Utuh

Utuh
MENGGALI INFORMASI


__ADS_3

Sore hari setelah seluruh agenda yang Rifa susun  selesai dijalankan, seluruh karyawan baru saja bersiap siap akan turun karena sebentar lagi jam kerja berakhir.


Namun Rifa belum bisa lega, karena pimpinannya belum ada tanda-tanda akan meninggalkan ruangan. Bukan menghkawatirkan dirinya, dia risau sekali kalau kalau  Zayn minta Rifa memanggilkan Wiya lagi untuk tugas tambahannya.


Pasalnya, Rifa kasihan sekali melihat Wiya sering lembur akhir-akhir ini. Ternyata prasangkanya benar, suara intercom dari dalam berderit dua kali. Zayn memanggilnya tapi kali ini tidak ada perintah menahan Wiya agar tidak pulang. Selamat ! batin Rifa. Dia masuk ke ruangan Zayn sendirian


“Iya Pak ?” Sahutnya sambil masih berdiri tidak jauh dari sofa di ruangan itu.


“Duduk  Rifa, saya mau nanya sesuatu."


Sebenarnya Zayn sejak hari Sabtu lalu sudah berusaha mencari tau sendiri , namun ternyata yang dia cari benar-benar sesuatu yang tersimpan rapi oleh seseorang. Sehingga NIHIL dia taknmenemukan informasi apapun tentang kehidupan pribadi Ilma Qawiya.


Padahal dia, sudah mengorek informasi dari sosial media gadis itu sampai ke tahun awal Wiya mendaftar Instagram, facebook dan twitter. Sayangnya Zayn memang tidak ada bakat jadi hacker, sehingga pencarian informasi hanya bisa dilakukan sebatas di akun sosial media saja.  Jiwa keponya tak di dukung dengan kemampuan membobol informasi. Dia butuh bantuan seseorang.


“Apa yang kamu tau tentang Nona Ilma Qawiya?” Tanya  nya to the poin.


“Apa yang Bapak ingin tau tentangnya ?”


“Ceritakan semuanya !“ Pinta Zayn.


Rifa membuka tablet yang ada di tanganya. Mengetik keyword yang menuliskan sebuah nama, Ilma Qawiya. membuka arsip data pegawai yang setiap tahun informasinya selalu diperbarui. Kemudian membacakannya sekilas dan menunjukannya kepada Zayn.


“Hmmm.“ Sebenarnya dia bingung menyusun redaksi yang tepat agar Rifa tidak curiga jika Zayn menanyakan kehidupan pribadi Wiya pada Rifa.


Tapi sekretarisnya adalah satu-satu nya orang yang bisa diandalkannya saat ini. Kalaupun Rifa berfikir macam-macam itu hanya akan jadi konsumsi fikirannya sendiri.

__ADS_1


“Rifa, apa Wiya dan Ilham berpacaran ?”


“Sepengetahuan saya, tidak pak. “


“Ya sih, saya lihatnya juga gitu.”


Rifa mulai bisa membaca apa yang Zayn inginkan


“Apa Wiya sudah punya pacar ? Emmm, maksud saya.. begini. Selama 6 bulan ini saya merasa bersalah karena meminta dia mengajari saya tentang ini semua sehingga sebagian besar waktunya habis di kantor dan harus ditambah ke rumah saya di hari Sabtu, Saya takut mengganggu kehidupan pribadinya, ya,dengan pacarnya mungkin?.“


Kening Rifa mengkerut mendengar alasan yang terkesan dibuat buat oleh Zayn. Tapi tidak ada salahnya juga kalau


dia mencari tau tentang itu semua. tiba-tiba rasanya dia penasaran juga. Gadis cantik, multi talenta, baik hati pula, masa ga ada yang mau macarin dia.


Heyy kamu apa kabar ? emang kamu punya pacar?


“Kamu kenapa Rifa ? Kesambet ?”


“Haha, tidak tidak,” Elak nya “Jadi bapak ingin saya mencari tau tentang Wiya ? Tentang kehidupan pribadinya ?”


“Iya, besok apa sudah bisa ada hasilnya?”


“Jika menyangkut Wiya, bapak jadi tidak sabar sekali “ Ejek Rifa


“Omong kosong Rifa, saya hanya merasa bersalah padanya.“

__ADS_1


“Lalu jika sudah ada hasilnya dan ternyata dia mempunyai kekasih ?”


“Ya, Saya akan meminta maaf, emm… mengkahiri tugas tambahannya, dan.. emm.memberi bonus kompensasi mungkin “


“Jika ternyata sebaliknya?”


Hening, Zayn malah terdiam memkirkannnya


Jika dia belum mempunyai seseorang yang seperti itu dalam hidupnya,


Aku rasa aku tidak buruk juga untuk bersaing dengan Ilham


What ? No No No, BIG NO ZAYN !!


“Mungkin, emm mungkin saya akan mencarikan pacar, eh atau calon suami yang pantas untuknya, heyy Rifa kamu banyak tanya sekali, lakukan saja yang saya minta“


“Baiklah pak , akan sesuai dengan yang bapak inginkan. Tapi jika kita tidak benar-benar ingin masuk dalam


kehidupannya, sebaiknya tidak telalu mencampuri urusan pribadinya pak !” Rifa mencoba mengingatkan atasanya yang hari ini menurutnya sedang melakukan kesalahan. “Saya permisi pulang dulu jika tidak ada lagi yang harus saya kerjakan“ Pamitnya.


“Yasudah pulanglah, dan selesaikan tugas mu dengan baik “


***


PLISSS... JANGAN LUPA TAP JEMPOL KALIAN YA TEMEN TEMEN... 💖💖💖

__ADS_1


YUK DI TAP MUMPUNG INGET. HEHEHE


__ADS_2