menerima bunga itu dan mengendus harumnya.


"Terimakasih" Ucapnya malu dengan pipi yang sudah bersemu.


"No, no, aku yang terimakasih. Makasih Wiya, kamu sudah mencintaiku dengan sadar, dan dengan sabar"


Wiya menatap keluar jendela menghindari Zayn dan rayuannya.


"Sekarang giliran kamu" Zayn menyentuh dagu Wiya mengarahkan Wajah gadis itu untuk melihat ke arahnya.


"Apa?"


"Gak ada, karena kata-kata sebenarnya hanya perantara, gak bisa nyampein pesan hati kita seutuhnya" Ucap Wiya.


"Tapi aku pengen tau perasaan kamu"


"Apa yang aku tunjukkan dari sikap ku, itu udah mewakili rasa yang berbicara dari kedalamannya. Yang jelas, sampai detik ini, setelah satu tahun hubungan kita, cuma masa depan kita yang masih ku eja" Wiya menatap Zayn serius dan penuh harap. Seolah setelah malam ini tak ada lagi rintangan yang berarti untuk kelanjutan hubungan mereka karena restu dari mama Wulan sudah di kantongi.


"Sekarang kita pergi menjemput restu, tahun-tahun berikutnya kita akan merayakan momen ini sebagai keluarga"


 


"I Wish" Jawab Wiya pelan. Pelan sehingga tak terdengar oleh Zayn karna mobil sudah sampai di depan pagar rumahnya. Tak terlalu lama karena jarak rumah mereka memang tidak terlalu jauh.


"Kamu udah siap sayang?" Tanyanya pada Wiya.


Wiya mengangguk siap. Dia memang sudah lama siap.

__ADS_1


Tiba-tiba ponsel Zayn berdering, karena Zayn sedang fokus akan memasukan mobil ke dalam pagar rumahnya, Zayn meminta Wiya yang  menjawab panggilan itu.


"Nikki" Wiya membacakan nama kontak yang tertera.


"Gak apa-apa, jawab aja sayang!"


Wiya menggeser icon hijau menjawab panggilan sesuai perintah Zayn.


"Hallo,Nikki!"


"Ka..kak Wiya?" Suara Nikki heran dari sebrang sana.


"Iya Nikki, Zayn sedang mengemudi dia meminta aku yang menjawab panggilannya"


"Kak, tolong sampaikan pada Kak Zayn kami semua sedang dirumah sakit, Mama tak sadarkan diri kak. Dan Kak Zayn harus kesini secepatnya"


Air Wajah Wiya seketika berubah. Zayn menghentikan gerakan mobilnya, menaikan alisnya bertanya dengan isyarat kepada Wiya "Ada apa?"


"Kenapa baru kasi tau sekarang Nikki? Baiklah, aku dan Zayn akan kesana sekarang. Kamu dan Vhieya tetap tenang dulu ya" Wiya mematikan sambungan panggilan.


Mendengar penjelasan Wiya, Zayn dengan panik segera membalikkan kemudi menuju ke arah rumah sakit. Raut wajah yang tadi penuh aura kebahagiaan kini tampak gusar sekali. Sebelum dia pergi tadi Ibunya masih baik-baik saja. Apa yang sudah terjadi? Ribuan tanya di kepala semakin menambah kepanikannya membuat mobil yang dikendarainya hampir saja menabrak pengendara di depannya.


"Zayn!" Teriak Wiya.


"Maaf sayang maaf, aku terlalu panik! kamu gak apa-apa kan?" Tanyanya khawatir.


"Kalau kamu tetap panik begini aku mendingan naik taksi aja" Ancam Wiya "Tetaplah tenang agar bisa menenangkan yang lainnya"


Zayn tidak menjawab lagi.


***


Hay teman-temanku tersayang. Apa Kabar ?


Maaf ya baru aku up kelanjutannya. Alhamdulillah karya ku yang satunya udah rilis 5 episode. Dan mungkin akan aku up selang-seling setiap harinya.


Terimakasih teman-teman yang masih menjadikan Novel Utuh ada di daftar bacaan Favorite nya. Semoga ada kebaikan yang bisa diambil dari tulisan yang alakadarnya ini.

__ADS_1


Jangan lupa baca juga ya ke karya aku yang satunya judulnya OTW Soleha, disini aku mengangkat cerita perjuangan seorang gadis remaja yang tumbuh dan besar di lingkungan lokalisask prostitusi dengan perjalanan mencari jati dirinya dan tujuannya menjadi soleha. klik Ava ku dan lihat di kolom Karya.


Jangan lupa like dan komentarnya


__ADS_2