Utuh

Utuh
MENGUNGKAPKAN I


__ADS_3

Diruang keuangan, hampir semua karyawan sudah pulang. Hanya tersisa dua sekawan itu dalam sana. Wiya akan


dijemput ayahnya dan memutuskan untuk menuggu di dalam saja. Mitty menemani Wiya menunggu dan mereka nanti akan turun Bersama.


Namun sebelum pulang, ternyata masih ada ketukan di pintu kaca itu, meminta untuk masuk. Ilham  yang akhir akhir ini semakin tak punya waktu untuk sekedar ngobrol atau makan siang dengan Wiya. Pertemuan mereka 6 bulan belakangan hanya sebatas tugas dan pekerjaan.


Weekend yang biasanya kerap mereka lewati bersama, walau hanya sekedar membeli es krim pun sudah tak lagi ada. Wiya sangat sibuk ngalah-ngalahin jadwal Ilham sendiri sebagai atasannya.


Ilham merasa tak bisa bertahan berlama-lama lagi, semakin hari Wiya semakin susah di dekati. Bukankah dia


sudah bersusaha 2.5 tahun ini. Ini saatnya dia berniat menyampaikan apa yang dia rasakan dihati. Sudah sangat membuncah dan tak bisa dipendam lebih lama lagi. Masalah nanti Wiya bisa menerima perasaanya atau tidak dia sudah tak lagi peduli.


Belum lagi ibu nya selalu menanyakan hal itu-itu saja dan akan mencarikan wanita untuk Ilham jika belum bisa mencari pendamping sendiri. Ilham sampai hafal ancaman ibunya.


Wajah Ilham sangat misterius sore itu. Mitty yang biasanya selalu heboh, sontak terdiam tak ingin membuat


suasana hati Ilham semakin runyam.


“ Ba-pak ? ada apa ?” Wiya membuka pintu kaca itu, dan mempersilahkan Ilham duduk


“Kamu gak lembur hari ini ?” Tanya Ilham dengan tatapan dingin.


“Emm,kata Bu Rifa hari ini tidak perlu pak. “


“Wiy, maaf. Gue nungguin dibawah aja ya “ Mitty sungkan sekali berada diantara mereka sore itu. Dia pamit dan di


iyakan oleh sahabatnya yang sedang kikuk setengah mati.

__ADS_1


“Aku mau ngomong sesuatu Wiya  “


“Disini pak ?” Tanya Wiya yang melihat mereka sedang berada di dalam ruangan dan tidak ada orang lain selain


mereka berdua. Ilham tentu sangat paham ketidak nyamanan Wiya.


“Em, tidak. Nanti malam bisa kita keluar sebentar? aku jemput kamu bada isya”


“Em, baik pak “


Beruntung setelah dialog yang canggung itu, ponsel Wiya berdering, ayahnya sudah menunggu dibawah, mereka turun Bersama. Wiya keluar di lantai satu, Ilham masih melanjutkan ke lantai dasar parkiran.


***


Sesuai yang tadi Ilham sampaikan dia akan menjemput Wiya setelah shalat isya. Ia bahkan sudah di masjid lingkungan rumah Wiya sejak magrib, agar tidak terlambat menjemput Wiya bada isya nanti. Ilham mengisi waktunya dengan memikirkan susunan kalimat yang tepat untuk mengutarakan segala yang selama ini telah bersarang dihatinya.


apakah Wiya benar-benar tak ingin mencobanya ? Ilham percaya suatu hari kelak Wiya akan bisa belajar membalas cintanya.


Wiya tampak Lelah dan tidak bersemangat. Mendapati kenyataan bisa pulang lebih awal, dia sudah berencana


akan menikmati malam yang Panjang untuk membaca kelanjutan novel yang sudah dia tumpuk 20 episode yang belum dibukanya, memakai masker bengkoang dan rebahan sepanjang malam tentu bisa mengembalikan kewarasan setelah tenaga dan fikiran benar-benar terkuras untuk pekerjaan, apalagi pekerjaan tambahannya itu.


Tapi dia tak enak hati menolak ajakan Ilham. Selain karena melihat ekspresi kehampaan Ilham sore tadi, dia juga penasaran apa yang ingin Ilham sampaikan sampai mengajaknya keluar malam ini.


Sejak beranjak remaja, Wiya tak pernah berkencan atau sekedar berjalan-jalan apalagi di malam hari dengan lelaki. Hanya dengan Ilham, Ibu dan ayahnya  mengizinkannya pergi.


“Wiy, nak Ilham sudah datang nak.“ Suara Ibu dari depan pintu kamar Wiya yang tak tertutup. memperhatikan anaknya yang masih bengong di pinggir tempat tidur. Kemudian Wiya mengambil slingbag dan segera keluar menemui Ilham yang menunggu di ruang tamu.

__ADS_1


Tampak dia sedang berbincang hangat dengan ayahnya, yang kemudian tertegun saat melihat Ibu dan Wiya menghampiri dari arah ruang keluarga.


***


Mobil yang dikendarai Ilham mulai melaju membelah jalan kota yang tak terlalu ramai malam itu. kota Tanjungpinang masih cukup kondusif dan nyaman. Tak ada yang mau memulai pembicaraan disana. Ilham asik dengan fikirannya sendiri fokus ke depan mengendarai mobilnya, Wiya lebih banyak menatap lampu jalan dari kaca jendela.


Padahal ini bukan malam jum’at


Tapi kenapa tiba-tiba horror begini


Lihat itu mata Ilham, hiyyy


Tanpa banyak bertanya, Wiya pasrah saja kemana Ilham mengajaknya malam itu. sekarang mereka berada di atas


laut, banyak pengunjung berjalan dan duduk menikmati laut Tangjungpinang. Dari area gerbang masuk jembatan yang menjadi icon wisata kota tanjungpinang.


Area Gerbang Utama Jembatan I Dompak ini didesain seperti layar - layar kapal dan dihiasi dengan lampu LED


warna-warni yang bisa berubah-ubah. Jembatan Dompak di  malam hari sangat indah.  Tak hanya sisi kiri kanan gerbang yang dibangun area bersantai layaknya berada di kapal, tapi ditambah dengan ditengah pelataran gerbang yang dipasang running teks LED yang bertuliskan 'Selamat Datang Di Istana Kota Piring Dompak' dipasang pada tiang berbentuk menara menambah indah gerbang utama Jembatan I Dompak ini.


Dibawahnya ada sebuah kafe terapung yang cukup ramai pengunjung. Agaknya Ilham berencana mengajak


Wiya bersembang disana.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


YUK YUK

__ADS_1


TAP TAP TAP TAAAAAP POKOKNYA TAAAAAAP ...


__ADS_2