
Pagi senin kembali menyapa. Setelah
satu pekan dalam perjalanan tugasnya, hari ini Wiya akan kembali ngantor seperti biasa.
Rasanya Wiya tak sabar ingin kembali bertemu dengan sahabatnya Mitty, pasti selama Wiya tak ada, dia memutar-mutar lagu kangen band sambil berdendang dengan bebasnya. Ah jangan-jangan sambil lambai lambaikan tangan ke kiri dan ke kanan juga.
Hari ini Bang Ridwan yang mengantarkan Wiya ke kantor. Sebenarnya sedikit repot kalau berangkat dengan abangnya, karena abangnya mengendarai moge jadi Wiya harus memakai celanan Panjang sebagai bawahan blazer kantornya.
Wiya turun dari motor setelah sang abang berhenti tepat di depan Gedung outlet. Wiya melepas helm, memberikan kepada Ridwan dan mencium punggung tangan sang abang
“Wiya masuk ya bang, abang hati-hati.” Ucapnya
“ Iya Dek, nanti Telfon aja ya kalau udah pulang!“ Kata abangnya mengacak-acak rambut lebat adiknya yang barusan
dia rapikan karena tadi tertekuk helm.
“Bang Iwan !!! berantakan lagi rambut Aku baaaaaaaaang, kebiasaan deh abang.“ Protesnya
“Masih cantik dek, tenang aja.“ Ridwan
berlalu pergi setelah sebelumnya berhasil menarik hidung minimalis adiknya yang
membuat adiknya teriak sekali lagi.
Dari dalam Gedung sana, ada seseorang yang sedang memperhatikan dua kakak beradik itu dengan gemas.
“Wiyaaaaaaaaaaa!“ Teriak Mitty setengah berlari dari jauh, membuat Wiya menggeleng geleng kepala. Padahal tadinya dia rindu berat dengan sahabatnya ini, tapi setelah mendengar suara cempreng Mitty yang sering gak tau tempat, bikin Wiya jadi pengen banget mendaratkan apa saja di kepala Mitty agar dia segera sadar.
“Peluk Wiy peluuuuk!” sambungnya lagi, merentangkan kedua tangannya, namun tak mendapat tanggapan dari Wiya. Mitty
jadi gemas dan akhirnya dia sendiri yang memeluk Sahabatnya itu.
“Mit, Mitty, minggir gak, gue belom absen Mit.“ Wiya berusaha melepaskan diri dari cengkraman Mitty.
“Jahat Lo Wiy, gue kangen tau
gak? Lu beneran seminggu perginya. Mana cowo ganteng di kantor ini lu bawa lagi
__ADS_1
dua duanya.” Mitty akhirnya melepaskan rengkuhannya.
Wiya buru-buru melangkah ke mesin
absensi takut ada serangan dadakan lagi dari Mitty.
“Mit, Ya Allah mulut lo demit, itu bibir coba lo sulam dikit.“
“Biar sexy kaya artis artis ?”
“Enggak Mit, biar bisa rapat. Jadi gak ember begitu, Astaga lo bahkan ga liat tempat dong ini.”
Umpat Wiya sambil berjalan menuju lift,Mitty malah terkekeh mengejarnya dari belakang.
“Hahaha. Iya gue kalau udah kangen
emang resek Wiy." Kekehnya lagi. “ Eh
btw, bang Iwan makin lama kok makin mateng aja ya Wiy. ”
Wiya tau ini Mitty pasti mau
“Iya bentar lagi gosong tu dia , buru lo angkat gih? "
“Ih lo tega ngatain abang sendiri, gue boleh minta foto nya gak Wiy?”
“Buat Apa Mit? Jangan macem-macem deh.“
“Yaelah Wiy, Cuma mau gue tunjukin ke NASA bahwa gue punya yang lebih indah dari bintang-bintang angkasa.”
Ting, pintu lift terbuka
“Hmmm, lo belom sarapan nih pasti
Mit.” Sambung Wiya melanjutkan perjalanan menuju ruangan mereka.
“Sarapan sih udah, jadi kakak ipar
__ADS_1
lo aja yang belom Wiy.”
“Hih, Biar kata bang Iwan cinta sama lo suatu hari nanti ni ya, males gue Mit punya kakak ipar bucin begini.”
“Wah wah wahhh, fix lo jahat dek.“
Mereka asik saling melempar
candaan sepanjang jalan, dan tak sengaja bertemu dengan Bu Rifa yang sedang
berjalan dengan anggunnya.
“Pagi Bu Rifa! “ Ucap Mitty, sementara
Wiya sedang mengambil sesuatu dari tasnya.
“Pagi Mitty, Pagi Wiya senang kamu sudah hadir lagi.“ Balasnya ramah.
“Pagi bu, eh iya ini bu kemarin saya belikan ini untuk Bu Rifa, diterima ya bu.” Ucapnya mengulurkan paper bag ukuran sedang
yang berisi magnet kulkas, dan pancake durian di dalamnya.
“Wah, kamu selalu saja. Thanks Wiya.” Rifa menerima nya.
“Dan ini, saya titip untuk Ibu Wulan ya bu. Tolong ibu sampaikan melalui Pak Zayn saja.” Wiya kembali menyodorkan sesuatu dari dalam tasnya.
Mereka berpisah arah, Wiya akan masuk
ke ruangan keuangan. Sedangkan Rifa ke ruangan sekretaris yang berada tepat di
depan ruangan Zayn.
Ruang keuangan
Wiya menekan password pintu dan mereka berdua pun masuk ke dalam. Mendudukkan diri di singgasana masing-masing, baru memulai pergibahan. biasanya yang jadi bahan gibah mereka adalah tokoh-tokoh dalam novel online yang tadi malam baru selesai mereka baca.
Kemudian mereka membongkar tentengan Wiya. Satu box bika ambon dan satu box pancake durian untuk dibagikan keseluruh staff keuangan. Dan ada beberapa potong bolu meranti untuk Risa dan teman teman outlet shift pagi dan shift malam nanti.
__ADS_1
Paper Bag yang besar sendiri tentu itu untuk Mitty yang sudah mengerjakan tugas dengan sangat baik setiap kali Wiya harus pergi. Biar kata suara mirip burung murai yang gagal ikut kontes, tapi bagi Wiya Mitty tetap Best of the Best.