
Sabtu dan ahad berjalan lebih lamban dari biasanya. Undangan yang sejak sabtu sore berada dalam tas Wiya tidak dia keluarkan lagi. Entah dia lupa atau memang tak ingin lagi melihatnya, hingga senin datang. Asisten professional itu kembali datang ke perusahaan menjalankan rutinitas hariannya.
Tak terlalu bersemangat, Wiya datang pagi-pagi sekali. Meletakan sebuah dokumen di atas meja Rifa. Dia beruntung pagi itu baik Zayn maupun sekretarisnya belum ada diruangan mereka. Petugas kebersihan baru saja selesai membersihkan ruangan itu.
***
CEO’S Room
Dokumen itu sudah diletakan di meja kerjanya. Seperti biasanya Rifa memisahkan dokumen penting yang harus segera di periksa dan di tanda tangani bossnya. Sebuah dokumen dengan map coklat yang artinya itu berasal dari divisi keuangan. Zayn begitu terkejut melihat isi dari dokumen tersebut, dia berteriak memanggil Rifa yang berada diluar. Dia lupa bahwa dia bisa memanggil Rifa lewat intercom saja.
Rifa tak kalah terkejut mendengar teriakan Bossnya dari dalam ruangan sana. Rasanya tidak ada yang keliru dengan semua dokumen yang sudah Rifa periksa tadi sebelum dibawa kedalam sana. Terburu-buru Rifa masuk ke ruangan itu.
“Apa ini?” Tanya Zayn sebelum Rifa sempat duduk.
Rifa mendongakkan kepalanya memastikan apa yang Zayn maksud.
“Itu kan Rencana Anggaran perjalanan tugas Divisi keuangan pak?“
“Iya saya tau, saya bisa membacanya!”
Lalu? Kenapa Anda teriak-teriak? seolah sedang membaca laporan keuangan yang defisit saja!
Rifa menebak nebak dalam hatinya.
“Kenapa ada nama Qawiya?"
“Iya tentu karena dia yang akan berangkat pak, mana mungkin nama saya. Yang assistennya Ilham kan Qawiya”
“Arifa! Jangan bertele-tele. Kamu tau maksud saya!“ ucap Zayn dengan nada sedikit tinggi. Rifa benar-benar belum mengerti kenapa dokumen itu bisa membuat Zayn begitu emosi.
“Siapkan keberangkatan saya juga. Saya akan berangkat bersama mereka!”
“Maaf Pak, kali ini tidak bisa. Acara pertunangan Bapak hari Sabtu pak. Perjalanan tugas ini akan berakhir di hari Sabtu dan mereka baru akan pulang hari minggunya”
“Arrrrgh!“ Zayn membalikkan kursi putarnya dengan frustasi.
“Apa mereka hanya pergi berdua?“
__ADS_1
“Di dalam dokumennya tertulis begitu pak. Lagipula masalah disana memang dibawah kendali mereka berdua pak. Tidak membutuhkan yang lain” Termasuk anda.
Padahal sabtu sore yang lalu Ilham sudah mengatakan bahwa mereka akan melakukan perjalanan tugas. Namun Zayn mungkin lupa bahwa Wiya adalah asisten Ilham dan tentu Wiya yang akan membantu Ilham disana. Dengan berat hati Zayn menandatanganinya.
Entah hal apa yang membuatnya begitu gusar, baginya perjalanan Wiya kali ini adalah kepergian Wiya menghindari hidupnya. Zayn mulai menyusun berurutan kejanggalan-kejanggalan satu pekan terakhir ini. Ponsel Wiya
yang sampai hari ini diluar jangkauan dan dirinya yang tak pernah bertemu walau sedang mencari Wiya kerumahnya. Selama ini Zayn tidak menganggap itu sebagai bentuk penghindaran. Karena kalau memang iya demikian, untuk apa Wiya menghindarinya? Apa salahnya pada Wiya?
Zayn mengatakan pada Rifa agar Wiya mengambil sendiri dokumen itu keruangannya. Karena kalau Zayn yang mencarinya ke lantai divisi keuangan gadis mungil dan cerdik itu pasti punya cara menyembunyikan diri. Namun hingga jam makan siang berakhir Si Kancil tak kunjung masuk perangkap.
Sebenarnya Wiya menunggu Ilham yang mengambilnya namun Ilham tak juga kembali ke perusahaan hingga jam kerja akan segera berakhir.
Sehingga dengan berat hati Wiya melangkah lagi keruangan itu menyerahkan dirinya, mengingat dokumen itu harus segera digunakan untuk kebutuhan reservasi akomodasi dan transportasi besok karena hari Rabu sudah jadwal keberangkatannya.
Walau hatinya benar-benar sedang hambar saat melakukan apapun. Sebenarnya dia sedikit senang bisa melarikan diri sementara dan tak harus menghadiri acara perpisahannya secara resmi. Ya, acara pertunangan Zayn dengan Brigitta adalah sama saja dengan acara perpisahan Zayn dengan dirinya. Kalimantan cukup jauh untuk memberi jarak dari hati mantan. Walau hanya mantan teman. haha. Wiya Tak peduli saat pulang nanti dia benar-benar tidak memiliki harapan ataupun kesempatan lagi. Dan setelah itu baru dia akan merencanakan sesuatu untuk hidupnya.
“Permisi Pak” Ucapnya masuk keruangan yang paling dihindarinya saat ini, setelah mendapat izin dari Rifa.
Zayn tidak menjawabnya. Dia hanya tunduk menumpu kepalanya dengan siku diatas meja. Dia marah setelah menyadari kemungkinan ternyata selama ini Wiya memang sengaja menghindar darinya tanpa memberi tau apa masalahnya.
“Do-doku-dokumen saya pak. Boleh saya mengambilnya?”
“Kenapa kamu memblokir semua panggilan dan pesan ku, Qawiya?“ Tanyanya dingin.
“Sa-saya,tidak. Untuk apa saya melakukannya?“
“Ck! Itu seharusnya pertanyaanku! untuk apa kamu melakukannya?” Ucap Zayn lebih jelas lagi“Jelaskan selagi aku ingin mendengarkan penjelasanmu itu!"
Wiya hanya terdiam, tak mampu lagi menghindarinya. Andai dia punya kekuatan menembus tembok saat ini pasti dia akan melakukannya. Namun bukan Qawiya namanya jika tak memiliki trik menutupi itu semua. Dia memang tak mampu menembus tembok itu, tapi dia bisa membangun tembok baru di hadapannya.
“Apa salahku Wiya? Setidaknya katakan dengan jelas jika aku berbuat kesalahan!“
Kesalahan terbesarmu adalah hadir di fikiran ku
Kamu terlalu lama padahal hanya untuk bermain-main disana
Kesalahanmu Zayn, dengarkan aku!
__ADS_1
Kesalahanmu adalah tidak menyadari semuanya
Kesalahanmu terlalu nyaman dengan pertemanan yang kau sendiri yang tawarkan
Lalu Kau membiarkan aku merayakan sepi ini sendirian
Kau memilih senja,
padahal sang fajar menawarkanmu jingga yang sama
“Ah, ituuu saya pasti melakukan kesalahan. Sebentar saya cek”
Wiya mengeluarkan ponsel dari saku blazernya, membuka ponsel itu seolah memeriksa sesuatu.
“Nah kan benar, ma-maf pak Zayn, saya tidak sengaja, emmm anu tidak sadar. Ada beberapa kontak yang terblokir. Aduh pantas saja“
Wiya sedang berakting seolah-olah dia benar-benar tidak sengaja melakukannya.
Zayn tau sekeras apapun dia memaksa Wiya, gadis itu akan semakin keras mencari alasan menyembunyikan semuanya.
“Buka blokirnya! Atau aku akan menghubungi Ilham setiap saat selama kalian disana!”
What the …. Huh
Menghubungi ku untuk apa?
Memamerkan kemesraan dengan Brigitta?
“Unblocked!!” Ucap Wiya tegas namun malas, sambil mengambil dan membawa pergi map coklatnya.
***************************************
TAP TAP TAP TAP YOUR THUMBS YAAA
ITU POIN YANG MASIH SISA VOTE KESINI JUGA BOLEH.WKWKWK
__ADS_1
THANKS A LOT, YANG UDAH SUDI BACA
LOVEEEHHHH KECE READERS SEMUAAAH